Lucky Mandala Putera ~ Berhenti Jadi Karyawan, Sukses Bisnis Roti Bakar Comel

Keputusan Lucky Mandala Putera terjun ke dunia usaha bisa dibilang tepat. Walau sempat hanya makan mie instan selama satu bulan demi untuk membayar gaji karyawan, namun mantan sales di bidang IT ini kini sukses bukukan omset Rp 120 juta per bulan. Seperti apa perjalanan usaha warung roti bakar Comel yang dirintis pemuda kelahiran 1990 ini?

Awal Usaha Warung Roti Bakar Comel

Bagi sebagian orang, menjalankan usaha jauh lebih baik daripada harus bekerja sebagai seorang karyawan. Walau untuk bisa sukses dalam menjalankan usaha tidak mudah, karena banyak rintangan yang menghadang namun hal tersebut tidak menjadi penghalang. Seperti Lucky Mandala Putera yang memutuskan berjualan roti bakar karena tidak betah bekerja di belakang meja.

Pemuda lulusan STT Telkom Bandung ini, awalnya pilihan untuk terjun ke dunia usaha mendapatkan tantangan dari berbagai pihak terutama ibunya. Karena itu, Lucky yang tidak ingin mengecewakan sang bunda yang telah membiayai kuliahnya sempat mencoba bekerja sebagai sales IT di salah satu perusahaan di Jakarta.

Namun keinginan yang kuat untuk menjalankan usaha membuat karier Lucky di perusahaan tersebut tidak bertahan. Pria kelahiran Jakarta 3 Juni 1990 ini hanya merasakan menjadi karyawan selama 6 bulan. “Di tengah jalan raya saya tidak sanggup. Tidak cocok kalau kerja sama orang. Kalau kerja sendiri, ketika dapat masalah bisa menyelesaikan sendiri. Kalau kerja sama orang ruang bebasnya terbatas,” kata Lucky.

Setelah resign, Lucky langsung memutuskan membuka usaha roti bakar. Dipilihnya usaha tersebut tidak lepas dari jiwa muda Lucky yang akrab dengan kongkow dan berkumpul bersama teman-teman. Selain itu usaha di bidang kuliner menawarkan keuntungan yang besar bila dijalankan dengan benar. “Tempat usaha yang aku sewa di Salemba dulunya digunakan untuk usaha roti bakar dan aku putuskan untuk meneruskannya,” ucap Lucky.

Lucky Mandala Putera ~ Berhenti Jadi Karyawan, Sukses Bisnis Roti Bakar Comel

Modal yang dikeluarkan Lucky untuk membangun usaha roti bakar sekitar Rp 20 juta yang didapat dari tabungan selama bekerja, serta tambahan modal dari sang bunda. Dengan pengalaman yang minim, Lucky mengaku sempat mengalami kesulitan pada beberapa bulan menjalankan usaha. Alih-alih mendapatkan keuntungan besar, pada bulan pertama pengunjung yang datang ke Roti Bakar Comel (Cokelat meleleh) yang dirintis Setember 2012 tersebut tidak sesuai yang diharapkan.

Karena itu Lucky harus nombok modal tambahan untuk membeli bahan baku hingga gaji karyawan. Sepinya pengunjung yang datang ternyata berlanjut pada bulan kedua karena dana yang dimiliki terbatas, membuat Lucky harus melakukan berbagai cara guna menopang usaha yang dijalankan. Salah satunya adalah dengan menekan pengeluaran termasuk untuk makan. Lucky mengaku pada bulan kedua usaha, dia hanya makan mie instan selama satu bulan agar bisa membayar gaji dua orang karyawan yang membantunya. “Yang jelas di bulan awal saya harus prihatin agar usaha ini dapat terus berjalan,” ucapnya.

Bermodalkan tekad yang bulat untuk membangun usaha, berbagai kesulitan tersebut tidak membuat pemuda 24 tahun ini mundur. Lucky terus melakukan berbagai erbaikan pada usaha yang dijalankan, salah satunya dalam hal mempromosikan roti bakarnya kepada masyarakat. “Setelah saya memperkenalkan usaha ini lebih gencar, pada bulan ketiga saya mulai merasakan hasil,” jelas Lucky tersenyum.

Varian Roti Bakar Comel

Salah satu yang menjadi andalan Lucky dalam memasarkan produknya adalah varian roti bakar yang ditawarkan. Mulai dari Roti Comel (Cokelat Meleleh), Roti Ice Cream, Roti Durian, Roti Cetar, Roti Cokelat, Roti Kacang, Roti Strawberry, Roti Blueberry, Roti Susu, dan Roti Asin yang dijual dengan harga berkisar Rp 7 ribu – Rp 20 ribu/porsi. Sedangkan menu pendamping ada pisang bakar, aneka menu Indomie, snack, dan bento yang ditawarkan dengan harga antara Rp 7 ribu – Rp 18 ribu/porsi.

Lucky Mandala Putera ~ Berhenti Jadi Karyawan, Sukses Bisnis Roti Bakar Comel

Nah, dari beberapa menu tersebut, Roti Comel dan Roti Cetar yang merupakan hidangan primadonanya. Roti Comel merupakan roti bakar dengan isian berupa cadburry dairy milk meleleh yang disajikan bersama keju dan susu. Ketika menu yang dijual dengan harga Rp 14 ribu/porsi ini mulai dicicip, tekstur lembut crunchy dari roti, yang berpadu dengan manisnya lelehan cokelat ala cadbury akan sangat terasa di mulut.

Sementara, menu Roti Cetar lebih variatif lagi. Hidangan yang dijual dengan harga Rp 20 ribu/porsi ini, menampilkan roti bakar yang juga diisi dengan cokelat Cadbury, yang kemudian diberi topping dengan ice cream serta taburan Ceres, Cha-cha dan irisan Beng-beng. “Untuk Roti Comel, kalau penjualan di hari biasa bisa habis 200-250 porsi, tapi kalau weekend, penjualannya bisa 300-350 porsi. Karena itu usaha roti bakar ini lebih dikenal dengan nama Roti Bakar Comel,” ujar pemuda yang membuka usaha roti bakarnya sejak pukul 5 sore hingga 2 malam ini.

Saat ini dalam satu hari Lucky bisa memperoleh omset Rp 4 juta/hari atau Rp 120 juta per bulan, bahkan omset tersebut bisa meningkat ketika hari libur atau weekend. Namun diakui Lucky apa yang ia dapat saat ini belum bisa dikatakan sempurna. Karena usaha yang baru berjalan sekitar dua tahun ini masih banyak mengalami kendala seperti sulitnya mencari SDM yang loyal dan modal usaha untuk melakukan pengembangan usaha.

Gencar Berpromosi

Untuk memperkenalkan Roti Bakar Comel ke masyarakat, Lucky melakukan berbagai cara. Mulai dari pengembangan varian rasa, promosi kepada teman dan kerabat hingga melirik jejaring sosial seperti twitter. “Kalau nge-print, orang sudah capek-capek mencetak selebaran, dikasih ke orang lain, dilihat lalu dibuang. Kalau media sosial itu modalnya handphone dan paket data. Saya juga modalnya hanya paket data untuk promosi,” ujar Lucky.

Berkat kerja keras, dan terus melakukan inovasi, membuat Lucky tidak membutuhkan waktu lama untuk merasakan manisnya menjadi seorang pengusaha. Dalam dua tahun ini, pengunjung Roti Bakar Comel semakin meningkat bahkan ia harus pindah lokasi ke tempat yang lebih luas guna menampung pengunjung yang datang. Untuk itu, Lucky harus mengeluarkan modal tambahan sebesar Rp 150 juta yang digunakan menyewa tempat dan membeli peralatan usaha yang baru seperti piring, mangkuk, dan tikar. “Di tempat yang lama Cuma ada 24 tempat duduk dan itu kadang penuh, jadi saya pindah lokasi ke daerah pasar Minggu yang lebih luas,” ujar Lucky. 

Info lebih lanjut mengenai usaha roti bakar ini, hubungi:

ROTI BAKAR COMEL
Jl. Raya Pasar Minggu 298
Pancoran – Jaksel
(Sebelah Sevel Perdatam)

Baca juga:

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.