Kisah Sukses Robin Boe Dengan Otten Coffee ~ Bisnis Kopi & Peralatannya

Menikmati kopi bukan sekadar menyeruput dari cangkir hangat-hangat. Lebih dari itu kini ngopi menjelma jadi tren bahkan gaya hidup masyarakat perkotaan hingga pedesaan. Seiring dengan tren ini, menyeduh kopi menjadi ritual sakral bagi penikmatnya. Karena bisnis yang berkaitan dengan ritual ini ikut terkerek.

Salah satu yang menikmatinya adalah Otten Coffee sebagai pemasok bahan baku dan peralatan seduh kopi. Toko yang berdiri di Medan 13 Oktober 2013 ini, telah menyita perhatian pecinta kopi tanah air. Sebab, Otten Coffee menawarkan semua perlengkapan yang dibutuhkan pecinta kopi, mulai biji kopi yang masih hijau hingga mesin penyeduh kopi otomatis.

Orang di belakang layar Otten Coffee adalah Robin Boe. Ia merintis bisnis ini dari nol. Kecintaan Robin pada kopi mulai tertanam saat dia melakukan perjalanannya ke Desa Sibisa delapan tahun silam.

Kala itu, lelaki kelahiran Medan 31 tahun lalu tersebut mengunjungi kebun jagung yang menjadi usahanya. Kebun itu berlokasi di dekat Danau Toba. Sepanjang jalan menuju kebun jagung itu ada banyak sekali tanaman kopi. Awalnya ia tidak begitu tertarik sampai ada petani yang memberi sebungkus gabah kopi atau kopi mentah.

Robin mengolah kopi mentah tersebut sesuai dengan instruksi dari sang petani. Awalnya ia menjemur selama dua hari. Setelah itu dia memanggang kopi menggunakan peralatan seadanya. “Ternyata membuat kopi dari biji prosesnya panjang dan sensasinya beda, dari situ saya suka kopi,” katanya.

Kisah Sukses Robin Boe Dengan Otten Coffee ~ Bisnis Kopi & Peralatannya

Setahun kemudian Robin mulai menjajaki bisnis kopi. Dia belajar secara autodidak mengenai berbagai jenis kopi dari lapangan dan perkebunana. Tak lama, dia mulai memasok biji kopi kepada eksportir. Usaha ini berjalan selama lima tahun. Selama itu, dia sempat menjadi eksportir biji kopi.

Ternyata, pasar kopi lokal mulai tumbuh. Lelaki berkaca mata ini mulai melirik pasar tanah air dengan mendirikan Otten Coffee, merek dagang biji kopi yang telah dipanggang dan digiling. Robin mulai mamasok produknya ke beberapa hotel dan restoran di Medan.

Robin yang gemar menyeduh kopi sendiri mulai membutuhkan peralatan pendukung. Saat itu, tak banyak pemasok lokal yang bisa memfasilitasi hobi meracik kopi. Alhasil, dia harus memesan dari luar negeri.

Hobi ini yang membawa Otten Coffee merambah bisnis lifestyle yakni menyediakan aneka peralatan menyeduh kopi. Mulai dari peralatan manual hingga otomatis. “Sebenarnya enggak sengaja, karena saat membeli harus ada syarat minimal order dari distributor. Hanya satu yang saya pakai sisanya saya jual,” kata dia.

Ternyata, respon pasar cukup bagus. Walhasil Otten Coffee kerap belanja rutin setiap bulan meski jenisnya bervariasi.

Otten Coffee Maksimalkan Media Online

Langkah selanjutnya, lulusan Teknologi Informasi di salah satu perguruan tinggi swasta di Medan ini mulai berinvestasi untuk membangun usaha barunya ini. Walau enggan menyebut angka investasi pasti, Robin merogoh modal ratusan juta. Saat itu, Otton Coffee baru bisa memasok 20 jenis peralatan.

Sejak awal berdiri, Otten Coffee memiliki website yang berisi profil perusahaan. Pada 2014, saat jual beli online mulai marak, website yang semula berisi profil perusahaan itu pun berubaha menjadi toko online. Di situs itu, Robin menjajakan aneka produk perlengkapan ngopi.

Otten Coffee juga gencar melakukan promosi lewat iklan digital. Otten juga menggunakan search engine optimization (SEO) untuk kata kunci strategi seputar dunia kopi. “Kami punya tim khusus bidang teknologi informasi, dan tim admin lain yang mengurusi media sosial,” terang Robin.

Salah satu kanal penting bagi Otten Coffee adalah Instagram. Setiap hari setidaknya  ada delapan sampai 10 foto baru di jejaring sosial ini. Otten juga memiliki fotograpfer khusus yang menangani kebutuhan konten gambar. Begitu juga dengan konten tulisan, ada tim khusus yang bertugas membuat tulisan seputar kopi. Total tim di Otten Coffee saat ini ada 70 orang. Merek Otten Coffee mulai mengakar di media sosial. Saat ini ada sekitar ratusan coffee shop, restoran dan hotel diseluruh tanah air yang memesan kebutuhan kopinya dari Otten Coffee. “Hal yang paling utama adalah meraih pasar Indonesia dengan menjadikan Otten Coffee sebagai panutan soal informasi kopi di Indonesia,” kata Robin.

Sekarang Otten menjual sekitar 5.000 jenis produk atawa stock keeping unit (SKU) ke pasar. Harganya mulai Rp 100.000 sampai ratusan juta. Saat ditanya soal nilai omzet bisnisnya, Robin hanya menjawab diplomatis, “Harga satu produk saja mencapai ratusan juta,”

Dalam waktu dekat Otten Coffee ingin membuka gerai di Jakarta. Tujuannya agar lebih dekat konsumen, lantaran sekitar 50% konsumen Otten ada di pulau Jawa, dan 20% di antaranya berlokasi dari Jakarta.

Baca juga:

Leave a Reply