Usaha Waralaba Bali Cokelat, Modal Rp 5 Juta, Seminggu Bisa Balik Modal

Sukses dengan usaha Bir Pletok dan Takoyaki BTW tak membuat Indra dan Ria berpuas diri. Keinginan kuat berwirausaha membuat pasangan suami istri ini terus berkreasi dengan membangun usaha lain. Kali ini Indra dan Ria mengusung minuman cokelat sebagai produk utama. Dengan mengedepankan kualitas rasa dan produk yang sehat membuat Bali Cokelat yang dirintis sejak akhir 2015 ini berkembang pesat. Seperti apa usaha waralaba minuman cokelat yang menawarkan kerjasama dengan investasi mulai dari Rp 5 juta ini?

Latar Belakang Usaha Minuman Bali Cokelat

Keinginan kuat untuk membangun sebuah usaha dan menciptakan produk berkualitas, menginspirasi Indra dan Ria untuk terus berkreasi. Setelah sukses dengan produk Bir Pletok dan Takoyaki BTW yang banyak disukai masyarakat karena kualitas dan manfaatnya yang besar untuk kesehatan, Indra dan Ria juga mengeluarkan produk baru yaitu minuman cokelat dengan nama Bali Cokelat.

Dipilihnya minuman cokelat diakui Ria bukan tanpa alasan. Minuman yang satu ini selain disukai semua kalangan mulai dari anak-anak hingga orangtua, juga minuman cokelat yang bisa disajikan hangat maupun dingin cocok dijajakan baik di musim kemarau maupun penghujan.

Sama seperti usaha sebelumnya, produk Bali Cokelat yang dirintis di penghujung tahun 2015 ini juga memiliki banyak kelebihan dan yang pasti sehat sehingga aman dikonsumsi mulai dari anak-anak hingga orangtua.

Bali Cokelat Gunakan Cokelat Asli

Walaupun baru berumur beberapa bulan, namun Bali Cokelat dapat diterima pasar dengan baik. Hal tersebut tak lepas dari pengalaman Indra dan Ria dalam membangun usaha kuliner sebelumnya. Bukan hanya dalam hal rasa, kualitas produk dan jaminan produk ini aman dikonsumsi seperti tagline yang didengungkan “Tanpa Pemanis, Pengawet dan Zat Kimia” menjadi jualan utama. Bahkan Ria menambahkan jika cokelat buatannya juga bisa dikonsumsi oleh mereka yang menderita diabetes.

Usaha Waralaba Bali Cokelat, Modal Rp 5 Juta, Seminggu Bisa Balik Modal

Menurut Ria, untuk membuat minuman cokelat berkualitas ia dan suami tidak main-main. Selain bekerja sama dengan produsen cokelat yang diambil langsung dari perkebunan cokelat di tanah air, masa uji coba hingga mendapatkan campuran rasa cokelat yang pas hingga beberapa bulan menjadi salah satu buktinya.

Varian Rasa dan Harga Bali Cokelat

Selain rasa cokelat original, Bali Cokelat juga memiliki beberapa varian rasa yang ditawarkan seperti Cokelat Susu, Cokelat Keju, Cokelat Oreo, Cokelat Kopi dan beberapa varian cokelat lainnya. Selain disajikan dingin, untuk cokelat original, cokelat susu, dan cokelat kopi juga nikmat disajikan dalam keadaan hangat.

Bicara mengenai harga, Bali Cokelat menawarkan harga yang terjangkau. Untuk cokelat yang disajikan dingin dijual dengan harga Rp 8 ribu per cup sedangkan untuk cokelat hangat dijual dengan harga Rp 6 ribu per cup.

Peluang Bisnis Menjadi Mitra Usaha Bali Cokelat

Melihat banyaknya permintaan untuk kerjasama, Indra dan Ria menawarkan sistem kerjasama. Adapun investasi yang ditentukan mulai dari Rp 6,5 juta untuk Mitra di Jakarta dan Jabodetabek dan Rp 5 juta untuk Mitra di luar kota.

Bagi mereka yang di Jabodetabek dengan investasi tersebut sudah mendapatkan paket lengkap, mulai dari booth, peralatan seperti blender, termos, dispenser, parutan dan peralatan pendukung lain. Selain itu Mitra juga akan mendapatkan bahan baku awal sebanyak 250 yang terdiri dari 175 pack untuk varian ice dan 75 untuk varian hot lengkap dengan cup, sedotan, hingga topping yang terdiri dari keju, cokelat dan kacang.

Sedangkan untuk Mitra luar kota, investasi yang diberikan murah karena tidak dilengkapi dengan booth. Menurut Ria, harga pengiriman booth yang mahal bisa memberatkan Mitra, bahkan harga pengiriman bisa lebih mahal dari pada membuat booth di lokasi Mitra. Di luar booth, Mitra akan mendapatkan semua keperluan usaha lengkasp sama seperti yang didapatkan Mitra Jabodetabek.

Dalam kerjasama ini, tidak ada royalty fee maupun franchise fee yang diambil dari Mitra. Sehingga sleuruh keuntungan yang didapatkan menjadi hak Mitra sepenuhnya. Mitra hanya akan diwajibkan membeli bahan baku cokelat. Bahan baku yang disiapkan oleh pihak pusat sudah ditakar sesuai dengan kebutuhan sehingga Mitra tinggal menuangkannya dalam cup.

Untuk investasi yang tidak terlalu besar, Ria dan Indra memberikan asumsi tidak terlalu lama sekitar 1,5 bulan. Balik modal tersebut dapat tercapai dengan asumsi penjualan 50 cup per hari dengan harga jual Rp 8 ribu dengan omset Rp 12 juta per bulan. Setelah dipotong dengan pembelian bahan baku sebesar 50% dan biaya lain seperti pegawai dan sewa tempat maka laba bersih sekitar Rp 4,3 juta.

Balik modal tersebut bisa lebih cepat bila usha ini dijalankan sendiri/tanpa pegawai. Hal itu telah dibuktikan salah satu mitra yang berlokasi di Bekasi Timur. Dengan omset sekitar Rp 1,3 juta per hari Mitra tersebut bisa balik modal dalam waktu sekitar 1 minggu.

Dengan kualitas dan kemudahan dalam kerjasama yang ditawarkan dan pemasaran melalui media online membuat Bali Cokelat terus berkembang. Hingga saat ini Bali Cokelat sudah memiliki sekitar 9 Mitra yang tersebar di seluruh Indonesia.

Info lebih lanjut mengenai usaha waralaba minuman cokelat ini, hubungi:

Bali Cokelat
Jl. Cibubur III, Rt 007/001, No. 17 Kel. Cibubur, Kec Ciracas, Jakarta Timur
Tlp : 081234548100 / 081234542900
Website : http://franchisebalicokelat.blogspot.co.id

Baca juga:

Leave a Reply