Kaizen ~ Waralaba Potong Rambut Yang Memiliki Peluang Bisnis Menggiurkan

Calon waralaba yang berminat menggeluti bisnis barbershop bisa memilih waralaba Kaizen. Merek ini tengah berkembang dengan baik dan sudah ekspansi ke Kamboja. Simak informasinya berikut ini

Potensi Bisnis

Potensi bisnisnya juga terbilang sangat baik dengan perkembangan yang sangat signifikan. Sejak tahun 2013 hingga sekarang jumlah outlet kami naik hamir 90%. Setiap tahunnya Kaizen bisa membuka sekitar 20-25 outlet baru. Saat ini, Kaizen sudah memiliki 64 gerai yang tersebar di dua negara, Indonesia dan Kamboja.

Gerai Kaizen tersebar di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Bali, Cirebon, Surabaya, Medan, Batam, Banjarmasin, Yogyakarta dan Phnom Penh (Kamboja). “Peluang keberhasilan bisnis kami bisa dibilang sangat besar karena semua orang membutuhkan potong rambut, “ ujar Jason Budiarto, General Manager Kaizen.

Mitra Usaha Kaizen

Jason mengatakan, Kaizen bisa menjadi peluang bisnis menguntungkan bagi calon pembeli franchise. Sebab Kaizen sudah terbukti dapat memberikan bisnis yang sehat bagi franchisee. Hal itu dapat dibuktikan dari banyaknya outlet yang buka hanya dipelopori dari 20-30 franchisee saja. “Keunggulan bisnis kami jelas para franchisee dapat mulai menjalankan bisnis ini hanya dengan modal yang minim,” katanya.

Menurutnya, total investasi franchise Kaizen untuk tipe Kaizen Xpress sekitar Rp 90 juta rupiah dengan franchise fee 30 juta rupiah. Sementara untuk tipe Kaizen Gold investasinya sekitar 270 juta rupiah dengan franchise fee 80 juta. “Itu semua biaya investasi sebelum sewa tempat,” katanya.

Kaizen ~ Waralaba Potong Rambut Yang Memiliki Peluang Bisnis Menggiurkan

Para franchisee, kata Jason, bisa mendapatkan keuntungan sekitar 20-30% di awal buka, dan 50% setelah operasional berjalan dengan lancar. Karena pengeluaran operasional tiap bulan yang paling besar terletak di sewa tempat dan gaji karyawan saja. “Sisanya hanya pengeluaran kecil untuk hal-hal lainnya, serta minimnya inventory di bisnis ini,” jelasnya.

Faktor Kesuksesan

Jason menuturkan, selain keunggulan bisnisnya, faktor pendukung utama keberhasilan franchisee tak lepas dari faktor tempat yang strategis dan strategi promosi yang dilakukan oleh masing-masing franchisee. “Modal awal yang baik dan harus dimiliki tentu saja tempat yang baik dan traffic dari pengunjung tempat sendiri. Serta para franchisee juga harus rajin melakukan promosi untuk menarik lebih banyak pelanggan,” ujarnya.

Selain itu, jelas Jason, setiap harinya kantor pusat Kaizen selalu memberikan dukungan penuh terhadap outlet franchisee. “Seperti contohnya sewaktu Kaizen launching pertama kali di Medan, dimana pada bulan pertama pengunjung cukup minim karena mereka takut atau ragu untuk mencoba konsep yang baru,” ungkapnya.

“Akhirnya, kantor pusat mengirimkan team selama 1 minggu untuk melakukan promosi dengan mengundang beberapa media dan celebgram, serta membantu franchisee untuk berbicara dengan pihak manajemen mall untuk biaya-biaya yang dapat ditekan ditahap awal ini,” sambungnya.

Diakui Jason, setaip usaha pasti memiliki resiko. Namun Kaizen selalu mengusahakan agar resiko tersebut ditekan seminimal mungkin. “Maka dari itu kami juga memiliki slogan “Low Risk, High Return,” tandasnya.

Biasanya, kata dia, franchisee yang gagal itu karena mundur. Dia tidak punya waktu untuk mengurus operasional outlet sehari-hari. “Contohnya dulu ada Kaizen di Karawang Mall, namun, karena rencana pindah dominisili franchisee dibatalkan, franchisee tidak dapat mengontrol sehingga diputuskan untuk ditutup,” kata dia.

Kaizen sendiri mulai menawarkan peluang franchisee pada tahun 2013. Sejak itu, bisnis ini terus berkinerja baik. Omzet bisnisnya mencapai 3 miliar per tahun.

Informasi lebih lanjut mengenai peluang usaha barbershop ini, hubungi:

PT. KAIZEN INDONESIA
Email: support@kaizen10minute.com
Website: www.kaizen10minute.com

Baca juga:

Leave a Reply