Kedai Suwe Ora Jamu Sediakan Aneka Jamu Yang Menyehatkan

Ingin mencari tongkrongan di Jakarta yang seru, nyaman, sekaligus sehat? Cobalah mampir ke Kedai Jamu dan Kopi Suwe Ora Jamu yang salah satu outlet-nya berlokasi di Jalan Petogogan I, Kramat Pela, Jakarta Selatan. Berbeda dengan kedai kopi dan jamu lain yang hanya menggunakan gerobak sederhana bertudung terpal plastik sebagai atapnya, Kedai Suwe Ora Jamu dirancang layaknya sebuah kafe. Berbagai racikan jamu menyehatkan seperti Temulawak, Beras Kencur, Alang-alang dan Kunyit Asam pun bisa dinikmati.

Jika Anda mencari café yang bisa menyehatkan tubuh, coba telusuri daerah selatan Jakarta, tepatnya di daerah petogogan. Di sana Anda bakal menemukan sebuah café unik. “Suwe Ora Jamu” demikian nama kedai tersebut, mengingatkan orang pada tembang rakyat Jawa dengan judul yang sama sehingga mudah dihapal.

Terletak di Jalan Petogogan I, Kramat Pela, Jakarta Selatan. Café Suwe Ora Jamu menyediakan aneka jamu yang tentunya dapat menyehatkan. Saking banyaknya menu jamu yang ditawarkan, pengunjung bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan tubuh, bahkan dapat berkonsultasi langsung kepada pramusaji yang ada di café tersebut.

Suasana di Kedai Suwe Ora Jamu

Dilihat dari bagian luar, kedai Suwe Ora Jamu mengesankan nuansa Jawa tempo dulu. Pintu kaca berpanel putih seakan menjadi pembatas antara dunia masa kini dan masa lalu. Begitu memasuki ruangan, alunan tembang klasik dan Jawa yang digaungkan audio player menambah kesan nostalgia. Mengajak kita berlama-lama larut di tempat ini.

Tak jauh dari pintu masuk, Anda disambut coretan besar dilangit-langit ruangan yang bertuliskan Suwe Ora Jamu, yang dalam bahasa Jawa berarti “sudah lama tidak meminum jamu”. Pencahayaan nan remang menerangi ruangan yang berisi meja kayu dan kaca ditata berdampingan dengan kursi-kursi berlapis kain aneka motif.

Kedai Suwe Ora Jamu Sediakan Aneka Jamu Yang Menyehatkan

Ornamen bernuansa jadul, seperti sepeda onthel, lampu petromak, dan kursi-kursi tua memenuhi seluruh ruangan. Sapaan hangat dari pramusaji yang berbalut kemeja merah mengingatkan keramahtamahan yang ditawarkan si mbok penjual jamu. Karena kedai Suwe Ora Jamu ini benar-benar mengedepankan sensasi kenyamanan dan ketenangan seperti di rumah sendiri.

Suwe Ora Jamu terdiri dari tiga lantai, di lantai dasar area makan dibagi menjadi dua, yakni no smoking area di bagian dalam dan smoking area di bagian belakang. Agar pengunjung makin betah, tersedia juga fasilitas berupa Wi-Fi, mushola, dan toilet yang senantiasa terjaga kebersihannya. Di sudut ruangan ada bar station yang memamerkan aneka jamu. Sejumlah jajanan kuno seperti permen susu naugat, permen jahe, hingga es krim Woody juga ada disana. Tampak pula poster-poster lawas menghiasi dinding kedai.

Sementara di lantai dua, difungsikan sebagai kantor Suwe Ora Jamu. Suasana berbeda akan terasa di lantai tiga. Disini, pencahayaan lebih terang karena bersumber dari sinar matahari. Lantai tiga kebanyakan dipilih oleh para pengunjung yang ingin bersantap sembari merokok dan merasakan sejuknya terpaan angin Jakarta dari luar.

Varian Menu Jamu

Sesuai namanya, menu-menu yang disuguhkan Suwe Ora Jamu tentu berupa jamu-jamuan. Namun, tidak seperti dikebanyakan kedai jamu, Suwe Ora Jamu menawarkan dua macam jamu yakni jamu tradisional atau yang biasa disebut jamu paitan dan jamu modern atau jamu yang sudah dimodernisasi sehingga menghasilkan banyak varian rasa namun tidak menghilangkan khasiat dari jamu itu sendiri.

Khusus untuk jamu tradisional, Suwe Ora Jamu lebih mengandalkan jamu pabrikan tradisional yakni Jamu Lboe asal Surabaya yang sudah dipercaya secara turun temurun selama kurang lebih 100 tahun. Sedangkan untuk jamu modern, Suwe Ora Jamu meracik sendiri agar terasa pas di lidah. Hal ini dilakukan untuk lebih mempopulerkan jamu, sehingga anak-anak muda bisa menikmati sembari nongkrong bareng.

“Di sini, jamu yang disajikan bukan hanya jamu pahit dan botolan yang biasa dijajakan penjual jamu keliling, tapi ada juga jamu yang diblend, di shake atau dimix dengan buah dan sayuran, sehingga rasa pahitnya tidak terlalu dominan saat diminum. Jika dirasa terlalu asam, bisa diolah menjadi lebih manis, juga sebaliknya,” terang Jonathan Lesmana, Marketing Manager Suwe Ora Jamu.

Untuk jamu tradisional, setidaknya Suwe Ora Jamu menyediakan 70 varian seperti jamu penurun kolesterol, jamu sehat pria, jamu haid teratur hingga masuk angin. Sedangkan untuk jamu modern, Suwe Ora Jamu mengolah jamu dengan sayuran atau buah. Ada juga jamu konvensional berupa Kunyit Asam, Beras Kencur, Rosella dan Alang-alang yang dikemas secara modern dalam botol kaca berukuran 240 ml dan disimpan dalam lemari es. Sehingga terasa segar saat dinikmati dalam keadaan dingin.

Suwe Ora Jamu juga menerapkan konsep seperti coffee shop yang membuka pelatihan barista, bedanya pelatihan yang diberikan bukan mengenai kopi, melainkan perihal jejamuan. Kegiatan tersebut biasa diadakan satu minggu sekali.

Jamu Favorit

Dari empat rasa jamu modern yang ditawarkan, jamu Kunyit Asam memiliki penggemar yang paling banyak. Rasa asam dan segarnya menjadi favorit banyak orang, terutama kaum perempuan. “Mungkin karena asam lebih disukai perempuan. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk lelaki. Saya pun sangat menyukai jamu Kunit Asam,” jelasnya.

Bagi yang tidak terlalu suka jamu, Suwe Ora Jamu punya moctail yang diracik dari campuran jamu dengan bahan lain. Contohnya, Green Tamarin yang diracik dari campuran jamu Kunyit Asem, sawi hijau dan jeruk nipis. Ada juga pretty red rosela yang merupakan campuran buah leci dan jamu rosella, atau coco kencur yang dibuat dari campuran jamu beras kencur dan sari kelapa. Jamu ini paling digemari anak-anak muda, khususnya mereka yang baru pertama kali minum jamu, karena rasanya cukup ringan.

“Cocktail sengaja dibuat untuk anak muda yang ingin mencoba jamu tanpa rasa pahit. Jadi kami membuat sebuah racikan yang “seolah-olah” bukan jamu,” kata Jonathan. Berkunjung ke Suwe Ora Jamu tak perlu khawatir kebobolan kantong, mengingat harga yang ditawarkan sangat terjangkau mulai dari Rp 12 ribu hingga 38 ribu per porsi.

Makanan Berat

Layaknya sebuah café, Suwe Ora Jamu juga menawarkan ragam menu lain di luar jejamuan. Salah satu andalannya adalah Nasi Bakar Tanjung Priok. Varian nasi bakar dengan porsi nendang ini sengaja diberi embel-embel Tanjung Priok, karena ditambahkan ikan tuna sebagai isian.

Meski secara tampilan cukup sederhana dan hanya disajikan bersama mixed vegetable serta daun salada, irisan timun dan tomat sebagai garnish, namun aroma daun pisang yang membungkus Nasi Bakar Tanjung Priok begitu menggelitik roma hidung, karena sebelumnya dipanggang di atas arang. Saat dicicipi, paduan bumbu di dalamnya terasa pas dan enak. Harganyapun relatif bersahabat, Rp 32 ribu per porsi.

Menu best seller lain yang juga tak boleh dilewatkan adalah Nasi Goreng Kecombrang, menu khas Suwe Ora Jamu ini cukup unik, tampilan nasi berwarna merah dan dicampur dengan kecombrang menghasilkan sensasi rasa yang istimewa. Irisan timun dan tomat, daun selada, telor ceplok serta kerupuk jadi pelengkap yang klop.

Selain itu Anda juga bisa memilih aneka menu lain  seperti Nasi Goreng Tradisional, Mi Itali Krunyus, Nasi Goreng Kembang Jepun, Nasi Tahu Jala Sutra, Mie Gendut, aneka makanan ringan seperti Pisang Goreng Pasir, Jamur Mawut, Roti Panggang aneka isi, aneka bubur dan tempe mendoan.

Pelanggan

Kedai jamu yang buka mulai pukul 11 siang sampai jam 11 malam ini rupanya sudah memiliki banyak pelanggan setia yang bukan hanya datang dari seputaran Jakarta saja, tapi juga dari daerah lain seperti Depok, Bekasi bahkan orang Sumatra yang kebetulan berkunjung ke Jakarta.

Kalangan artis dan pejabat seperti Riri Reza, Mira Lesmana, Raisa, Ayu Dewi dan public figur lainnya juga pernah singgah ke Suwe Ora Jamu, tertarik mencicipi? 

Info Lebih Lanjut Hubungi mengenai kedai jamu ini, hubungi:

KEDAI SUWE ORA JAMU
Jalan Petogogan I No. 28B, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Telp (021) 72790590

Baca juga:

Leave a Reply