Usaha Kedai Kopi Drip Sajikan Rasa Kopi Orisinal Nusantara Diseduh Secara Manual

Ketika ingin menikmati kopi yang diolah langsung dari biji kopi, biasanya anda harus datang ke tempat sekelas coffee shop. Namun, di kedai sederhana seperti Kedai Kopi Drip yang berlokasi di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Anda juga bisa merasakan sensasi menyeruput kopi layaknya di sebuah café. Dengan proses pembuatan secara manual membuat rasa kopi benar-benar keluar. Pelangganpun dimanjakan dengan banyak varian pilihan kopi nusantara dan mancanegara. Seperti apa usaha kedai kopi ini ?

Kopi, kini tak lagi diseruput sebagai pengusir rasa kantuk semata. Lebih dari itu, para coffee addict kini menjadikan minuman berwarna hitam ini sebagai bagian dari gaya hidup. Bahkan, beberapa orang merasa lemas jika seharian tak meneguk secangkir kopi. Acara ngopi bareng pun kerap jadi rutinitas yang tak boleh dilewatkan.

Namun, bagaimana dengan anda yang mempunyai mobilitas tinggi? Tak perlu khawatir, karena kini telah banyak kedai kopi yang menawarkan berbagai jenis kopi khas nusantara maupun mancanegara dengan kemasan praktis yang bisa dibawa ke mana saja. Salah satunya Kedai Kopi Drip, yang terletak persis di seberang Kampus Universitas Nasional (Unas), tepatnya di Jl. Sawo Manila No. 2, Pejaten, Jakarta Selatan. Kedai kopi yang dimulai dengan modal Rp 10 juta oleh Muhammad Faizal ini menyajikan berbagai olahan kopi khas nusantara dan mancanegara yang dibuat menggunakan alat-alat manual brewing sehingga menciptakan cita rasa kopi yang khas.

Menu dan Harga di Kedai Kopi Drip

Kedai kopi yang mempunyai tagline “Warung kopi manual brew” ini, diakui Rizal resmi dibuka pada 10 Juni 2014 ini didominasi warna krem dan hitam dengan tata cahaya yang diatur rapi, membuat suasana kedai menjadi terlihat megah dan nyaman. Penggunaan furniture berupa meja dan kursi kayu cukup mendukung konsep minimalis yang diusung. “Dengan area yang tidak terlalu luas, penataan lighting dan furniture ini bertujuan agar kedai terlihat megah” ucapnya.

Karena menonjolkan konsep warung kopi manual, di atas meja barista terdapat jejeran alat kopi manual yang dapat dipilih untuk teknik pengolahan kopi. Seperti alat pour over, vacuum, aeropress, rok presso, french press akebonno plunger, dan syphon akeboono. Tiap alat mempunya keunggulan tersendiri dalam memunculkan 3 aspek kopi yaitu, Body, Fragrance, dan Flavor.

Usaha Kedai Kopi Drip Sajikan Rasa Kopi Orisinal Nusantara Diseduh Secara Manual

Di salah satu sisi dinding kedai, terdapat tiga deretan black board yang mencantumkan ragam menu ala Kedai Kopi Drip. Seperti varian filter coffee berupa Toraja Kolasi, Aceh Gayo, Papua Wameno, Bali Kintamani dan Rakatau, yang ditawarkan dengan kisaran harga mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per gelas. Dari deretan Black Coffee ada Americano, Vietnam Drip dan Espresso dengan harga Rp 14 ribu hingga Rp 17 ribu per gelas. Di Black board kedua ada varian menu dengan topping durian, dan mengenakan nama nama gunung di Indonesia seperti Merapi, Merbabu, Kelud, Bromo, Mahameru dan Jaya Wijaya. “Masing-masing bisa dinikmati dengan harga mulai dari Rp 11 ribu hingga Rp 18 ribu per porsi,” tuturnya.

Sebagai pelengkap ada juga sajian dessert berupa Waffle, Affgato, Aneka Frappe dan sajian teh. Tiap menu bisa dicicipi mulai dari Rp 8 ribu hingga Rp 23 ribu per porsi. Varian menu ala Starbuck dengan harga bersahabat ini memang sengaja ditawarkan Kedai Kopi Drip agar bisa menarik pelanggan dari berbagai kalangan.

Kopi Andalan di Kedai Kopi Drip

Kopi yang menjadi andalan di Kedai Kopi Drip adalah Kopi Wamena. Dalam proses pembuatannya, biji kopi wamena seberat 20 gr dihaluskan menggunakan grinder hingga menjadi bubuk. Salah satu metode yang kerap dipilih adalah drip method yang dapat menghasilkan kopi dengan tingkat keharuman dan kekentalan yang pas.

Dalam drip method, bubuk kopi dituang kedalam filter berbentuk corong yang diletakkan di atas bejana untuk menampung tetesan kopi. Setelah itu air panas dengan suhu 80-90°C dituangkan secara perlahan selama 4 menit ke dalam wadah filter berisi bubuk kopi. Dikatakan Faizal, dalam 1 gram bubuk kopi bisa ditambahkan 15 ml air panas. “Jadi, untuk 20 gram bubuk kopi bisa ditambahkan 300 ml air,” tegasnya.

Tak perlu lama menunggu, aroma khas kopi yang dipatok dengan harga Rp 20 ribu ini, seketika menyerang hidung. Hmm, keistimewaan lain yang dihadirkan di Kedai Kopi Drip, semua kopi yang dijual tidak menggunakan gula alias kopi murni. Menurut Faizal, kopi Wamena mempunyai karakter rasa acid fruit. Bahkan beberapa barista dapat memunculkan rasa cokelat yang khas yang terdapat di dalamnya. “Keanekaragaman cita rasa kopi yang khas, akan lebih terasa ketika menyeruputnya tanpa gula,” ucap Faizal.

Menu lain yang menjadi andalan Kedai Kopi Drip ini adalah Durian Espresso. Durian dicampur kopi? Tenang, menu seharga Rp 22 ribu ini telah melewati uji resep dan terbukti uenakk. Perpaduan rasa durian yang dimixed dengan rasa kopi espresso yang kuat, begitu pas dilidah. Awalnya biji kopi ditimbang seberat 18 gr, kemudian digiling menggunakan grinder dengan kadar kehalusan penggilingan yang berbeda-beda pada setiap barista. Lalu dituang kedalam portafilter kemudian di tomping hingga bubuk kopi menjadi padat.

Setelah itu, portafilter dimasukkan kedalam alat pembuat kopi espresso ang bernama rok presso. Proses selanjutnya, air dituangkan ke dalam water chamber yang berada di atas Rok Presso sesuai takaran. Setelah itu alat dipompa hingga cairan kopi keluar dari Rok Presso dan ditampung didalam gelas kecil.

Ditempat terpisah, Faizal menyiapkan mangkuk es campur yang telah diisi es batu dan potongan daging buah durian. Setelah itu kopi espresso disiramkan diatas daging durian dan ditambah 3 keping cookies sebagai topping. Rasa kopi espresso yang pahit dipadukan dengan rasa durian yang manis, mampu menciptakan rasa manis alami.

Faizal mengakui sejauh ini usahanya cukup menjanjikan, tak kurang 50 pengunjung datang ke kedai kopi miliknya dan jumlah tersebut bisa bertambah pada hari libur.

Promosi dan Prospek Usaha

Berbicara promosi, Faizal mengaku jika promosi yang dilakukannya hanya mengandalkan dunia online dan juga para mahasiswa dan juga pencinta kopi. Namun tak jarang pula untuk melebarkan sayapnya Faizal mengikuti event dan bazar yang diadakan di sekitar wilayah Jakarta.

Selain itu, kedai yang buka setiap hari mulai pukul 12:00 – 23:00 WIB ini juga sering didatangi Joni Setiawan, seorang Barista pemenang Indonesia Latte Art Championship 2014. “Dengan sering didatangi beliau secara otomatis pamor kedai kami pun akan ikut terangkat,” jelasnya. Tak cukup sampai disitu, dalam mempromosikan usahanya Kedai Kopi Drip juga mengadakan promo diskon 10% dengan follow instagram di KopiDrip atau twitter di @durenontop. Rencana ke depan, Insya Allah kita mau buka cabang di Bandung, Jawa Barat dan di Ciledug, Tangerang, dekat Kampus Budi Luhur,” ungkapnya. 

Info lebih lanjut mengenai usaha kedai kopi ini, hubungi:

Kedai Kopi Drip
Jl. Sawo Manila No. 2, Pejaten, Jakarta Selatan
(Depan Kampus UNAS)
Facebook: www.facebook.com/TheKopiDrip
Instagram: KOPIDRIP
Twitter: @DurenOnTop

Baca juga:

Leave a Reply