Peluang Usaha Berjualan Barang Elektronik Lewat Toko Online Masih Terbuka

Makin banyak orang yang membeli barang elektronik secara online. Alhasil, peluang usaha berjualan elektronik di dunia maya makin besar. Apalagi, margin usahanya dua digit. Cuma, modal yang dibutuhkan sangat besar.

Sebagian masyarakat Indonesia makin keranjingan berbelanja di dunia maya. Selain praktis, harga yang lebih murah menjadi pertimbangan mereka membeli produk dan jasa di lapak atau toko online.

Hasil riset Kantar Worldpanel soal fast moving consumer good (FMCG) di Indonesia yang dirilis Oktober 2015 lalu menunjukkan, produk fashion dan barang elektronik menempati urutan teratas produk yang dibeli secara online. Info saja, produk elektronik masuk dalam kategori FMCG dengan klasifikasi fast moving consumer electronics exchange.

Maklum, saat ini banyak yang menggunakan barang elektronik untuk waktu singkat, antara satu tahun hingga 2 tahun. Soalnya, produsen elektronik terus mengeluarkan model-model baru yang berteknologi lebih maju.

Ambil contoh, televisi. Produsen elektronik berhasil melahirkan smart TV yang menggabungkan televisi berlayar kualitas tinggi dengan akses internet. Alhasil, sambil nonton siaran televisi, pemirsa bisa memperbarui status akun pribadinya di jejaring sosial.

Peluang Usaha Berjualan Barang Elektronik Lewat Toko Online Masih Terbuka

Ini makin klop dengan perilaku sebagian masyarakat Indonesia yang menjadikan barang elektronik bukan cuma untuk kebutuhan, juga sebagai gaya hidup. Tak heran, barang elektronik, mulai televisi, mesin cuci, penyejuk ruangan (AC), hingga konsol permainan alias game console menjadi salah produk yang paling dicari konsumen di dunia maya.

Hendrik Tio, pemilik Bhinneka.com, mengatakan pembelian barang elektronik lewat toko online memang cukup besar. Soalnya, pelapak online berani memberikan harga yang lebih murah ketimbang pemilik toko offline.

Modal Besar

Tentu, penjualan yang lumayan bagus ini membuka peluang orang membuka toko elektronik online. Tambah lagi, Raymond Siswara Wong Direktur Arjunaelektronik.com, bilang, produsen elektronik masih lebih suka menggunakan saluran tradisional untuk menjual produk-produknya. Mereka masih berkonsentrasi menjual barang elektronik melalui toko atau gerai fisik (offline).

Bagi produsen elektronik, untuk membeli barang elektronik masyarakat perlu melihat dan menyentuh langsung produk yang akan mereka beli.

Arjunaelektronik.com menjual berbagai produk elektronik, mulai TV, kulkas, mesin cuci, AC, audio system, sampai peralatan rumah tangga. Saban bulan, menurut Raymond, toko elektronik online-nya bisa melego lebih dari 100 barang.

Barang elektronik yang juga punya pasar cukup menjanjikan adalah game console seperti PlayStation dan askesorinya. Dennis Andreas, pemilik Dextmall.com, menuturkan, permintaan konsol permainan cukup tinggi. Penyebabnya, game berbasis online yang semakin marak. Dampaknya, para gamers lebih senang mencari produk sembari bermain game di dunia maya.

Yang makin menggiurkan membuka toko elektronik online, Raymond menambahkan, margin atau keuntungan usahanya bisa dua digit tanpa mau menyebut angka pasti.

Cuma, walau punya peluang yang besar, persaingannya terbilang sengit. Sebab, terus bermunculan toko elektronik online baru. Belum lagi kehadiran mal online milik para konglomerat dan investor asing yang juga menjual bermacam barang elektronik. Lantaran punya dana jumbo, mereka dengan mudah jor-joran mempromosikan mal online-nya. Sebut saja, Mataharimall.com.

Lantaran harga produknya enggak murah, untuk berbisnis barang elektronik online tentu membutuhkan modal yang tidak sedikit. Tapi, dana untuk membeli barang elektronik untuk stok bisa berkurang jika mendapatkan produk langsung dari produsen atau importir. Biasanya mereka senang berhubungan langsung dengan pembeli jumlah besar.

Dana besar juga dibutuhkan unutk membangun website. Raymond menceritakan, untuk membuat situs Arjunaelektronik.com, dirinya dan sang kakak menghabiskan dana dalam jumlah gede. Duit itu digunakan untuk membayar jasa tenaga ahli dalam membangun dan mengembangkan laman Arjunaelektronik.com. Maklum, tenaga ahli yang jago membikin situs yang mumpuni masih terbatas sehingga bayarannya lumayan tinggi.

Sebab, prinsip Raymond adalah, website yang bagus lebih dilirik konsumen ketimbang situs yang biasa-biasa saja. Makanya, ia rela merogoh kocek dalam-dalam untuk membangun situs.

Berapa uang yang Raymond habiskan untk membuat website Arjunaelektronik.com? Dia merahasiakan nilainya. Yang jelas dana yang dihabiskan lebih besar ketimbang membuka toko offline.

Hendrik menambahkan, modal yang jumbo juga dikeluarkan untuk merekrut karyawan. Mulai tim marketing hingga tim teknologi informasi (IT). Tim IT tentu bertugas mengelola website dan menjaga sistem keamanan pelanggan saat bertransaksi.

Kala memulai bisnis online tahun 1999 silam, Hendrik mengeluarkan dana hingga Rp 100 juta. Jumlah yang sangat besar ketika itu. Tapi dia mengklaim saat ini Bhinneka.com menjadi salah satu perusahaan e-commerce yang sudah balik modal dan mencetak laba.

Butuh Gudang

Nah salah satu keuntungan berbisnis barang elektronik online adalah tempat display yang tidak terbatas. Pemilik toko online bisa memajang semua barang yang dijajakan di situsnya. Setelah itu, mereka hanya perlu memastikan ketersediaan barang di gudang.

Tapi, apakah ini berarti pebisnis barang elektronik online tidak membutuhkan toko offline? Hendrik mengungkapkan, keberadaan toko fisik sangat tergantung pada pemilik dan model bisnis yang dikembangkan. Jika model bisnisnya seperti Bhinneka.com yang menjual oroduk secara langsung, maka tidak perlu punya toko offline. Yang dibutuhkan hanya gudang untuk menyimpan sekaligus memastikan stok barang.

Cuma, menurut Raymond, sebaiknya pebisnis barang elektronik online punya toko offline. Pasalnya, produsen dan pemasok barang elektronik lebih percaya kepada pemilik toko fisik. Selain itu, masyarakat Indonesia masih terbiasa memeriksa barang elektronik sebelum membeli.

Untuk yang mau berjualan game console, pebisnis online juga harus memiliki toko fisik. Tapi, mereka tidak butuh gudang karena tak menyimpan persediaan barang dalam jumlah besar. Kehadiran toko offline untuk memberikan pengalaman langsung kepada pelanggan ketika mencoba game console yang mereka cari.

Kalau sudah punya toko barang elektronik online, tentu Anda harus memikirkan kelangsungan hidupnya. Berikut beberapa tip agar bisnis anda bisa bertahan dan untung :

1. Promosi

Sebagus apapun website yang dibangun belum tentu bisa menyedot konsumen untuk sekadar mengunjungi situs Anda. Sebagai pendatang baru, masyarakat tidak mengetahui laman toko online Anda. Untuk itu, Anda perlu melakukan promosi. Salah satunya dengan melakukan search engine optimization (SEO). Ini ialah suatu teknik untuk memaksimalkan situs agar lebih dikenal atau lebih mudah dibaca oleh mesin pencari atau search engine.

Yang tidak kalah penting, Anda juga mesti memasang iklan di media sosial, seperti Twitter dan Facebook. Dengan beriklan di social media, Anda bisa membidik para pengguna atau user jejaring sosial yang menjadi target pasar sehingga iklan bisa efektif.

Hendrik menyarankan para pemula di bisnis barang elektronik online juga mesti membuka lapak di situs pusat belanja online, seperti Lazada dan Blibli, serta marketplace semisal Tokopedia dan Bukalapak. Sebab, situs pusat belanja online dan marketplace selalu gencar berpromosi, sehingga bisnis Anda bisa terangkat.

Namun, Raymond berpesan, anda perlu memantau barang dagangan sesering mungkin. Maklum, ada banyak toko online yang menawarkan produk yang sama dengan harga yang lebih murah di situs pusat belanja dan marketplace.

2. Keunikan

Agar produk yang Anda jual mendapat perhatian dari khalayak, butuh sesuatu yang unik. Pembeda ini bisa memaksa orang mencari produk Anda dan membelinya. Selain itu, keunikan akan membuat anda keluar dari zona persaingan dari kompetitor. Keunikan tersebut bisa dari bentuk hinga layanan yang diberikan.

Raymond mengungkapkan, jika bisa menciptakan keunikan, itu bakal membuat pelanggan memiliki anggapan produk yang Anda jual tidak ada di tempat lain. Ambil contoh, salah satu pembeda Arjunaelektronik.com dengan toko online sebelah adalah, pelanggan bisa membeli produk elektronik secara online secara kredit. Arjunaelektronik.com menggandeng perusahaan pembiayaan FIF Spektra dan AEON dalam menghadirkan layanan ini.

3. Pengiriman

Pengiriman barnag pesanan pembeli menjadi salah kunci sukses berbisnis online. Ini menjadi penting karena sebagian barang elektronik wujudnya besar-besar, seperti mesin cuci dan kulkas. Tak Cuma itu, barang elektronik rentan terhadap benturan.

Makanya, Anda mesti memiliki layanan pengiriman barnag yang bagus. Selain cepat dan tepat waktu, barang yang diantar harus sampai di tangan pembeli dalam keadaan mulus. Anda juga bisa bermitra dengan perusahaan logistik yang punya reputasi sangat bagus.

Baca juga:

Leave a Reply