Nurhayati, Pemilik Zalfa Cosmetics, Tawarkan Usaha Kosmetik Herbal Dengan Sistem Distributor / Keagenan

Usaha kosmetika herbal merupakan jenis usaha yang berprospek cerah. Apalagi di tengah keluhan penggunaan kosmetika berbahan kimia, maka penggunaan kosmetika herbal bisa menjadi solusi bagi kaum hawa untuk tetap tampil cantik dan menarik. Melihat peluang bisnis tersebut, Nurhayati tergerak menghadirkan alternatif produk kosmetika berbahan herbal yang halal, aman dan efektif mengatasi beragam masalah kulit wajah wanita dengan mengusung merek Zalfa Cosmetics. Seperti apa usaha kosmetika herbal yang juga menawarkan kerjasama dengan investasi Rp 5 juta ini?

Awal Usaha Kosmetik Herbal “Zalfa Cosmetics”

Pengalaman buruk dalam berbisnis kosmetika, nyatanya tak membuat Nurhayati terpuruk. Buktinya wanita kelahiran Indramayu, 14 Agustus 1988 ini terkenal sebagai sosok womanpreneur sukses. Menilik sejarahnya dalam berbisnis, wanita yang akrab disapa Nuy ini sudah menjajal bisnis sejak dibangku SD hingga SMA, seperti menjual sabun, sprei, baju, dan sebagainya. Hingga ia beralih usaha di bidang kosmetika herbal, Nuy punya cerita haru tersendiri. Berawal ditahun 2006, Nuy yang semula berprofesi sebagai guru SD berniat mencari tambahan penghasilan dengan menjual produk kosmetika milik orang lain. Modal untuk usaha sampingannya itupun merupakan pinjaman dari sang ayah.

Pengalaman Buruk

Seiring waktu berjalan, usaha sampingan Nuy pun terbilang sukses sehingga ia rela meninggalkan profesi guru. Akan tetapi di tengah perjalanan usahanya, hal buruk menimpa. Kosmetika yang ia jual ternyata mengandung bahan kimia berbahaya merkuri tinggi. Baik ia maupun pelanggannya mengalami berbagai macam gangguan kesehatan seperti kerusakkan ginjal, keguguran, dan lainya. Tak pelak karena kejadian itu, Nuy menghentikan usahanya. Namun ia tak lantas lari dari tanggung jawab, Nuy pun menanggung biaya pengobatan beberapa pelanggannya.

Nuy kemudian menguji banyak cream wajah yang bereda di pasaran dan ternyata juga mengandung merkuri. Hal itu mendorongnya berkonsultasi dan belajar dengan para ahli seperti dokter, apoteker, dan Badan POM RI khususnya mengenai formulasi atau komposisi bahan untuk membuat kosmetika herbal. Dari sanalah muncul niat Nuy membuat produk kosmetika yang aman bagi kulit dengan bahan herbal yang diberi merek Zalfa Cosmetics.

Nurhayati, Pemilik Zalfa Cosmetic

“Sebenarnya saya sempat memutuskan tidak ingin menjual kosmetika lagi karena tidak ingin kesalahan terulang, menjual kosmetika yang ternyata membahayakan orang lain. Apalagi jika generasi kita juga menjadi korban. Namun dengan dorongan suami, saya memulai usaha sendiri membuat kosmetika herbal yang kami jamin aman, non-parfum dan non-alkohol. “Lebih dari itu saya ingin Zalfa Cosmetics memiliki nilai edukasi, siapapun yang membelinya akan tahu seperti apa ciri kosmetika berbahaya dan dampaknya bagi kesehatan, juga cara tes merkuri dengan sederhana,” paparnya. Sejak Januari 2013 hadirlah Zalfa Cosmetics yang diproduksi Nuy dan dijual beserta buku panduan kosmetika secara umum dan cara mengenal kosmetika berbahan merkuri dalam setiap paket yang informatif,” kenang Nuy.

Di awal usaha Nuy memutuskan menggunakan jasa makloon untuk membuat produk kosmetika herbal merek Zalfa Cosmetics. Hal itu dikarenakan jasa makloon memberikan keuntungan karena tidak perlu membeli peralatan usaha serta karyawan yang sudah terampil membuat produk kosmetika herbal. Namun begitu, Nuy mengaku modal awal yang dikeluarkan cukup besar untuk ongkos maklon. Produksi dan packaging 5000 paket krim dengan ongkos maklon Rp 105 ribu/paket bisa menghabiskan modal awal hingga Rp 500 juta.

“Yang pasti modalnya memang besar. Setelah mendapatkan formulasi kosmetika herbal hasil konsultasi dan belajar dengan para ahli seperti dokter, apoteker, dan Badan POM RI, saya pun menyerahkan  produksi Zalfa Cosmetics sepenuhnya secara makloon termasuk penyediaan bahan baku, sedangkan formulasi produk dari kami, “ terang Nuy.

Menurut Nuy, prospek kosmetika herbal ini kedepannya akan sangat potensial. “Prospeknya akan cerah. Kami yakin bisnis kosmetika herbal Zalfa ini sangat potensial. Karena segmentasi pasar Zalfa Cosmetics menyasar pada target pasar yang menjadi primadona saat ini, yaitu women, youth, and netizen (pengguna aktif internet),” ujar istri Prakoso Bayu Adi Widyanto ini.

Menyoal persaingan, Nuy menganggap kompetitornya secara umum adalah produk kosmetika berbasis treatment perawatan dan bukan dekoratif (riasan wajah). Strategi Nuy menghadapi hal itu dengan memberikan ciri khas yang menjadi pembeda dibanding produk lain yakni dengan memberikan buku edukasi kosmetika pada penjualan paket produk.

Varian Produk Zalfa Cosmetics

Nuy membuat rangkaian produk kosmetika untuk perawatan wajah bagi wanita agar cantik dan sehat. Zalfa Cosmetics mengandung 10 bahan herbal berkualitas yang aman dan cocok dengan iklim tropis Indonesia, antara lain aloe vera, tea tree oil, gandum, minyak kelapa, arbutyn (ekstrak tanaman bearberry), kojic acid (asam kojat), kedelai, dan lainnya. Produk ini juga sudah memiliki ijin badan POM dengan nofifikasi NA18130100121, NA18130100121 dan NA18131200092, serta mengandung Sun Protector UVA & UV, Vitaman C, Vitamin E, dan lainnya.

Nurhayati, Pemilik Zalfa Cosmetics, Tawarkan Usaha Kosmetik Herbal

“Semua cream perawatan wajah kami tidak menggunakan parfum ataupun alkohol, dan bisa awet hingga 1 tahun. Sehingga iritasi kulit bisa diminimalisir dan dari situ bisa dipastikan tidak ada kandungan merkuri maupun hidrokinon. Sehingga jelas produk ini aman dan halal, dan dapat digunakan baik pria maupun wanita, serta 90% cocok untuk semua jenis kulit,” paparnya.

Produk yang pertama kali hadir adalah Paket Cream Whitening Series yang dijual dengan harga Rp 180 ribu/paket, dilengkapi dengan buku edukasi. Produk pengembangannya Brightening Enzyme Peeling dan Complete Anti Aging Serum yang dijual seharga Rp 135 ribu/pcs. Produk lainnya Cream Acne Series untuk kulit berjerawat seharga Rp 185 ribu/paket. Selain itu tersedia juga produk Eye Cream with Anti Wrinkie seharga Rp 95 ribu/pcs (5 gram). Milk Cleanser Collagen seharga Rp 30 ribu/pcs.

Pemasaran Usaha

Meski usahanya terbilang baru berjalan sejak bulan Januari 2013, namun Zalfa Cosmetics sudah terbukti diterima psar. Bahkan baru 2 minggu setelah launching di awal usaha, produk Zalfa sudah terjual hingga 2 ribu paket. “Alhamdullilah Zalfa sudah bisa diterima masyarakat, semua customer dan distributor repeat order dan merasa puas dengan produk kami. Saat ini sudah ada 3 salon yang mengajukan kerjasama dengan Zalfa. Hampir semua provinsi di Indonesia sudah menjangkau produk kami, distributor ataupun customer kami sudah tersebar di setiap pulau dari Aceh hingga Papua,” ungkap mahasiswi Universitas Terbuka FKIP – PGSD semester 8 ini.

Dalam memasarkan Zalfa Cosmetics, Nuy menggunakan sistem keagenan dan distributor. Distirbutor resmi dan agen resmi Zalfa Cosmetics akan dicantumkan dalam list distributor and list agen yang terdapat di dalam website Zalfa Cosmetics. Saat ini sudah tercatat sekitar 40 distributor yang aktif dan jumlah agennya sudah mencapai 4 kali lipat dari jumlah distributor.

Syarat untuk menjadi distributor Zalfa Cosmetics cukup belanja diawal sebesar Rp 5 juta, tidak menjual di bawah harga standar yang telah ditetapkan, dan bersedia mengedukasi konsumen. Untuk pembelian berikutnya sebulan Rp 3,5 juta. Diskon pun kami berikan dengan harga fix rata-rata sampai 35%. Syarat agen belanja awal minimal Rp 1 juta rupiah dan dapat diskon hingga 15 %.

Selain menggunakan sistem pemasaran lewat agen dan distributor, Nuy pun kerap melakukan pemasaran lewat online, yakni melalui jejaring sosial FB, twitter, dan website resmi Zalfa Cosmetics. “Kalau ditanya sudah ekspor atau belum, tapi dari penjualan online ada beberapa customer di luar negeri yang membeli produk kami seperti dari Malaysia, Abu Dhabi, dan Australia,” papar Nuy bangga.

Dalam sebulan, Nuy mampu menjual sekitar 5000 paket kosmetika herbal dengan omset sekitar 600 juta/bulan dan keuntungan bersih sekitar Rp 45 juta/bulan. Menurut Nuy, keuntungan netto yang diperoleh jika penjualannya langsung ke distributor atau sekitar 20%. Meski meraup omset dan keuntungan fantastis dalam waktu kurang dari 1 tahun, Nuy merasa punya komitmen sosial menyedekahkan sebagian keuntungannya bagi masyarakat yang tak seberuntung dirinya.

Kendala Usaha

Dengan maraknya peredaran produk kosmetika yang mengandung merkuri di pasaran, menurut Nuy menjadi satu hambatan dalam bisnis ini. “Karena frame wanita Indonesia masih berkiblat pada cantik itu putih dan putih harus diperoleh instan, namun kami yakin, konsumen Indonesia saat ini semakin cerdas,” ujar Nuy.

Kedepannya Nuy pun akan terus berinovasi demi kemajuan Zalfa Cosmetics. Saat ini ia pun sudah mulai menggarap Zalfa skin centre yang akan dilaunching dalam waktu dekat ini.

Info lebih lanjut mengenai peluang bisnis kosmetika herbal ini, hubungi:

Zalfa Cosmetics
Head office : JL. R. Soewandana No. 7 RT 01/03,
Dramaga, Kab. Bogor, Jawa Barat
Cp : Nurhayati
089614632453 (pin BB: 26616C88)
Website: www.zalfa.co.id
Email: zalfa.cosmetics@gmail.com
FB: Zalfa Cosmetics
Twitter : @zalfa_cosmetics

Baca juga:

Leave a Reply