Santoso Kusuma ~ Gagal Usaha Agrobisnis, Sukses Usaha Apotek One Stop Shoping

Pengalaman bekerja selama puluhan tahun di salah satu perusahaan farmasi menjadi salah satu modal utama Santoso Kusuma membangun usaha apotek. Dengan kelengkapan produk yang dijual dan penjelasan lengkap seputar obat pada konsumen, membuat Apotik Sehat Sentosa bisa berkembang pesat dengan 3 cabang dalam waktu empat tahun. Seperti apa pria yang pernah gagal jalankan usaha agrobisnis dalam membangun usaha apoteknya?

Awal Usaha Apotik Sehat Sentosa

Dunia farmasi sudah mendarah daging dalam diri Santoso Kusuma. Dengan pengalaman bekerja di salah satu perusahaan farmasi ternama selama puluhan tahun, membuat Santoso dengan jabatan terakhir sebagai National Sales Manager mengerti benar seluk beluk dunia farmasi mulai dari knowledge, sistem, hingga pemasarannya.

Tidak mau ilmu berharga yang dimiliki terbuang percuma, Santo bersama istri Dwi Sulistyani Sugianto yang juga berpengalaman di bidang yang sama mencoba membangun usaha apotek dengan konsep berbeda.

Usaha yang dirintis sejak akhir 2011 ini bisa dibilang bukan usaha baru bagi Santo, maklum sarjana pertenakan ini pernah menjalankan usaha agrobisnis beberapaa tahun yang lalu. Walau didasari disiplin ilmu yang dimiliki, namun usaha hasil bumi dan peternakan yang dijalankan gagal di tengah jalan.

Dalam merintis usaha apotek, Santoso mengeluarkan modal yang tidak sedikit. Namun modal tersebut tidak dikeluarkan Santoso secara langsung. Butuh waktu sekitar 1 tahun untuk melengkapi usaha apoteknya mulai dari mempersiapkan tempat, stok obat, karyawan hingga perizinan.

Santoso Kusuma ~ Gagal Usaha Agrobisnis, Sukses Usaha Apotek One Stop Shoping

Beri Penjelasan Lengkap

Bagi Santoso yang sudah akrab di bidang farmasi, membangun usaha apotek tidak hanya sekedar menjual obat dan mendapatkan untung. Namun ada beban mental untuk memberikan penjelasan detil tentang obat yang dijualnya pada konsumen yang datang.

Selain memiliki stok obat yang mencapai ribuan item dengan harga terjangkau, ia juga menjual peralatan kesehatan seperti kursi roda, tongkat dan lain sebagainya, sehingga tak salah jika apoteknya berkonsep one stop shoping. Dalam menjalankan usahanya, Santoso juga mempekerjakan karyawan yang semuanya anak muda.

Dengan product knowledge yang dimiliki, karyawannya akan memberikan pelayanan dan penjelasan produk yang dijual. Sehingga konsumen yang akan datang bukan hanya akan menerima obat yang dibeli melainkan menerima penjelasan dan keterangan tentang obat yang bersangkutan. Bahkan Dwi menambahkan, walau konsumen hanya membeli obat yang berharga murah akan tetap dijelaskan tentang obat yang dibeli.

Melihat berbagai keunggulan yang dimiliki, tak heran bila Apotik Sehat Sentosa tidak pernah sepi dari kunjungan konsumen. Paling tidak dalam satu hari apotek yang berpusat di daerah Bojong Indah, Cengkareng ini bisa menjual 700 item produk obat dalam 2000 transaksi dengan omset mencapai ratusan juta rupiah per bulannya.

Pelayanan optimal yang dilakukan para karyawan tidak lepas dari berbagai pelatihan yang dilakukan. Untuk bisa bekerja di Apotik Sehat Sentosa, Dwi mengatakan selain harus lulusan apoteker dan berpengalaman, para karyawan akan dilakukan training berkelanjutan seputar pengetahuan mereka tentang obat-obatan, kode etik farmasi, layanan konsumen dan sikap mental positif. Sehingga karyawan juga akan mendapatkan ilmu tambahan yang bisa berguna bukan hanya saat bekerja melainkan juga untuk masa depan.

Harus All Out

Walaupun sudah berpengalaman dan paham seputar farmasi, namun Santoso dan istri harus membangun usahanya dengan susah payah. Di awal menjalankan usaha, Santoso dan istri harus turun langsung dengan dibantu 3 orang karyawan dalam menjalankan usahanya. Bahkan Santoso yang saat awal membangun usaha masih bekerja dengan jabatan yang tinggi, juga harus ikut turun tangan termasuk mengantarkan obat pada konsumen.
Bukan hanya itu, dalam merintis usahanya Santoso juga pernah merugi ketika stok obat yang sudah dibelinya bahkan dengan harga yang sangat mahal sudah tidak lagi diresepkan. Selain menanggung kerugian, ia juga harus merelakan menghancurkan stok obat tersebut agar tidak lagi digunakan.

Namun dengan ketekunan dan keuletan untuk membangun usaha serta keinginan yang kuat membantu sesame, semua kendala dan berbagai permasalahan yang dihadapi dapat terselesaikan. Hasilnya dalam dua tahun belakangan, Santoso bisa membangun 2 cabang Apotik Sehat Sentosa yang berada di daerah Kunciran, Tangerang, serta Jonggol, Jawa Barat. Dan dibantu oleh sekitar 20 karyawan yang semuanya anak muda.
Bagi mereka yang ingin membangun usaha, Santoso beserta istri mengaku ada beberapa hal yang bisa menjadi pegangan. Mulai dari memiliki pengetahuan seputar usaha yang akan dilakukan, memahami tentang pemasaran/marketing, SDM, serta sistem yang akan digunakan.

Info lebih lanjut mengenai usaha apotek ini, hubungi :

Apotik Sehat Sentosa
Bojong Indah, Jakarta Barat
Email : sastosokusuma88@yahoo.com
Telp : 082113592971

Baca juga:

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.