Investasi Jangka Pendek, Jangan Beli Emas / Logam Mulia (LM) Mencicil

Emas / logam mulia memang sangat populer untuk investasi. Enggak kenal zaman, dari dulu sampai sekarang, emas selalu menjadi pilihan investasi. Orang bilang, emas enggak ada matinya. Apa lagi kini, berinvestasi emas khususnya emas batangan atau Logam atau goldbar, dimudahkan dengan berbagai metode pembelian, baik online maupun secara fisik datang ke toko emas, atau bisa beli di Pegadaian atau bank syariah tertentu.

Pembelian LM secara fisik bisa dilakukan secara tunai, cicilan, atau menabung emas. Tapi idealnya, Anda membeli LM dalam kepingan yang ekonomis, seperti 100 gram. Sebab, harga per gramnya lebih murah dibanding kepingan standar 1, 2, 5, 10, 25, dan 50 gram. Harga emas batangan 100 gram lebih murah semata-mata karena ongkos produkisnya lebih rendah dibandingkan dengan kepingan emas yang lebih kecil.

Tak hanya membeli tunai, kini Pegadaian dan bank syariah menawarkan fasilitas pembelian LM dengan cara mencicil. Anda bisa membeli LM dengan harga hari ini atau saat akad jika menggunakan bank syariah. Plus, tambahan perhitungan administrasi serta jasa penyimpanan. Jangka waktu cicilannya selama 1, 3, 6, 12, 18, 24, atawa 36 bulan.

Bagi yang ingin membeli LM dengan metode cicilan di Pegadaian, berikut beberapa hal yang mesti Anda perhatikan:

Pertama, ada margin untuk setiap pembelian LM, baik tunai maupun cicilan. sebagai ilustrasi, misalnya Anda membeli LM Antam 100 gram dengan harga pasar saat ini, Rp 56,2 juta. Tapi, karena Pegadaian menerapkan margin, baik beli secara mencicil maupun tunai, maka harga beli tunai LM AntamĀ  harus ditambah 3% dari harga pasar, harga yang harus Anda bayarkan jadi Rp 57,886 juta. Artinya, walaupun mampu membeli secara tunai, Anda tidak bisa mendapatkan harga pasar LM Antam lantara ada margin untuk Pegadaian.

Kedua, harga jual tersebut belum termasuk biaya administrasi, meterai, dan asuransi. Analoginya sama seperti kalau Anda beli properti secara kredit, pasti ada biaya-biaya yang timbul yang disebut biaya-biaya untuk memperoleh kredit tersebut. Sama halnya dengan properti, semakin tinggi nilai properti, semakin besar premi asuransinya. Begitu juga emas, semakin besar pula asuransi yang harus dibayarkan.

Ketiga, persentase kenaikan harga emas belum tentu lebih tinggi daripada bunga cicilan. Ilustrasinya, jika Anda membeli LM secara mencicil di Pegadaian, misalnya LM 100 gram dengan jangka waktu 12 bulan, ada uang muka alias down payment (DP) minimum yang harus dibayarkan. Besarnya: 34% dari harga pasar saat itu.

Contoh dengan harga pasar LM Antam 100 gram Rp 56,2 juta, maka DP-nya Rp 19,108 juta. besaran cicilan per bulan sekitar Rp 3.669.460. Jika dihitung, total harga yang harus Anda bayar sampai lunas mencapai Rp 63.141.514. Artinya, Pegadaian mengenakan bunga 12% setahun atau kurang lebih 1% sebulan kepada pembeli.

Pengenaan bunga cicilan ini sebenarnya wajar-wajar saja, karena Anda membli LM secara mencicil. Tapi, jika Anda lihat kinerja emas tahun sebelumnya (2016), kenaikan harganya hanya 8,5%. Ini berarti, jika diasumsikan selama satu tahun ke depan kenaikan harga LM tetap 8.5% sejak Anda beli hari ini, maka imbal hasil (return) emas yang sudah dibeli selana setahun negatif 3.5%. Dan kalau dihitung, value dari 100 gram LM milik Anda menjadi hanya Rp 60,977 juta saat lunas 12 bulan kemudian. Atau, Anda rugi sebesar Rp 2.164.514.

Keempat, kalau dijual kembali, harga beli LM Antam di Pegadaian selisihnya cukup besar karena hanya dihargai sekitar 95% dari harga pasar.

Dengan keempat alasan di atas, jelaskah bahwa membeli emas fisik tidak direkomendasikan dengan cara mencicil untuk investasi jangka pendek. Meskipun data kinerja emas smapai pertengahan tahun 2017 menunjukkan positif, naik sekitar 6,7% namun harganya di tahun 2013, 2014, dan 2015 berturut-turut turun, masing-masing 28,3%, 1,5%, dan 10,4%. Baru pada 2016 harganya naik 8,5%.

Dan, jangan lupa tidak ada jaminan dalam jangka pendek harga emas terus naik. Banyak faktor yang memengaruhi naik turunnya harga emas. Kalau tujuan Anda membeli emas dalam jangka pendek untuk dijual lagi setelah cicilan lunas, maka bisa bukan untung yang didapat, tetapi malah jadi buntung.

Terkait dengan perubahan harga emas yang berfluktuasi tersebut, sebagai catatan , beberapa tahun lalu kita pernah mendengar yang namanya berkabun emas menggunakan skema gadai, dengan asumsi harga emasnya naik terus. Jadi, menggadaikan emas yang dibeli untuk membeli emas yang baru dan seterusnya. Asumsinya, harga emas naik terus dan diharapkan keuntungan yang didapat tinggi. Tapi, risikonya juga pasti tinggi. Kalau ke depan harga emas turun terus seperti sepanjang 2013-2015, maka bisa dipastikan berkebunnya akan gagal alias rugi.

Oleh karena itu, jika membeli emas, belilah secara tunai. Jika Anda hanya mampu membeli emas 50 gram, tidak usah dipaksakan untuk mencicil emas 100 gram, sesuaikan dengan kemampuan. Sebab, investasi emas memang agak unik. Jadi, jagalah investasi Anda.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.