Peluang Bisnis Waralaba Yang Menjanjikan Bersama Tig’u Family Barbershop ~ BEP 5 Bulan

Memiliki keahlian mencukur rambut dan melihat prospek bisnis barbershop yang sangat menjanjikan membuat Wukir Mulyo Edi membuka bisnis barber shop bernama Tig’u Family Barbershop. Mengusung konsep minimalis dan harga kaki lima membuat bisnis yang dibangun sejak September 2012 ini tak pernah sepi. Seperti apa bisnis barbershop yang membuka pula jasa kursus potong rambut ini?

Awal Bisnis Waralaba “Tig’u Family Barbershop”

Kebutuhan jasa pangkas rambut yang makin meningkat, menjadikan banyak pelaku bisnis tertarik untuk menyisir laba yang menjanjikan dari bisnis ini. Hal ini pula yang menarik Wukir Mulyo Edi untuk menjalankan bisnis barbershop pada September 2012.

Mengawali bisnis dengan menjadi mitra bisnis salah satu barbershop kenamaan, namun berakhir di tengah jalan, pria yang akrab disapa Edi memutuskan untuk membuat sendiri bisnis barbershop dengan nama Tig’u Family Barbershop di Kompleks Perumahan Villa Mas Garden Kota Bekasi.

Perlahan namun pasti bisnis yang bermodal awal puluhan juta rupiah ini semakin bertambah banyak peminatnya bahkan lebih banyak dari sebelumnya. Tak cuma di konsumen, Edi mengakui permintaan juga datang dari mereka yang ingin menjalin kerjasama dengannya.

Untuk memuluskan permintaan kemitraan yang datang, Edi mengaku telah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan seperti SOP (standard operating procedure) serta legalitas usaha dengan mendaftarkan brand Tig’u Family Barbershop ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Sejak diwaralabakan di tahun 2012, Tig’u Family Barbershop kini telah memiliki 15 gerai milik Terwaralaba.

Peluang Bisnis Waralaba Yang Menjanjikan Bersama Tig’u Family Barbershop ~ BEP 5 Bulan

Usaha Jasa Cukur Murah

Dilihat dari jasa potong rambut yang diberikan Tig’u Family Barbershop tidak jauh berbeda dari barbershop atau tempat cukur rambut kebanyakan. Seperti pada model atau style rambut yang ditawarkan hampir sama dengan style rambut di tempat lain. Namun kerapian hasil cukur milik Tig’u Family Barbershop lebih baik dan dapat menyesuaikan dengan keinginan konsumen.

Selain kerapian dalam mencukur dan menyesuaikan keinginan konsumen, perbedaan lain yang cukup dapat dilihat pada ruang cukurnya. Jika kebanyakan tempat cukur tidak rapi dan kotor, serta mengesampingkan desain serta interior ruangan maka beda halnya dengan Tig’u Family Barbershop. Rasa nyaman langsung terasa saat memasuki Tig’u Family Barbershop. Kesejukan pendingin ruangan yang begitu terasa menyambut konsumen yang datang. Selain itu adanya LCD TV setidaknya dapat mengusir rasa bosan konsumen menunggu giliran. Harga memotong rambut di Tig’u Family Barbershop sama seperti tempat cukur lain, yaitu sekitar Rp 13 ribu untuk anak-anak dan Rp 15 ribu untuk dewasa.

Modal Usaha Tig’u Family Barbershop

Melihat permintaan dan peluang bisnis barbershop sangat besar, di tahun yang sama Tig’u Family Barbershop mencoba menawarkan empat paket kerjasama. Dimulai dari Paket A dengan nilan investasi Rp 25 juta, Paket B Rp 35 juta, Paket C Rp 45 juta dan paket D Rp 50 juta.

Dengan nilai investasi tersebut, calon Terwaralaba berhak menggunakan merek Tig’u Family Barbershop dan akan mendapatkan peralatan dan perlengkapan usaha barbershop mulai dari kursi hydrolic, peralatan potong, perlengkapan potong, aksesori dan dekorasi ruangan, cat tembok ruang sesuai standar, serta LCD TV.

Yang membedakan antar paket hanya jumlah, kursi, peralatan dan perlengkapan cukur yang diterima dan adanya tambahan pada Paket C dan D berupa aluminium kusen untuk dekorasi ruangan max 3 meter dan sticker. Sedangkan untuk karyawan Edi menyediakannya namun jika mitra binsis menginginkan dari mereka maka calon karyawan tersebut akan diberikan pelatihan sekurang-kurangnya satu minggu.

Selain itu, dengan investasi tersebut Terwaralaba akan mendapatkan bonus spanduk dan juga dibantu dalam hal promosi usaha. Namun investasi tersebut belum termasuk sewa tempat. Kontrak kerjasama berlaku selama setahun, untuk memperpanjang kontrak mitra bisnis diwajibkan membayar Rp 4 – 5 juta.

Balik Modal (BEP)

Edi menargetkan Terwaralaba bisa balik modal dalam waktu 5 bulan. Dengan asumsi mampu menjaring 10 pelanggan tiap hari atau 300 pelanggan setiap bulannya, maka omset yang didapat sebesar Rp 4,5 juta bisa diterima mitra usaha tiap bulan. Setelah dikurangi biaya operasional seperti sewa tempat, gaji karyawan dan belanja kebutuhan barbershop lainnya maka Terwaralaba akan mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp 2,5 juta per bulan.

Untuk memenuhi target omset tersebut, Edi menyarankan mitra bisnis harus jeli memilih lokasi. Baginya lokasi sangat berpengaruh bagi kelangsungan bisnis. Dalam menentukan lokasi, ia mengatakan lebih cenderung memilih lokasi di tempat keramaian terutama kawasan padat penduduk.

Kendala Bisnis

Seperti halnya bisnis barbershop pada umumnya, kendala utama bisnis barbershop terdapat pada sumber daya yang dimiliki dalam hal ini barberman, rasa tidak bertahan yang kerap membuat barberman berhenti seenaknya diakui kerap menghantui bisnisnya. Namun permasalahan tersebut diakui Edi hanya terjadi pada saat ia menjalani bisnis ini, sedangkan untuk saat ini dirinya sudah tidak lagi bermasalah dengan kendala tersebut. Hal ini karena selain membuka bisnis barbershop, dirinya juga membuka kursus cukur rambut kepada siapa saja baik masyarakat di sekitarnya maupun masyarakat luar yang ingin kursus di tempatnya.

Kendala bisnis lainnya yang juga kerap dialami olehnya terletak pada permintaan konsumen. Keinginan konsumen yang macam-macam harus dilayani dengan sabar sehingga tak jarang baberman melakukan pemotongan bertahap yang membuat proses memotong menjadi semakin lama. Selain itu, karyawan juga diminati untuk selalu berkomunikasi kepada konsumen seputar gaya cukur yang konsumen inginkan.

Info lebih lanjut mengenai peluang bisnis waralaba jasa ini, hubungi :

Tig’u Family Barbershop
Komplek Perumahan Villa Mas Garden Blok A NO 7 – 8, RT 01 RW 09 Kota Bekasi, Jawa Barat
Tlp : 081388286446, 085774388909
Web : http://tigufamily.blogspot.com

Baca juga:

Leave a Reply