Usaha Ekspor-Impor Dengan Memanfaatkan E-Commerce (Marketplace)

Saat ini, melakukan ekspor-impor tidak lagi harus dalam skala besar. Anda juga bisa menjalankann profesi sebagai eksportir atau importer dengan porsi pengiriman barang kecil-kecilan. Ini banyak dilakukan pelaku e-commerce.

Di masa lalu, memiliki pekerjaan sebagai eksportir atau importir terkesan sebagai pekerjaan yang ribet. Orang yang menjadi importir, misalnya, harus mencari barang di luar negeri dan mendatangi negara tempat asal barang yang akan diimpor tersebut. Si importir juga harus berjibaku mencari pembeli yang menawarkan barang sesuai dengan kriterian dan harga yang diinginkan. Belum lagi, importir harus mempelajari bahasa asing, terutama bila kemungkinan bahasa negara tersebut. Setelah proses yang panjang, barulah kesepakatan bisnis terjalin.

Tapi di masa kini pandangan seperti itu sudah tidak laku lagi. Memang, untuk impor skala besar, pembeli atau importir kerap masih datang langsung ke negara asal barang untuk menemui penjualnya. Namun orang atau importir yang hanya ingin membeli barang secara ketengan, tidak perlu ribet-ribet mendatangi negara asal barang tersebut.

Kini informasi mengenai penjual atau penyedia suatu produk di negara lain maupun informasi si mengenai peluang pasar di negara lain bisa diperoleh dengan mudah melalui berbagai pameran perdagangan internasional yang sering digelar. Kalaupun eksportir atau importir tidak punya banyak waktu untuk mengunjungi pameran-pameran tersebut, ia bisa mencari informasi melalui internet.

Si eksportir atau importir bisa mencari informasi yang ia inginkan melalui situs otoritas perdagangan masing-masing negara. Bahkan, dengan semakin berkembangnya e-commerce saat ini membuat eksportir maupun importir bisa dengan mudah mencari informasi mengenai pemasok barang atau membuka pasar di luar negeri.

Usaha Ekspor-Impor Dengan Memanfaatkan E-Commerce (Marketplace)

Di era e-commerce ini, banyak perusahaan tenar membuka jalur pembelian secara online. Dus, konsumen bisa memesan langsung ke produsen melalui laman situsnya. Hal ini juga mempermudah pengusaha yang ingin memasok barang dari perusahaan tersebut ke negaranya.

Selain itu, kini sudah banyak marketplace yang cukup tenar. Eksportir yang mencari pasar baru tinggal membuka laman di marketplace yang banyak dikunjungi orang dan berskala internasional. Sebut saja yang cukup tenar ada Alibaba.com, Aliexpress.com, atau Amazon.com. Begitu juga importir yang mencari pemasok, bisa mencari pemasok dari marketplace.

Untuk mengenal lebih jauh si pemasok, importir bisa melihat profil si pemasok tersebut. Bila suatu perusahaan ingin kredibilitasnya terjaga, biasanya ia juga menyertakan alamat situsnya di halaman marketplace-nya. Importir bisa mencari tahu lebih jauh dengan membaca informasi di situs perusahaan-perusahaan pemasok tersebut. “Perusahaan yang kredibel bisa tercermin melalui situsnya, sehingga memudahkan pembelian secara online,” kata Julia Famor, pendiri dan pemilik Adoramora, toko online penjual sepatu dan tas impor.

Penjual dan Pembeli  Bertemu Lewat Marketplace

Kehadiran marketplace skala global membuat pertemuan antara penjual dan pembeli dari negara lain semakin mudah. Apalagi, kini marketplace juga mengubah konsepnya bukan lagi sekedar tempat konsumen mencari barang yang ia inginkan, tapi juga tempat untuk mempertemukan eksportir dan importir. Jadi, target para penjual di marketplace bukan lagi cuma end user, tapi juga reseller.

Salah satu yang sudah menerapkan konsep ini adalah Alibaba dan Aliexpress. Marketplace skala global milik Jack Ma tersebut terkenal dengan konsep mempertemukan reseller dan buyer dari berbagai negara dengan supplier atau produsen dari China. Seperti Anda ketahui, di China banyak sekali pabrikan yang berminat memperluas pasar.

Alibaba dan Aliexpress, yang sama-sama dimiliki Jack Ma ini, memiliki konsep penjualan yang berbeda. Alibaba menawarkan produk dalam sekala wholesale. Jadi, jika Anda ingin membeli barang di Alibaba, Anda akan diarahkan untuk melakukan pembelian leebih dari satu item. “Dan kalau berbelanja di Alibaba, untuk harga pun masih bisa dikomunikasikan lebih lanjut dengan penjual,” kata Wahyu Suhendra, konsultan dan penyedia jasa pembelanjaan luar negeri.

Sementara di Aliexpress, pembeli masih bisa membeli dalam skala kecil. Maklum, Aliexpress memang didesain untuk melayani pembelian ritel.

Sistem belanja online ini bisa digunakan bila Anda ingin berbisnis produk impor kecil-kecilan di dalam negeri, atau bila Anda ingin membuka pasar di luar negeri. Anda tertarik menjalankan profesi sebagari eksportir atau importir ala e-commerce ini ?

Kalau Anda berniat menjadi eksportir, Anda bisa membuat laman untuk produk dagangan di marketplace yang Anda pilih. Ade Makmursyah, pendiri PT Kopi Boutique Indonesia, juga memanfaatkan Alibaba untuk mencari pasar di luar negeri. “Dari Alibaba ada beberapa yang menghubungi saya dan akhirnya deal untuk membeli produk saya,” kisah Ade.

Kalau memanfaatkan Alibaba, Anda bisa membuat akun untuk perusahaan Anda secara gratis. Tapi tentu saja, eksposur tidak terlalu besar.

Sementara kalau Anda berminat menjadi importir, Anda bisas coba menjelajahi marketplace macam Alibaba atau Aliexpress tadi untuk mencari pemasok barang yang menarik untuk dijajakan di Indonesia.

Anda bisa menghubungi langsung penjual untuk membeli dagangannya. Ini dengan asumsi, Anda memiliki fasilitas untuk mendukung transaksi, misalnya fitur pembayaran online seperti Paypal.

Kalau belum memiliki fasilitas tersebut, atau tidak yakin bisa melakukan komunikasi sendiri dengan pembeli di marketplace, Anda bisa meminta bantuan piha ketiga.

Anda bisa memanfaatkan bantuan penyedia jasa pembelanjaan luar negeri. Ada banyak yang menyediakan jasa sejenis.

Salah satunya adalah Jasa Order yang dimiliki Wahyu Suhendra. Pria ini sudah terbiasa meladeni permintaan titip belanja di marketplace global seperti Aliexpress, eBay dan Amazon. Ia menawarkan jasanya melalui www.jasaorder.biz. Menurut Wahyu, sekitar 50% pengguna jasanya saat ini adalah reseller, sementara 50% lagi adalah end user.

Wahyu bilang, untuk reseller, biasanya mereka akan menjual lagi produk yang dipesan di marketplace lokal, atau melalui situs e-commerce masing-masing. “Biasanya mereka ini adalah reseller yang tidak mau direpotkan dengan proses pemesanan atau reseller yang tidak memiliki kartu kredit atau akun PayPal,” kata Wahyu.

Tapi perlu Anda ingat, bila Anda menggunakan jasa pembelanjaan luar negeri, Anda bakal keluar biaya tambahan. Ini bakal membuat barang yang Anda jual jadi lebih mahal atau margin dari jualan Anda lebih kecil. Sayang, Wahyu tidak bersedia membuka fee yang ia terima dari pengguna jasanya.

Cuma, jangan sembarangan juga melakukan pembelian melalui marketplace. Biasanya, marketplace akan menampilkan testimony dan pemeringkatan (rating) untuk satu orang penjual. Jadi, saat mendapatkan produk yang diinginkan, pembeli sebaiknya melihat dulu rating si penjual dan testimoni dari orang-orang yang pernah membeli dari penjual tersebut.

Misal, di Aliexpress, rating dan testimony diberikan untuk penjual dan produk. Rating untuk penjualan biasanya berupa kategori penjual, dari tipe yang sangat direkomendasikan. Sedangkan, untuk testimoni datang dari konsumen yang sudah membeli. “Kalau dilihat 90% bagus testimoninya dan rating yang dimiliki penjual bagus, maka penjual bisa dipercaya,” ujar Wahyu.

Pengiriman dan Pembayaran

Agar bisa menjual barang dengan harga bersaing di dalam negeri, importir juga perlu memikirkan pilihan pengiriman. Di Aliexpress, ada pilihan pengiriman menggunakan Post Registered Mail. Dengan pilihan pengiriman ini, pembeli tidak dikenakan ongkos kirim. Penjual akan mengirimkan barang melalui pos China dan akan diteruskan oleh Pos Indonesia.

Ada juga pilihan kurir internasional seperti Fed Ex, UPS atau DHL. Keunggulan pengiriman via kurir internasional ini adalah waktu pengiriman lebih singkat. Namun ongkos kirimnya lebih mahal. Sementara bila melalui pos, waktu pengiriman bisa mencapai satu bulan.

Yang perlu diperhatikan juga, kadangkala kurir internasional tidak memiliki agen di daerah pelosok. Karena itu, bila tujuan pengiriman termasuk di daerah pelosok, biasanya akan ada tambahan biaya, karena kurir internasional memanfaatkan jasa kurir lokal.

Marketplace juga menyediakan berbagai sistem pembayaran. Pada dasarnya, seluruh marketplace menerima pembayaran dengan kartu kredit. Tapi beberapa marketplace juga menyediakan fasilitas pembayaran lain. Aliexpress misalnya, menerima pembayaran lewat Doku Wallet.

Kelebihan pembayaran dengan kartu kredit adalah prosesnya cepat, dan jika ada klaim refund maka dana bisa langsung kembali ke rekening kartu kredit. Sedangkan, kelemahannya adalah harus mengikuti kurs yang diatur oleh penyedia kartu kredit.

Perlu diketahui, total duit yang harus dibayarkan oleh pembeli bukan hanya sebesar harga barang dan ongkos kirim. Bila nilai pembelian melebihi nilai tertentu, maka pembeli juga akan dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPh) dan Bea Masuk sesuai kategori barang yang akan dikirim. “Saat ini untuk produk seharga kurang dari US$ 50 tidak terkena paja,” tambah Wahyu.

Jika dirata-rata, total pajak dan bea masuk produk biasa, bisa mencapai 30% dari total pembayaran kita. Namun, kalau produk yang diimpor terbilang barang mewah, maka akan terkena pajak barang mewah. Aturannya disesuaikan dari aturan cukai dalam negeri. Berdasarkan pengamatan Wahyu, pajak barang mewah presentasenya berkisar 10%-40% dari harga produknya.

Membeli Langsung via Website

Anda juga bisa memesan produk langsung dari situs penjual. Julia menyebut, importir bisa mengecek rekam jejak produsen melalui situsnya. Selain itu, importir juga bisa memanfaatkan relasi. Ambil contoh Adoramora yang menjual produk dari Amerika Serikat dan Inggris. “Saya juga memanfaatkan kenalan di sana untuk mencari tahu soal produsen tersebut,” ujar Julia.

Julia punya sedikit tip. Jika Anda mencari info seputar produsen tersebut melalui mesin pencari Google, jika situs perusahaan muncul di tiga halaman pertama, maka kredibilitas mereka biasanya masih bisa dipercaya. Selain itu, Anda bisa mencoba memasukkan produk ke dalam keranjang belanja. “Jika kita sekali memasukkan data langsung direspon, dan tidak berulang kali meminta data kita, maka produsennya bisa dipercaya. Karena berarti mereka punya kemampuan menyimpan data kita,” ujar Julia.

Bila Anda membeli langsung dari situs produsen, sistem pengirimannya akan sedikit berbeda. Produsen atau penjual dari Amerika dan Inggris lazimnya memanfaatkan ja kurir lokal atau kurir internasional. Beberapa penjual bahkan ada yang tidak bersedia mengirim ke Indonesia.

Jika demikian, importir bisa memanfaatkan jasa forwader. Ini adalah seseorang atau perusahaan yang menyediakan tempat singgah sementara dengan alamat lokal suatu negara. Sehingga nanti, penjual bisa mengirim produk ke forwader terlebih dulu. Nantinya, forwader tersebut yang akan mengirimkan produk ke alamat Indonesia dengan kurir internasional. “Biaya penerusan atau impor biasanya beraga, tapi rata-rata saat ini berkisar Rp 300.000 per kilogram,” ujar Julia.

Berbeda dengan marketplace yang biasanya menyediakan metode pembayaran banyak demi menarik konsumen, bila Anda membeli langsung dari situs si penjual atau produsen, metode pembayarannya terbatas hanya dengan kartu kredit stau transfer bank lokal. Untuk melakukan pembayaran, Anda bisa memanfaatkan jasa forwarder atau kenalan yang masih berdomisili disana.

Kalau tidak mau ribet, Anda bisa memanfaatkan kartu kredit. Hanya saja, kadang butuh waktu sehari untuk menunggu tagihan dalam bentuk mata uang rupiah. “Dan yang pasti lebih mahal dari kurs yang berlaku real time,” tambah Julia.

Tertarik mencoba ?

Baca juga:

Leave a Reply