Usaha Mie Doea Rawit ~ Food Truck Mie Cita Rasa Indonesia

Sebagai salah satu makanan yang banyak diminati, mie menjadi menu pilihan bagi para pelaku usaha kuliner. Salah satunya adalah Effendi dan Ferdy yang mengembangkan usaha Mie Doea Rawit dengan konsep food truck. Seperti apa keunikan usaha food truck kuliner mie yang satu ini?

Awal Usaha Food Truck Mie “Doea Rawit”

Tren usaha menggunakan mobil atau truk yang akrab dikenal food truck terus menjadi pilihan pelaku usaha di tengah mahalnya harga sewa tempat. Hal ini dirasakan Effendi dan Ferdy yang memilih membangun usaha kuliner berbahan baku mie dengan nama Doea Rawit sejak Maret 2015 dengan konsep food truck.

Karena modal yang diperlukan lebih murah dibanding dengan menyewa atau membeli rukuo serta keleluasaan dalam mobilitas (jemput bola) jadi alasan keduanya memilih usaha mie dengan food truck yang sedang tren.

Dalam merintis usahanya, Effendi dan Ferdy mempersiapkan berbagai keperluan dengan sangat matang. Mengeluarkan modal sekitar Rp 300 juta untuk memodifikasi mobil box pengangkut yang menarik dan lengkap dengan interior yang sesuai dengan produk yang akan dipasarkan. Waktu yang dibutuhkan memodifikasi mobil box tersebut sekitar 7 bulan hingga didapat food truck yang siap digunakan.

Konsep Food Truck Doea Rawit

Konsep food truck sudah sangat familiar di Amerika Serikat. Karena itu, untuk menghilangkan image tersebut. Effendi dan Ferdy mencoba menonjolkan ciri khas Indonesia, baik pada produk maupun tampilan food truck-nya.

Usaha Mie Doea Rawit ~ Food Truck Mie Cita Rasa Indonesia

Ciri khas Indonesia bisa dilihat dari varian menu yang ditawarkan. Walaupun berbahan baku mie yang dibuat secara home made, Doea Rawit memadukannya dengan berbagai rempah alami khas Indonesia pada varian menunya.

Beberapa menu yang ditawarkan di antaranya Dendeng Balado, Rendang Sapi, Sate Lilit, Kari Ayam, Soto Betawi dan Bakso Sapi. Menu yang ditawarkan mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu ini juga menawarkan sensasi 10 tingkat kepedasan. Hal ini dilakuakn untuk mengakomodir banyak konsumen yang menyukai makanan pedas yang menggugah selera.

Selain dalam menu, ciri khas Indonesia juga ditonjolkan pada tampilan food truck yang menonjolkan warna merah. Yaitu dengan menggunakan ejaan Indonesia tempo dulu di setiap tulisan yang ada pada food truck Doea Rawit, mulai dari menu hingga keterangan lainnya.

Walau belum genap setahun namun respons masyarakat terhadap Doea Rawit sangat besar. Hal itu bisa dilihat dari penjualan yang bisa dilakukan dalam satu hari yang berkisar 30-50 porsi dengan omset mencapai puluhan juta rupiah.

Dari Event ke Event

Walaupun saat ini Doea Rawit sudah memiliki tempat berjualan tetap di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, namun Effendi mengaku bahwa usahanya tidak lepas dari event. Menurutnya melalui event brand Doea Rawit semakin banyak dikenal masyarakat. Selain itu, penjualan dipastikan meningkat hingga beberapa kali lipat dibandingkan dengan penjualan biasa.

Banyaknya tawaran untuk event food truck tidak serta merta membuat Effendi dan Ferdy ikut dalam event tersebut. Mereka akan melihat beberapa pertimbangan mulai dari lokasi event yang berhubungan dengan ramai tidaknya lokasi, lalu fee, bahkan hingga EO penyelenggara menjadi pertimbangan.

Keikut sertaan Doea Rawit dalam event dan kemajuan yang pesat hingga saat ini tidak lepas dari organisasi food truck yang diikuti. Melalui organisasi Food Truck, pelaku usaha bisa mendapatkan berbagai informasi berharga terutama tentang event yang akan diadakan di berbagai tempat.

Sedangkan untuk kendalanya, Effendi mengaku terkendala dalam hal operasional atau tenaga kerja. Dimana ketika mengikuti event dengan jam buka yang lebih panjang maka terasa sulit untuk melakukan penempatan tenaga kerja yang diperlukan.

Info lebih lanjut mengenai usaha food truck ini, hubungi :

Doea Rawit
Jl. Kebon Jeruk Baru, Blok A/10 Jakarta Barat
Tlp : 081331337565
Email : info@doearawit.com
Instagram : @doearawit

Baca juga:

Leave a Reply