Jumratul Aliah, Pemilik Batik Aamir Kinsler ~ Sukses Dengan Batik Bermotif Alam Hingga Mancanegara

Bisa dibilang dunia fesyen sudah menjadi pilihan Jumratul Aliyah dalam membangun usaha. Melihat ketatnya persaingan di usaha busana Muslim wanita membuat Aliyah beralih ke busana khusus pria. Benar saja, walau baru satu tahun berjalan namun produk Batik Aamir Kinsler yang dirintisnya bisa diterima pasar. Dengan mengandalkan motif yang unik dan produk yang berkualitas membuat produknya diminati bukan hanya pasar dalam negeri juga mancanegara. Seperti apa usaha batik yang satu ini?

Awal Mula Usaha Batik Aamir Kinsler

Dunia fesyen memang menjadi salah satu bidang usaha yang banyak diminati. Namun persaingan yang ketat, membuat para pelaku usaha harus selalu berpikir kreatif sehingga produk yangdibuat bisa diterima pasar. Salah satunya Jumratul Aliyah yang memutuskan terjun ke usaha batik pria sejak Juli 2015.

Bisa dibilang, dunia fesyen bukan hal baru bagi wanita yang akrab disapa Aliyah ini. Sebelum memutuskan memproduksi batik, Aliyah pernah menjalankan usaha jahit pakaian wanita selama sekitar 8 tahun dengan nama Aliyah Busana dan juga sempat memproduksi busana Muslim dengan skala terbatas.

Namun, semua usaha tersebut kandas di tengah jalan karena menghadapi permasalahan penjahit. “Waktu pikiran dan tenaga terkuras untuk masalah ini saja. Setelah beberapa kali berusaha untuk membenahi masalah ini, saya lihat tidak ada perubahan, akhirnya saya menutup Aliyah Busana,” ungkap wanita yang hobi membaca ini.

Kegagalan tersebut tidak menjadikan Aliyah berhenti berkreasi di dunia fesyen. Dengan belajar dari kegagalan yang ada dan melihat peluang bisnis yang masih terbuka lebar di bidang fesyen busana pria, wanita yang pernah 3 tahun bekerja di salah satu butik di Tangerang, Banten ini memutuskan untuk mengembangkan bisnis batik.

Jumratul Aliah, Pemilik Batik Aamir Kinsler

Dalam merintis usaha yang dimulai dengan modal sekitar Rp 4 juta untuk biaya pendaftaran merek, membuat label, dan produksi ini, Aliyah tidak terlalu mengalami banyak kendala. Kesulitan paling terasa dirasakan 1-2 bulan di awal usaha, karena salah menentukan target pasar sehingga respons tidak terlalu besar. “Namun selebihnya Alhamdullilah, respons sangat baik dan semakin meningkat,” ungkapnya.

Motif Batik Aamir Kinsler Tawarkan Tidak Pasaran

Walau peluang bisnis produk fesyen pria masih sangat besar, namun kreatifitas pelaku usaha menjadi penentunya. Karena itu tidak heran bila dalam memproduksi batik dengan nama Aamir Kinsler yang diambil dari nama sang putra, Aliyah lebih mengandalkan motif yang unik dan tidak pasaran di luar kualitas jahitan dan bahan yang digunakan. “Batik yang kita tawarkan bahannya adem dipakai, tidak susut dan tidak luntur,” tambahnya.

Bicara mengenati motif, saat ini ada sekitar 12 motif batik yang ditawarkan Aliyah yang sebagian besar merujuk pada motif alam seperti motif daun hingga bunga yang dipadukan dengan warna-warna sejuk seperti cokelat, merah tua, emas dan sebagainya.  “Sebenarnya produk kita lebih kemotif batik Solo Modern, dan yang paling diminati ialah motif Debyah yaitu motif yang menggambarkan bunga teratai yang sedang mekar” ungkapnya.

Sebagai pemain baru, Batik Aamir Kinsler hanya memproduksi batik printing lengan panjang dan lengan pendek. Namun dalam waktu dekat Batik Aamir Kinsler akan mengeluarkan batik anak dan batik tulis. Harga jual yang ditawarkan bervariasi mulai dari Rp 170 ribu untuk lengan pendek, Rp 200 ribu untuk lengan panjang dan Rp 185 ribu untuk jumbo.

Jumratul Aliah, Pemilik Batik Aamir Kinsler ~ Sukses Dengan Batik Bermotif Alam Hingga Mancanegara

Tembus Pasar Mancanegara

Dalam memasarkan produknya Aliyah hanya mengandalkan jejaring sosial seperti facebook, instagram dan lainnya. Meski demikian, Batik Aamir Kinsler banyak dikenal yang berdampak penjualan yang terus meningkat.

Paling tidak dalam satu bulan, Batik Aamir Kinsler bisa terjual sekitar 800 pcs dengan omset ratusan juta per bulannya. Konsumennya juga sudah mencapai ke seluruh daerah di Indonesia serta berhasil menembus pasar mancanegara seperti Malaysia, Jerman hingga Amerika Serikat.

Namun, kesuksesan yang dialami istri dari Chirag Kai Kinsler ini dalam mengembangkan usahanya bukan tanpa kendala. permintaan yang besar belum bisa diimbangi dengan stok produk yang mencukupi serta varian motif yang masih terbatas. Karena itu, Aliyah terus melakukan penambahan kapasitas produksi secara bertahap dan terus berkreasi untuk menambah motif batik yang ada, paling tidak dalam satu bulan akan dikeluarkan empat motif yang berbeda.

Bagi Aliyah kesuksesan yang diraihnya saat ini tidak lepas dari prinsip usaha yang dipegangnya. Mulai dari terus berdoa, selalu belajar untuk meningkatkan kualitas diri, serta positive thingking dalam menghadapi hambatan bisnis.

Info Lebih Lanjut Hubungi :

Batik Aamir Kinsler
Komplek Palem Ganda Asri I Blok A6 no 9 Karang Tengah Tangerang
Web : www.aamirkinsler.com
FB : Jumratul Aliyah
Fp : Aamir Kinsler
IG : aamir_kinsler
WA : 0851380 9443

Baca juga:

Leave a Reply