Tips / Jurus-jurus Andal Dalam Mengelola Bisnis Katering Pesta

Kebiasaan masyarakat Indonesia yang senang mengadakan pesta membuat bisnis katering pesta menjamur. Namun untuk bertahan dibutuhkan komitmen pengelola untuk tetap menjaga kepercayaan dan rasa makanan.

Aktivitas Tiurma Sijabat bertambah. Saban akhir pekan wanita berusia 26 tahun ini sibuk menyambangi pameran-pameran pernikahan dan kantor pemasaran perusahaan katering. Tujuan dia mencari makanan yang cocok di lidah.

Hingga kini, Tiurma sudah mengunjugi lebih dari 20 kantor pemasaran katering untuk mencobai makanannya. Padahal, pernikahannya akan dilangsungkan enam bulan lagi.

Meski terlihat sepele, hidangan pesta menjadi salah satu pekerjaan yang sangat menyita waktu. Maklum, hidangan pesta punya peran yang cukup vital dalam menambah rasa bahagia para tamu undangan. Bila makanan kurang atau hidangan tidak enak, bisa jadi omongan tamu setelah pesta.

Pentingnya hidangan pesta membuat pihak yang mampu mencium peluang menjadi katering pesta jadi bisnis menjanjikan. Bahkan bisnis ini terus berkembang biak seperti jamur di musim hujan.

Peluang Usaha Catering Sehat ~ Bisnis Yang Menguntungkan

Pemilik Ade Catering Sapbri Piliang mengatakan, bisnis katering pesta permintaan yang menjanjikan. Pada waktu tertentu, pasti ada saja yang menyelenggarakan pesta, mulai dari acara kantor hingga hajatan pernikahan. Kebutuhan akan pesta juga ditunjang panjangnya prosesi adat istiadat masyarakat di Indonesia.

Selain itu, mendirikan usaha katering pesta tidak terlalu sulit. Hanya perlu minat, ketekunan dan tekad untuk berbisnis katering. Masalah modal tidak terlalu dipusingkan karena bisa meminta uang muka dari pemilik pesta.

Sapbri mengatakan, bisnis katering pesta juga menjanjikan margin yang cukup sehat antara 15% hingga 25% dari total biaya katering.

Ade Catering merupakan usaha jasa penyedia makanan pesta yang sudah berdiri sejak 1993. Saat ini Ade Catering menyediakan paket makanan, mulai dari 40 jutaan hingga di atas Rp 200 juta. Ade Catering sudah menawarkan jasanya di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) hingga Sukabumi dan Serang. Saban minggu, Ade Catering biasa menyediakan jasa katering bagi dua hingga empat pesta pernikahan.

Kepercayaan

Komisaris Utama Puspa Catering Services Niniek Puspowijoyo mengattakan, untuk mendirikan usaha katering, pemilik harus sudah memiliki berbagai izin. Mulai dari izin usaha, tanda daftar perusahaan, izin higienis usaha jasa boga hingga sertifikat halal. Tak lupa juga menjadi anggota Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) agar bisa menjadi rekanan gedung pesta.

Meski peluang bisnis cukup besar dan persyaratan mendirikan usaha tidak rumit, bisnis katering pesta bukaannya tanpa tantangan. Salah satu tantangan dalam bisnis katering pesta adalah kian banyak pemain baru dalam bisnis tersebut. Sebagian besar yang masuk merupakan para pebisnis yang memiliki modal besar.

Niniek menceritakan, pada awal mengembangkan bisnis, ia tidak menemukan hambatan dari persaingan. Maklum, para pemain ketika itu tidak banyak dan sebagian besar merupakan pengusaha rumahan.

Puspa Catering merupakan perusahaan katering yang berdiri sejak 1984. Saban bulan, Puspa melayani 40 pesta pernikahan atau 7.000 hingga 8.0000 undangan. Harga paketnya di atas Rp 45 juta. Puspa Catering menawarkan jasa tataboganya di wilayah Jabodetabek.

Niniek menambahkan, untuk mengatasi tantangan bisnis pengusaha katering hanya perlu menjaga kepercayaan konsumen. Konsumen yang puas dengan layanan yang diberikan pastikan kembali lagi.

Sapbri menambahkan, pelaku usaha juga harus mau belajar mengembangkan menu yang ditawarkan. Pengunjung pesta memiliki selera beragam tidak bisa dipaksakan dengan menu daerah tertentu saja.

Anda tertarik untuk mengembangkan bisnis katering pesta? Tanpa bermaksud memberikan rekomendasi, berikut beberapa saran dari para pemain yang sudah punya jam terbang tinggi dalam bisnis katering.

Peralatan dan Karyawan

Bisnis katering pesta bukan bisnis yang mudah. Pelaku bisnis harus bisa memuaskan keinginan dan selera makan dari tamu pesta sehingga tidak membuat tuan rumah malu.

Pemilik Diva Katering Nena Firdaus mengatakan, salah satu hal yang vital disiapkan adalah peralatan makan. Mulai dari peralatan masak hingga peralatan makan. Tak lupa pula dilakukan pergantian peralatan akan secara berkala karena peralatan pesta ada masa pakainya (aus).

Diva Katering merupakan perusahaan katering yang berkantor di Jakarta Barat dan berdiri sejak 2006. Sebulan Diva Katering bisa melayani sekitar 20 klien dengan jumlah tamu dari 600 orang hingga 6.000 orang dengan biaya mulai Rp 50 juta.

Gibran Rakabuming, pemilik Chilli Pari Katering, menambahkan, dalam mengembangkan bisnis, pengusaha katering juga perlu merekrut karyawan. Paling tidak dibutuhkan tenaga juru masak, juru saji hingga tenaga pemasaran. Dalam usaha katering, untuk urusan yang vital dibutuhkan tenaga kerja tetap sementara untuk membantu di hari pelaksanaan bisa menggunakan tenaga paruh waktu.

Gibran mulai mengembangkan bisnis katering pesta sejak 2010. Saat ini Chilli Pari Katering sudah melayani wilayah Solo, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Katering asal Solo ini menawarkan paket katering mulai Rp 50 jutaan dan menangai minimal empat pesta pernikahan per minggu.

Bahan Baku

Bisnis katering pesta merupakan bisnis yang mengurusi tamu yang jumlah ratusan hingga ribuan orang dalam satu pesta. Karena itu, pengelolaan bahan baku jadi kuncinya.

Pada Chilli Pari Katering, belanja bahan baku mendekati hari pesta. Belanja bahan baku minimal sekali dalam seminggu disesuaikan dengan permintaan yang masuk.

Gibran mengatakan, baru belanja paling tidak hari Kamis. Salah satu alasannya, supaya bahan tetap segar ketika dimasak. Dus, ia tak perlu menyimpan bahan baku terlalu lama.

Pada Diva Katering, belanja bahan segar seperti sayuran, buah dan ikat serta aging sekali seminggu. Adapun untuk bahan bumbu kering dilakukan sekali dalam sebulan karena bisa disimpan dalam waktu lama.

Naniek mengatakan, untuk memastikan pasokan bahan baku, Puspa Catering bekerja sama dengan supplier dalam bentuk grosir dan perkulakan. Salah satu mitranya adalah Lotte Mart Wholesale. Untuk bergabung tidaklah sulit, cukup mendaftar dan meninggalkan nomor kontak.

Pemasaran

Dalam dunia usaha, agar dapat bertahan dan berkelanjutan harus dipastikan perusahaan mendapatkan klien atau konsumen. Untuk inilah dibutuhkan dilakukan pemasaran dari produk yang dijual.

Beberapa pengusaha katering pesta memasarkan produknya dengan menebar brosur. Diva Catering menyebar 10.000 brosur per bulan. Hal yang sama juga ditempuh pemilik Chilli Pari Katering.

Pemasaran jasa bisa dilakukan dengan mengikuti pameran. Saban tahun minimal ada tiga pameran pernikahan yang diselenggarakan untuk menarik para calon pengantin. Pemilik juga bisa memasarkan melalui internet. Caranya dengan tergabung dengan website weddingku.com dan bridestory.com. Kedua website ini merupakan yang terdepan dalam menawarkan dan memasarkan produk jasa-jasa pernikahan.

Cara lainnya, dengan menjadi rekanan gedung penyelenggara pesta. Nantinya pengelola gedung akan menyediakan brosur tentang paket katering dan menghubungakan klien dengan jasa katering. Untuk bisa menjadi rekanan, pengelola katering nantinya akan dikenakan iuran tahunan.

Cara lainnya, dengan menawarkan tes makanan gratis. Layanan ini diberikan pada mereka calon klien yang tertarik menggunakan jasa perusahaan katering.

Sapbri mengatakan pemasaran yang paling efektif dalam bisnis katering adalah pesta itu sendiri. Caranya, dengan menghadirkan dekorasi katering yang bagus dan menarik dan menyajikan makanan dan minimun yang memuaskan lidah pelanggan. Bila berhasil, mereka dengan sukarela akan merekomendasikan katering tersebut.

Manajemen

Agar usaha bisa teta bertahan, manajemen juga menjadi kunci utama yang harus diperhatikan. Manajemen tersebut baik karyawan maupun manajemen keuangan.

Nena mengatakan, manajemen keuangan sangat krusial dalam bisnis katering. Banyak bisnis katering yang gulung tikar karena manajemen keungan yang buruk. Mislanya, penggunaan dana klien yang disalahgunakan bukan untuk tujuan memenuhi pesanan klien serta biaya operasional dan pembayaran karyawan yang terlalu tinggi.

Karyawan juga harus dikelola dengan baik. Pengelolaan ini bertujuan untuk memastikan karyawan tetap loyal dan mengutamakan perusahaan. Caranya, dengan memberikan insentif yang sesuai.

Baca juga:

Leave a Reply