Keripik Tempe Coklat Buluk Lupa ~ Usaha Rumahan Dengan Omset Rp 57 Juta per Bulan

Unik, kata inilah yang cocok untuk produk tempe satu ini. Ya, bila biasanya keripik tempe hanya ditambahkan ragam bumbu tabur bercita rasa gurih, lain halnya dengan keripik tempe buatan Taufik Ismail. Lewat kreasinya ia menghadirkan Kripik Tempe Buluk Lupa yang dibalut coklat dan green tea bubuk. Usaha rumahan yang baru berjalan 1 tahun ini mampu mencetak omset puluhan juta tiap bulannya. Seperti apa Taufik menjalankan usahanya?

Awal Mula Usaha Tempe Coklat Buluk Lupa

Bicara mengenai camilan keripik tempe, pasti kita langsung berpikir keripik tempe dengan rasa gurih. Namun sensasi berbeda akan ditemukan jika mencicipi keripik tempe yang dihadirkan Taufik Ismail.

Menurut Taufik, bisnis rumahan yang ia geluti sejak November 2015 lalu ini merupakan bisnis impian yang ia rancang sejak tiga tahun lalu. “Dulu, saya pernah dengar dari teman saya yang kerja di pabrik tempe kalau dia suka iseng bikin Keripik Tempe Coklat untuk dikonsumsi sendiri. Tapi sampai teman saya itu resign, saya hanya dibuat penasaran karena hanya dengar ceritanya saja, namun belum pernah melihat bentuk dan cita rasa Keripik Tempe Coklat itu,” kenang Taufik.

Berangkat dari rasa penasaran itulah, Taufik mulai mengumpulkan artikel dari internet atau banyak bertanya pada para pelaku usaha keripik tempe, tentang teknik membuat keripik tempe yang enak dan bisa diaplikasikan menjadi Keripik Tempe Coklat. “Karena Keripik Tempe Rasa Coklat ini tergolong baru, jadi sangat sulit menemukan resep pembuatannya,” tambahnya.

Karena minimnya literatur tentang proses pembuatan Keripik Tempe Coklat dan tidak memiliki background kuliner, Taufik butuh waktu selama enam bulan untuk bereksperimen dalam menghasilkan Keripik Tempe Coklat yang renyah dan layak jual.

Keripik Tempe Coklat Buluk Lupa ~ Usaha Rumahan Dengan Omset Rp 57 Juta

Tempe Coklat Buluk Lupa Tawarkan Satu Varian Pada Awal Usaha

Lebih lanjut Taufik mengatakan bisnis yang diberi nama Tempe Coklat Buluk Lupa yang digelutinya ini dimulai dengan meluncurkan satu varian rasa yakni Kripik Tempe Coklat Original dan dijual secara online. Selain itu, di awal usaha Taufik juga tidak langsung menggunakan kemasan karton seperti sekarang, tapi hanya dikemas dalam kantung aluminium foil dengan sticker logo pada bagian depan bungkus.

Meski awalnya cukup mendapat respons dari pasar, namun pelanggan yang datang tidak bertambah, hanya sekitar Kota Bandung saja. Taufik menyadari, hal ini disebabkan karena kurangnya pemasaran yang ia lakukan. Bahkan, Taufik pernah mengalami sepi pembeli selama satu minggu. Tak ingin usaha impiannya terus melesu, Taufik pun mulai mengubah sistem promosi yang diterapkan, yakni dengan memanfaatkan jejaring sosial seperti twitter untuk memperkenalkan dan memasarkan varian menu Tempe Coklat Buluk Lupa. Bahkan sejak bulan September 2014 lalu, ia melengkapi kemasan aluminium foil dengan kemasan karton. Sehingga terkesan lebih modern dan eye catching.

Bukan hanya itu, Taufik juga rutin mengikuti pameran kewirausahaan yang diadakan pemerintah ataupun instansi lainnya. “Saya juga tergabung dalam komunitas pelaku usaha kuliner Bandung guna menambah lirik sekaligus wawasan tentang usaha ini,” tutur Taufik.

Dikatakan Taufik, bisnis keripik tempe ini tergolong bisnis rumahan yang bisa dimulai dengan modal awal yang tidak terlalu besar. Ia bahkan hanya mengeluarkan kocek sebesar Rp 750 ribu untuk keperluan membeli peralatan sealer dengan harga Rp 229 ribu, membeli kemasan Rp 198 ribu, dan belanja bahan baku Rp 323 ribu. Sedangkan untuk peralatan produksi lainnya seperti wajan dan kompor menggunakan peralatan yang ada didapur rumahnya.

Setelah permintaan Keripik Tempe Coklat Buluk Lupa mulai meningkat, Taufik mulai berinvestasi dengan membeli peralatan yang lebih modern dan mampu mempersingkat waktu produksi. Salah satunya membeli mesin pemotong meat slicer seharga Rp 4,3 juta. Kemudian mesin tersebut sedikit dimodifikasi untuk menghasilkan tiap irisan yang sama. Kini demi memperluas jaringan pemasaran, Taufik membuka sistem reseller yang mitranya tersebar di beberapa kota di pulau Jawa, hingga ke Lampung, Samarinda, Kalimantan Timur, Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan Pulau Bali. Sedangkan untuk gerai, Taufik memanfaatkan rumahnya untuk melayani pembeli. “Konsumen yang ingin membeli secara ritel bisa datang langsung ke rumah saya,” tutur pria yang hobi berenang ini.

Tambah Varian

Banyaknya permintaan pelanggan Keripik Tempe Coklat Buluk Lupa yang ingin merasakan sensasi menu baru, mendorong Taufik meluncurkan varian menu baru berupa Kripik Tempe Coklat Green Tea agar konsumen tidak merasa bosan. Masing-masing varian dijual dengan harga Rp 17 ribu/bungkus isi 125 gr.

Dalam pembuatan kripik tempe coklat, Taufik menggunakan bahan baku tempe yang dipasok dari suplier langganannya di Kota Bandung, Jawa Barat. Kejelian dalam memilih tempe sangat dibutuhkan untuk menghasilkan olahan kripik tempe coklat yang bertekstur renyah dan enak. Pemilihan tempe ini sangat berguna agar tempe tidak mudah hancur ketika dipotong atau diiris. “Tempe yang dipilih harus berusia minimal 1 hari setelah dibuat atau bila cuaca sedang tidak bagus, harus didiamkan sekitar 2-3 hari untuk mendapatkan tekstur tempe yang padat.

Selain bahan utama tempe, Taufik juga sangat memperhatikan bahan pelengkap lainnya. Untuk bahan baku coklat, Taufik menggunakan dark cooking chocolate, gula halus dan bubuk green tea matcha smoothie. Untuk kemasan, digunakan double packing berupa kantung aluminium foil dan kemasan karton full print yang Taufik desain sendiri.

Omset dan Kendala Usaha

Meski usaha Tempe Coklat Buluk Lupa ini terbilang masih baru, namun omset yang dicapai Taufik terbilang cukup besar. Dalam satu hari Taufik mampu menjual sekitar 120 bungkus kripik tempe coklat tiap harinya atau mampu meraup omset sekitar Rp 57 juta per bulan. Dalam menjalankan bisnis usaha Kripik Tempe Coklat Buluk Lupa ini Taufik dibantu oleh 2 orang karyawan yang membantu proses produksi.

Daya simpan kripik tempe coklat yang hanya bisa bertahan selama dua bulan dalam suhu ruang menjadi kendala utama bagi Taufik untuk lebih mengembangkan usaha. Selain itu, usia bahan baku tempe juga masih menjadi kendala dalam membuat Keripik Tempe Coklat ini. Jika salah memperkirakan usia tempe yang terlalu muda dan masih lunak, bisa dipastikan produksi dalam 1 hari bisa gagal dan tempe terbuang percuma.

Oleh karena itu, diperlukan kejelian dalam melihat umur tempe yang pas dan sesuai jika tempe terlalu muda dan teksturnya belum padat, biasanya Taufik cukup meletakkan tempa dalam susu ruang selama 1 hari. Namun, kala musim hujan proses ini memerlukan waktu kurang lebih 2-3 hari lamanya untuk mendapatkan usia tempe yang pas.

Banyaknya masyarakat yang suka nyemil, membuat Taufik optimis bisnis Tempe Coklat Buluk Lupa dapat berkembang lebih besar lagi. Untuk itu Taufik membuak peluang bagi siapa saja yang ingin menjadi reseller, dengan syarat pembelian pertama minimal sebanyak 50 box. Selain ini reseller yang baru bergabung pun akan mendapatkan diskon sebesar 25% dan banner untuk berjualan. “Sampai saat ini saya belum menemukan kompetitor menu sejenis. Jadi peluang usahanya masih cukup besar. Asal jago memasarkan prospeknya sangat menggiurkan,” ujar Taufik. 

Info lebih lanjut mengenai usaha temple coklat ini, hubungi:

TEMPE COKLAT BULUK LUPA
Komp Puri Asri F5 RT 09/11
Kecamatan Cibeunying Kidul, Bandung, Jawa Barat
Web : http://www.tempecoklatbuluklupa.com
SMS : 0812 2390 0878
BBM: 5AF663A4
Email : info@tempecoklatbuluklupa.com

Baca juga:

Leave a Reply