Modal 7,5 Juta Sudah Bisa Jualan Kebab Mini dan Roti Maryam, Dua Bulan Balik Modal

Banyaknya penyuka kudapan asal Timur Tengah seperti Kebab menarik minat Anisa Fauziah untuk terjun ke usaha kebab sejak 2010.  Namun untuk menarik minat pasar, wanita yang akrab disapa Nisa ini membuat produk kebab yang berbeda dari yang sudah ada.  Mulai dari ukuran kebab yang kecil (mini), serta varian menu kebab yang memadukan cita rasa Timur Tengah dan Indonesia membuat Juragan Kebab cepat berkembang.  Seperti apa usaha kebab yang juga menawarkan kerja sama franchise dengan investasi Rp 7,5 juta ini?

Awal Usaha Franchise Juragan Kebab

Kebab sudah cukup akrab dilidah masyarakat Indonesia.  Tengok saja, sudah banyak bisnis kuliner yang menjajakan menu khas Timur Tengah ini. Peluang bisnis jajanan daging panggang yang dibalut tortilla ini memang lezat rasanya.  Ini terbukti dengan bermunculan berbagai usaha yang mengangkat nama kebab sebagai menu utamanya.  Tak ayal banyak bisnis kebab menawarkan kemitraan yang membuat kebab semakin dikenal bukan hanya di kota besar melainkan juga ke beberapa daerah di seluruh Indonesia.

Salah satunya adalah Juragan Kebab yang dirintis Anisa Fauziah pada Februari 2010.  Pengelolaan yang cukup mudah (fast food) dan minimnya risiko basi, serta ditambah tingginya minat masyarakat terhadap kebab menjadi alasan Nisa untuk memilih usaha ini.  “Kebab itu meski sudah banyak pelaku usahanya, namun pembelinya tidak berkurang dan justru terus semakin bertambah,” ungkapnya.

Mengawali usaha dengan gerobak dipinggir jalan (kaki lima), Nisa ini mengeluarkan modal sebesar Rp 7 juta yang digunakan untuk membeli kebutuhan usaha termasuk booth yang memang menjadi ciri khas dari usaha kebab.  “Modal awal kami dapat dari uang tabungan dan dibantu dari tambahan orang tua.  Uang tersebut kami gunakan untuk membeli gerobak dan burner bekas perbaikan dan renovasi gerobak, peralatan masak, perlengkapan kebab, bahan baku awal, banner dan brosur untuk promosi,” jelasnya.

Dengan menawarkan kebab pada mahasiswa maupun masyarakat sekitar kampus Bina Sarana Informatika (BSI), Bekasi membuat nama Juragan Kebab cepat dikenal.  “Kebetulan di kampus kami, BSI Bekasi tidak ada kantin, sehingga teman-teman banyak yang enggan jajan turun ke bawah.  Jadi kami bawa kebab dan burger yang sudah matang dan dijajakn di kampus,” tutur wanita 28 tahun ini.

Juragan Kebab ~ Modal 7,5 Juta Sudah Bisa Jualan Kebab Mini dan Roti Maryam, Dua Bulan Balik Modal

Juragan Kebab Tawarkan Menu Kebab yang Berbeda

Sebagai pemain baru, ibu satu anak ini sadar akan sangat sulit mengimbangi pemain lama di usaha ini.  Karena itu, untuk menghadapi persaingan yang begitu ketat, Nisa mencoba membuat menu kebab yang berbeda.  Salah satunya dengan menghadirkan menu kebab mini, dan juga menghadirkan menu perpaduan cita rasa Timur Tengah dengan Indonesia mulai dari Kebab Rendang, Kebab Ayam Rica-Rica, dan Kebab Ayam Lada Hitam.  “Inspirasi menu-menu tersebut ada yang berdasarkan keinginan konsumen, namun ada pula yang sengaja kami buat sendiri,” ungkapnya.

Selain dalam varian rasa kebab yang unik, Raja Kebab juga menghadirkan menu Roti Maryam dengan empat pilihan rasa mulai dari Maryam Original, Cokelat, Keju, dan Komplit,” ungkapnya.  Sedangkan untuk varian minumannya Juragan Kebab menawarkan menu Jourtea, sebuah racikan Milk Tea khas negeri Thailand.

Bicara soal harga, istri dari Agung Hasbulah menuturkan harga aneka menu yang ditawarkannya sangat kompetitif dan merangkul semua segmen.  Tengok saja untuk harga Kebab Mini buatan Nisa dijual mulai dari Rp 5-11 ribu, untuk roti Maryam mulai dari Rp 7-10 ribu, sedangkan untuk Jourtea Rp 5-10 ribu.

Peluang Bisnis Franchise Bersama Juragan Kebab

Selain menjalankan usahanya sendiri, wanita berhijab ini juga membuka kerja sama kemitraan diakhir 2015.  Ada 3 paket kemitraan yang ditawarkan, yaitu Paket Booth Portable dan Booth Kios dengan nilai Rp 7,5 juta, serta Paket Gerobak dengan investasi Rp 13 juta.

Dengan investasi tersebut mitra akan mendapatkan berbagai keperluan usaha mulai dari booth, bahan baku awal sebanyak 200 Kebab dan Roti Maryam, kemasan box, peralatan memasak seperti bunner, wajan, kompor, gas, sodet dan lain sebagainya.  Diluar itu mitra juga akan mendapatkan media promosi, mulai dari daftar menu, flyer, stand banner, dan juga konsultasi usaha.

Dalam kerja sama ini, Nisa tidak mengambil franchise fee maupun royalty fee dari mitra, namun mitra diwajibkan membeli bahan baku pada pewaralaba (pemilik merek) dengan jumlah sesuai kebutuhan mitra.

Sedangkan untuk karyawan, selain mendapatkan seragam juga akan mendapatkan pelatihan selama 3 hari.  “Meski pelatihan terbatas namun untuk konsultasi usaha kami akan memberikan kemudahan dan juga pelayanan tanpa batas bagi mitra,” jelasnya.

Wanita berparas cantik ini mengatakan, mitra akan balik modal dalam waktu 2 bulan dengan asumsi rata-rata omset Rp 8-15 juta per bulan.  Setelah dikurangi belanja bahan baku 50% gaji pegawai 10%, sewa tempat dan operasional 10%, maka keuntungan yang bisa diraih sekitar 30%.  “Outlet dengan lokasi ramai rata-rata omset Rp 500-Rp 600 ribu per hari, maka oleh karena itu kami menyarankan mitra untuk mencari lokasi strategis seperti dekat sekolah atau kampus dan juga di jalan yang ramai, tetapi juga harus memiliki lahan parker yang sekiranya kendaraan roda empat bisa terparkir dengan baik,” ungkapnya.

Kendala Usaha

Nisa menambahkan hingga saat ini usahanya itu telah memiliki tiga cabang.  Sementara itu menyikapi ketatnya persaingan dengan competitor, Nisa selalu menjadikan sebagai acuan dan motivasi untuk menjadi lebih maju.  Sedangkan untuk kendala utama usaha ini diakui Nisa yaitu masalah lokasi.  “Untuk lokasi, kami harus benar-benar memilih lokasi yang sangat strategis,” jelasnya.

Info lebih lanjut mengenai usaha franchise kuliner kebab ini, hubungi:

JURAGAN KEBAB
Jl. Palem I, No 4, Rt 04, Rw 08, Jatimulya, Bekasi
Telp : 082210322864
Website: juragankebabindonesia.blogspot.co.id

Baca juga:

1 thought on “Modal 7,5 Juta Sudah Bisa Jualan Kebab Mini dan Roti Maryam, Dua Bulan Balik Modal”

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.