Peluang Usaha Kaki Lima Chinese Food, Bisnis Yang Menjanjikan

Mengapa Memilih Usaha Kaki Lima Chinese Food?

Usaha kuliner boleh dibilang tidak ada matinya. Selama manusia hidup, selama itu pula membutuhkan makanan. Apalagi dengan jumlah jutaan penduduk Indonesia, merupakan pasar besar dan tak ada habisnya. Di era krisis, ketika keadaan keuangan semakin menipis, mengembangkan usaha diperlukan cara yang praktis. Usaha makanan populer kaki lima sebagai satu alternative tepat bagi Anda yang memiliki modal terbatas. Arti dari usaha kaki lima (street hawker) di sini adalah melakukan aktivitas usaha makanan dengan menggunakan fasilitas tidak tetap, terbatas dan biasanya berada di pinggiran jalan atau tempat ramai lainnya. Disebut kaki lima karena lebih merujuk kepada kegiatan informal. Yakni usaha informal yang dikelola oleh perorangan dengan berpindah atau tidak tetap. Usaha Chinese food yang dulunya banyak disajikan di resto mahal bisa bergeser menjadi usaha kaki lima yang banyak diminati karena terjangkau dan rasa enak.

Keunggulan membuka usaha kaki lima, di samping secara manajerial bisa dikendalikan langsung, modal kecil, mudah dilakukan, juga resiko kerugian yang rendah. Bagi pemilik modal terbatas, memilih usaha makanan ini adalah solusi yang paling tepat. Apalagi jenis makanan yang dikembangkan adalah makanan populer yang sudah dikenal. Dengan begitu makanan dan minuman yang dijual cepat laku.

Namun, karena usaha kaki lima Chinese food sangat mudah dilakukan oleh siapapun, sehingga pelaku usaha ini sangat banyak dan beragam. Sebagaimana usaha makan dan minuman yang mudah dibuat dan ditiru oleh siapapun, maka diperlukan kiat khusus agar tidak terjebak pada persaingan yang keras. Persaingan yang keras bisa berupa harga murah ataupun saling sikut, sehingga lama kelamaan pedagang akan mengalami kerugian.

Usaha kuliner kaki lima Chinese food lebih mudah dilakukan dibanding usaha kuliner lain yang tidak populer karena mengenalkan makanan baru membutuhkan waktu lama dan biaya yang cukup tinggi juga. Makanan Chinese food yang populer seperti cap cay, mie, nasi goreng, nasi ayam dan seterusnya adalah makanan yang sudah dikenal sehingga pembeli sudah terbiasa untuk menikmatinya. Usaha ini tidak memerlukan investasi gedung yang mahal karena memang ciri khas dan usaha ini biasanya menempati area tertentu yang tidak permanen. Usaha kaki lima (PKL = pedagang kaki lima) selalu mencari pusat tempat tempat strategis di mana pembeli berkumpul. Pedagang biasanya tidak menetap, bisa menggunakan warung tenda atau gerobak sebagai tempat jualan.

Peluang Usaha Kaki Lima Chinese Food, Bisnis Yang Menjanjikan

Tantangan Usaha Kaki Lima Chinese Food

Sebagaimana usaha kaki lima lainnya yang banyak pesaing (lihat saja puluhan penjual mie ayam bisa saja berderet deret dalam satu lokasi) maka untuk memulai usaha kuliner kaki lima Chinese food diperlukan strategi yang tepat.

Tiba saatnya untuk melakukan perhitungan investasi yang diperlukan. Mungkin kalau dari peralatan dan perlengkapan usaha kaki lima tidak memerlukan investasi besar. Dari yang tingkat rendah jika untuk menyiapkan gerobak sederhana atau tenda kaki bisa di bawah lima jutaan rupiah. Melakukan eksperimen kecil untuk membuat usaha Chinese food bisa dijual dan sudah terkendali dengan baik. Seluruh rasa, penampilan sampai cara penyajian sudah standard.

Ketika sudah yakin dengan mutu makanan yang dijual dan sudah menentukan harga jual yang cocok maka usaha kaki lima ini sudah bisa mulai dilaksanakan.

Usaha kuliner Chinese food kaki lima di samping kemudahan untuk dimulai karena investasi tidak mahal, maka usaha ini juga akan memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya yang paling berat dari usaha kaki lima adalah tidak permanen sehingga mudah untuk berpindah. Apalagi terkait dengan lokasi yang terkadang ternyata adalah lokasi terlarang (dilarang berjualan) namun ramai pengunjung. Sebagaimana keberadaannya bahwa usaha PKL paling sering berada di pinggiran jalan atau tempat ramai yang lain sehingga kondisi ini kadang menimbulkan kemacetan atau mengganggu, kebijaksanaan merelokasi berpengaruh terhadap kelangsungan usaha.

Salah satu tipe pembeli indoneisa yang paling banyak adalah tidak mau ribet, sehingga memilih untuk mendatangi lokasi termudah dan terdekat. Usaha kuliner kaki lima pun perlu waktu untuk memperkenalkan usahanya, ketika berpindah maka pembeli akan susah mencari kembali atau bahkan kurang menyukai lokasi yang baru.

Jadi bagi Anda yang ingin aman dari “razia” atau berpindahnya lokasi atau terkenanya aturan maka pilih lokasi yang memang diperuntukan untuk pusat jajanan. Sering kali lokasi strategis namun rawan terjadi razia PKL, ini tentu akan merugikan Anda. Cari informasi yang lengkap mengenai legalisasi lokasi tempat berjualan.

Baca juga:

Leave a Reply