Kedai Surabi, Bisnis Franchise Dengan Konsep Resto dan Booth

Mengawali karirnya sebagai vocalis yang terkenal di belantika music Indonesia, Miranda Fitri akhirnya memilih banting setir untuk menjalankan bisnis kuliner. Kini mantan personel TQLA band ini sedang menikmati usaha barunya “Kedai Surabi” yang telah dirilis tahun 2011 lalu.

Setelah memutuskan untuk berhijab dan mundur dari dunia entertainment, Miranda mulai menekuni bisnis ini. Banyaknya waktu luang, ia gunakan untuk melakukan eksperimen dalam hal memasak dan membuat kue. Melalui buku resep, browsing, dan internet juga Miranda gunakan untk menggali ilmu lebih banyak tentang ide bisnis kuliner.

Awal Bisnis Kedai Surabi

Ide bisnis Surabi berawal dari sang suami. Melihat adanya peluang karena di Jakarta jajanan Surabi masih jarang ditemukan, Miranda lantas mengisi peluang tersebut dengan mengembangkan resep Surabinya sendiri yaitu perpaduan dari Surabi Kuningan dan Surabi Betawi dan sudah dimodifikasi dan diberi topping yang menggugah selera.

Kedai Surabi sendiri mengusung konsep resto dengan menu tambahannya seperti bakso, mie ayam, nasi bakar isi tempe/oncom teri, tongkol rica, cumi asin pedas, daging cincang, dan masih banyak lainnya. Untuk Kedai Surabi sendiri, wanita kelahiran Jakarta 21 Oktober 1978 ini menghabiskan waktu lebih dari 20 kali untuk menghasilkan resep Surabi yang gurih, lembut dan lezat.

Rasa Surabi yang super lembut dengan bermacam-macam varian topping dihargai Miranda Rp 8.000 – Rp 14.000. Saat ini sudah tersedia 35 macam varian topping yang dapat dipilih oleh pelanggan. Miranda juga memasarkan produknya melalui media sosial. Tak hanya itu saja, Surabinya juga banyak dipesan untuk pengisi kue pada acara-acara seperti arisan, pengajian dan ulang tahun.

Kedai Surabi, Bisnis Franchise Dengan Konsep Resto dan Booth

Semua pengalaman dalam berbisnis kue dirasakan Miranda ketika sempat membuka kios cake & pastry “LOVE CAKE”, namun kini sudah ditutup, dan ia lebih memilih menerima pesanan secara online berupa aneka makanan dan kue-kue dan fokus pada Kedai Surabi.

Saat ini Miranda masih ingin fokus mengembangkan usahanya. Ia juga mulai merambah pada bisnis minuman “Teh Surem” atau teh susu rempah yang sangat cocok sekali sebagai pendamping ketika menikmati Surabi.

Konsep Franchise ala Kedai Surabi

Pengalamannya yang pernah menjadi mitra di salah satu franchise kuliner membuatnya ingin menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dengan membuat suatu produk. Dengan modal 15 juta, ia dan sang suami memulai bisnis franchise Kedai Surabi. Untuk bergabung menjalin kerjasama dengan Kedai Surabi, calon mitra cukup membayar Rp 20 juta dan sudah termasuk beberapa peralatan seperti booth meja dan bar dari kayu jati Belanda dan atap canopy, tungku serabi dari gas, lengkap dengan peralatan serta pelatihan karyawan. Calon mitra juga akan diarahkan langsung untuk siap berjualan. Sedangkan, untuk kemitraan Kedai Surabi dengan konsep resto dan ruko, calon mitra cukup membayar seharga Rp 250 juta dan bagi yang berminat akan dijelaskan lebih lanjut prosedurnya.

Informasi lebih lanjut mengenai bisnis franchise Surabi ini, hubungi:

Kedai Surabi (Miranda)
Tlp : 087770744826
Pin BB : 7CEAF5F8
Website : www.kedaisurabi.blogspot.com
Email : miranda_tqla@yahoo.com

Baca juga:

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.