Mandatory The Barberclub ~ Sukses Dengan Bisnis Premium Barbershop, Omset 70 Juta per Bulan

Tidak hanya wanita, kini kaum pria juga sangat memperhatikan penampilan dengan melakukan perawatan rambut di salon khusus pria atau yang biasa disebut barbershop. Bahkan tingginya animo masyarakat membuat banyak pelaku usaha barbershop kebanjiran pelanggan, salah satunya adalah Raino Dymita yang mendirikan Mandatory The Barberclub. Menyasar segmentasi menengah atas, Mandatory The Barberclub sukses mencatatkan omset hingga Rp 70 juta setiap bulan. Yuk simak perjalanan usaha Raino mengembangkan Mandatory The Barberclub.

Awal Usaha Barbershop “Mandatory The Barberclub”

Menjamurnya salon khusus pria atau yang lebih dikenal dengan sebutan barbershop di kota-kota besar membuka peluang usaha yang sangat potensial untuk dikembangkan di daerah-daerah. Adalah Raino Dymita salah satu yang jeli melihat peluang bisnis jasa pangkas rambut pria dengan membuka salon khusus pria yang diberi nama Mandatory The Barberclub sejak Juli 2014 di kota Bogor.

Pria yang akrab disapa Raino ini mengaku idenya membangun usahanya ini berdasarkan animo masyarakat yang sangat antusias terhadap perkembangan usaha berbershop. “Jika dahulu orang mikir lagi biaya buat cukur rambut di barbershop, tetapi kalau sekarang orang tidak sungkan-sungkan merapikan rambutnya tanpa lagi memikirkan lagi biayanya,” tuturnya.

Untuk memulai usahanya Raino mengeluarkan modal awal sebesar Rp 400 juta. Besarnya modal yang dikeluarkan lantaran Raino ingin membangun barbershop dengan kelas premium. “Saat ini kan sudah banyak tempat cukur yang menamakan dirinya barbershop, padahal dari segi fasilitasnya tak ubahnya seperti tempat cukur biasa pada umumnya,” lanjut Raino.

Modal tersebut juga digunakan Raino untuk menyewa dan merenovasi tempat, serta digunakan untuk membeli empat buah bangku cukur lengkap dengan meja cukurnya. Sedangkan untuk promosinya, suami dari Navy Arianty ini mempromosikannya mulai dari sosial media, membagikan flayer hingga beriklan. Namun dari sekian banyak cara yang dijalaninya Raino mengaku promosi yang datangnya dari pemerintah yang paling berpengaruh. “Jadi banyak konsumen loyal kita yang tidak segan untuk merekomendasikan Mandatory The Barberclub ke teman dan kerabatnya,” ungkapnya.

Raino Dymita. pemilik usaha barbershop Mandatory The Barberclub

Keunggulan Mandatory The Barberclub

Dikatakan Raino salah satu keunggulan Mandatory The Barberclub adalah suasananya yang cozy. Bagaimana tidak, begitu memasuki gerai Mandatory The Barberclub udara sejuk langsung terasa dari pendingin ruangan yang memberikan kenyamanan bagi pelanggan. Tidak hanya itu, pelanggan juga dapat menunggu giliran di sofa empuk yang berada di ruang tunggu sambil menikmati siaran TV Kabel dengan perangkat TV LCD yang dapat menghilangkan rasa bosan menunggu giliran. “Bagi kami kenyamanan konsumen adalah segalanya,” katanya.

Tak Cuma itu, bagi mereka yang senang berselancar di dunia maya tak perlu khawatir quota internetnya akan habis selama menunggu lantaran Mandatory The Barberclub menyediakan pula wifi gratis. Dan satu lagi selama menunggu giliran konsumen akan mendapatkan pula minuman gratis mulai dari soft drink hingga hot drink. “Semuanya sudah include sama harga cukurnya, jadi tidak perlu takut di suruh bayar,” ia menjelaskan.

Dari segi desain interior barbershop yang dijalankan Raino, kesan modern klasik begitu kental di dalamnya. Lantai bidak catur dan dinding dengan wallpaper bermotif batu bata, ditambah berbagai hiasan dinding menjadi bukti betapa klasiknya tempat ini. “Dari awal kita memang sebetulnya ingin menghadirkan konsep klasik barbershop, makanya desain interiornya pun amat sangat menonjolkan hal-hal yang berbau klasik,” tuturnya.

Selain dinding, tampilan bangku dan meja cukur dibuat berbeda, contohnya saja bangku cukur digunakan bangku cukur hidrolik dengan bantalan sempuk yang tentunya akan membuat konsumen terasa nyaman saat di cukur. Begitu juga dengan meja cukur yang dibuat secara customs dengan model modern minimalis.

Mandatory The Barberclub ~ Sukses Dengan Bisnis Premium Barbershop, Omset 70 Juta per Bulan

Tak Cuma unggul di fasilitas, soal style rambut yang ditawarkan Mandatory The Barberclub juga memiliki keunggulan yang tak kalah hebatnya, contohnya saja pada barberman atau “si tukang cukurnya”, Raino hanya memperkejakan barberman yang telah berpengalaman dan profesional, “Saya nggak mau main-main, rekrut tukang cukur baru, makanya saya rekrut yang sudah pengalaman dan memiliki jam terbang yang cukup tinggi,” candanya.

Lulusan Universitas Padjajaran ini mengatakan bahwa saking pengalamannya barberman di Mandatory The Barberclub bisa mengetahui gaya/style apa yang cocok bagi konsumen. “Saking pengalamannya kadang kala, sebelum konsumen dicukur barberman sudah dapat mengetahui model cukur apa yang cocok untuk konsumen yang bersangkutan,” ujarnya sambil tertawa. Namun begitu Raino mewajibkan barberman menanyakan model rambut yang diinginkan konsumen seperti contoh di katalog model rambut yang menempel di dinding barbershopnya.

Adapun untuk style rambut yang ditawarkan Raino mengaku tidak jauh berbeda dengan barbershop tidak jauh berbeda dengan barbershop modern yang mulai bermunculan saat ini dengan menawarkan berbagai style potong rambut yang banyak diminati anak muda. Paling tidak ada sekitar puluhan style yang ditawarkan yang bisa dilihat dari poster yang terpasang di dinding. “Dari puluhan style yang ada, dua style rambut yang menjadi idola yaitu rockabilily dan undercut kedua model tersebut banyak dipilih karena memang sedang menjadi tren dikalangan anak muda,” jelasnya.

Hal lain yang membuat beda antara hasil cukuran Mandatory The Barberclub dengan pangkas rambut lain adalah diberikannya minyak rambut romade yang membuat tatanan rambut semakin gaya. “Selain minyak rambut, servis pijat di tempat kami tidak hanya ada bagian kepala saja, tetapi juga pada bagian pundak dan tangan yang pastinya dengan durasi yang lebih lama dari yang biasanya,” jelas Raino.

Bicara soal tarif Raino mengaku lebih menyasar segmen menengah ke atas, maka wajar bila untuk urusan tarif yang ditawarkan agak mahal dari biasanya. Untuk pria dewasa dikenakan tarif sebesar Rp 60 ribu, anak-anak Rp 50 ribu, kumis dan jenggot seharga 25 ribu. “Untuk jasa cukur jenggot dan kumis ini konsumen tidak hanya sebatas di cukur saja melainkan juga mendapatkan beberapa treatment khusus yang dijamin bakal ketagihan,” jelasnya.  “Proses cukur hingga pijat memakan waktu sekitar 30-45 menit,” jelasnya.

Prospek dan Kendala Usaha

Pria yang membuka usahanya juga di Jl. Raya Taman Cimanggu/Johar mengaku usaha yang digelutinya ini sangat menjanjikan, contohnya dalam satu hari pria berkacamata ini mengaku bisa menjaring sedikitnya 40 pelanggan dan menghasilkan omset Rp 50 – 70 juta perbulan. “Dari omset tersebut, saya mendapatkan keuntungan bersih sebesar 40% setelah dikurangi biaya bahan baku, gaji pegawai, sewa tempat, dan biaya operasional lainnya,” ungkapnya.

Sedangkan untuk kendala, seperti halnya usaha cukur pada umumnya, kendala utama usaha cukur adalah melayani permintaan konsumen. Keinginan konsumen yang macam-macam harus dilayani dengan sabar sehingga tak jarang barberman melakukan pemotongan secara bertahap yang membuat proses memotong menjadi semakin lama. “Saya sampaikan pada barberman agar selalu berkonsentrasi pada konsumen yang sedang mereka pangkas rambutnya walaupun antrean banyak,” ungkapnya. Selain itu, barberman juga diminta untuk selalu berkomunikasi kepada konsumen seputar gaya cukur yang konsumen inginkan. 

Info lebih lanjut mengenai usaha barbershop ini, hubungi:

Mandatory The Barberclub
Ruko VIP Blok Art Jalan Bangbarung Raya Kota Bogor
Jalan Raya Taman Cimanggu / Johar Kota Bogor
Tlp 0812 9043 4500
IG : mandatorybarber

Baca juga:

2 thoughts on “Mandatory The Barberclub ~ Sukses Dengan Bisnis Premium Barbershop, Omset 70 Juta per Bulan

  1. Ide dan konsep juga pertimbangan mengenai prospek kedepan sangat menginspirasi saya. Yang saya tangkap dari artikel ini yaitu kenyamanan dan kepuasan serta kebanggaan pelanggan sangat dijaga.

    • Kami selalu berusaha menampilkan artikel terbaik yang bisa menjadi inspirasi bagi setiap orang yang mau terjun di dunia bisnis. Memang benar pelanggan atau customer adalah raja yang membuat bisnis kita semakin maju…jadi perlakukan mereka dengan sebaik-baiknya.

Leave a Reply