Yessy Marsucy, Sukses Hasilkan Puluhan Juta Dari Usaha Asinan Betawi The Heritage

Asinan merupakan salah satu jenis kudapan yang sudah sangat familiar bagi masyarakat Indonesia, tak heran bila usaha ini selalu ramai dikunjungi pembeli. Adalah Yessy Marsucy salah satu womanpreneur yang tertarik menekuni usaha asinan Betawi dengan merek dagang The Heritage. Tidak hanya asinan siap saji, Yessy juga melakukan ekspansi usaha dengan membuat bumbu asinan dalam kemasan agar lebih mudah pemasarannya. Bagaimana perjuangan Yessy mengembangkan The Heritage hingga mampu meraup omset puluhan juta per bulan ini?

Awal Usaha Asinan Betawi “The Heritage”

Wanita memang tak pernah jauh dari kegiatan masak memasak, tak heran bila banyak kaum hawa yang memanfaatkan keahliannya mengolah aneka masakan menjadi sesuatu yang bernilai jual. Adalah Yessy Marsucy salah satu yang memutuskan untuk mengeluti usaha kuliner dengan berbekal keahliannya memasak. “Bisnis kuliner memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan,” ujarnya.

Wanita yang akrab disapa Yessy ini mengaku mendapat ide membuka usaha asinan Betawi lantaran melihat asinan Betawi buatan ibunya banyak diminati baik oleh saudara maupun tetangga. “Ibu saya memang suka bikin-bikin makanan, dan kalau bikin makanan itu sekali banyak. Nah sebagian makanan itu ada yang dibagikan pada acara arisan atau dijual di bazar, dan selalu sold out. Lalu saya pikir lumayan juga nih kalau diseriusin,” terangnya.

Berbekal resep dari sang Ibu, Yessy memutuskan untuk membuka usaha asinan Betawi dengan merek dagang The Heritage pada Januari 2011 di Taman Galaxy, Bekasi. Untuk memulai usahanya, Yessy mengaku hanya mengeluarkan modal sebesar Rp 1.5 juta yang digunakan untuk membuat 2 buah booth, sewa tempat, dan membeli stock bahan baku “Saat itu sewa tempat masih murah jadi modal yang dikeluarkan juga tidak banyak,” ujarnya.

Asinan Betawi The Heritage Memiliki Cita Rasa Yang Berbeda

Meski mengusung menu asinan khas Betawi, namun Yessy mengaku melakukan modifikasi baik dari segi rasa maupun bahan-bahan yang diolah agar dapat disukai oleh semua masyarakat di luar Betawi. Sayuran yang biasanya ada di asinan Betawi seperti lobak putih, tikim, dan lengkio oleh Yessy diganti dengan bengkoang, ketimun, kol, tauge, wortel, tahu, dan daun selada yang disajikan lengkap dengan kerupuk mie.

Yessy Marsucy, Sukses Hasilkan Puluhan Juta Dari Usaha Asinan Betawi The Heritage

Menurut Yessy, sayuran yang biasa ada di asinan Betawi tersebut memiliki bau menyengat yang tidak disukai oleh semua orang. Selain isian, salah satu kelebihan asinan Betawi The Heritage adalah cita rasanya yang lebih gurih dan terasa ebinya namun tidak amis karena menggunakan bumbu khusu. “Kita sudah uji coba ke pelanggan, ternyata lebih banyak yang menyukai isian yang saya buat,” akunya.

Selain asinan sayuran, Yessy juga menawarkan asinan buah yang berisi 7 macam buah utama yaitu bengkoang, ubi, ketimun, kedondong, mangga, pepaya, dan nanas. Namun Yessy suka menambahkan jenis buah tertentu jika ada buah yang sedang murah di pasaran, atau pelanggan bisa request dengan jenis buah yang diinginkan. “Biasanya untuk acara pernikahan suka ada pelanggan minta asinan buah yang special,” ujarnya.

Harga Asinan Betawi The Heritage

Harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau yaitu sebesar Rp 15 ribu/porsi untuk asinan sayur dan asinan buah sebesar Rp 20 ribu/porsi.  Yang menarik Yessy memberikan garansi pergantian produk jika sayuran atau buah-buahan yang disajikan tidak dalam keadaan segar. “Jika sayuran atau buah tidak segar kita ganti dengan yang baru dan tidak perlu bayar lagi. Namun sampai sekarang belum pernah ada complain,” ujarnya.

Yessy mengaku pelanggan asinan Betawi The heritage miliknya bukannya hanya dari Jabodetabek saja, tetapi juga dari daerah dari luar Jawa. Namun Yessy terpaksa menolak jika ada pesanan ke daerah lantaran terkendala di pengiriman. “Pernah coba kirim asinan siap saji ke Surabaya pake jasa ekspedisi, sudah dipacking serapi dan seaman mungkin namun ternyata tetap saja berantakan kuahnya,” terangnya.

Maka untuk mensiasatinya, 1 tahun terakhir Yessy mencoba membuat bumbu asinan kering yang dikemas dalam kemasan agar dapat dikirim ke luar daerah tanpa harus khawatir rusak atau berantakan. Selain agar tidak mudah rusak, bumbu kering dalam kemasan juga bisa lebih tahan lama dengan masa kadaluwarsa selama 1 tahun jika disimpan sesuai dengan petunjuk. “Kalau sayuran dan buah pelanggan bisa membeli di daerah masing-masing jadi tetap segar ketika dinikmati,” ujarnya.

Peluang Usaha Menjadi Reseller Asinan Betawi The Heritage

Seperti kebanyakan UKM lainnya, Yessi juga menerapkan  penjualan dengan sistem Reseller. Ada 3 macam tingkatan Reseller yang ditawarkan yaitu Reseller Lusinan dengan pembelian minimal 12 pcs. Reseller Kodium dengan minimal pembelian 25 pcs, dan Reseller Catering. “Untuk reseller Catering ini khusus bumbu tanpa kemasan sehingga harganya menjadi lebih terjangkau,” ujarnya.

Reseller akan mendapatkan potongan harga sebesar 10-20% dari harga jual yang biasa Yessy tetapkan. Meski begitu ibu 4 anak ini sepenuhnya menyerahkan harga jual kepada reseller. “Reseller bebas menentukan harga jual, jika reseller bisa menjual di atas harga eceran saya maka margin keuntungan yang didapat bisa lebih besar lagi,” ujarnya.

Selain reseller, Yessy juga melakukan pemasaran dengan cara konsinyasi dengan toko-toko kue di sekitar lokasinya. Dengan kualitas rasa dan sistem penjualan yang diterapkan, tidak heran bila Yessy mengaku mempu meraup omset hingga puluhan juta per bulan.

Kendala dan Promosi Usaha

Setiap usaha pasti mengalami kendala, begitu juga dengan yang dialami Yessy. Wanita kelahiran Jakarta 4 Maret 1974 ini mengaku terkendala masalah modal untuk membeli alat agar produksi menjadi lebih efisien. Saat ini Yessy mengaku hanya menggunakan alat sederhana sehingga kapasitas produksi hanya 50 botol bumbu kering sekali produksi. Selain itu Yessy juga masih kesulitan mengembangkan asinan buah yang tidak bisa tahan lama lantaran yessy tidak menggunakan bahan pengawet. “Buah itu kan mengandung gas jadi kalau lama bisa mengeluarkan buih kalau tidak pakai pengawet meski telah dicuci bersih” ujarnya.

Sedangkan untuk promosi Yessy masih mengandalkan media online lewat dengan membuat website www.asinanbetawi.com. Selain itu Yessy juga aktif di kegiatan komunitas dan tergabung dalam komunias Womenpreneur Community. Kedepan  Yessy ingin memiliki rumah asinan dan memfranchisekan usahanya tersebut. 

Info lebih lanjut mengenai usaha asinan Betawai ini, hubungi:

ASINAN BETAWI THE HERITAGE
Pondok Pekayon Indah
Jl. Pakis 7A No. 4 Blok Bb15
Pekayon, Bekasi
Telp : 081319728292, 081285971606
Website : www.asinanbetawi.com

Baca juga:

Leave a Reply