Intip Peluang Bisnis Bersama Bakmi Ranjau ~ Waralaba Bakso Super Pedas

Apa yang dilakukan Puji Irwanto dengan menggabungkan kuliner mie ayam bakso dan cita rasa pedas bisa dibilang sangat tepat. Kedua hal tersebut memang memiliki pasar yang sangat menjanjikan dan tidak ada matinya. Melalui Bakmi Ranjau yang dirintis sejak 2009, Puji mencoba menyajikan kuliner bakso dan mie ayam dengan cita rasa pedas yang luar biasa. Seperti apa sensasi pedas yang ditawarkan?

Awal Usaha Bakso dan Mie Ayam “Bakmi Ranjau”

Siapa yang tak suka bakso dan mie ayam? Hmmm…kuliner satu ini jadi buruan masyarakat yang ingin menikmati daging bundar dengan mie dan kuah panas yang maknyus. Banyaknya penikmat mie dan bakso, memberi gambaran jika prospek usaha ini sangat menjanjikan. Hal ini pula yang dilihat Puji Irwanto dengan memutuskan membuka usaha bakso dan mie ayam di tahun 2009.

Sadar banyaknya pesaing, Puji tidak menghadirkan bakso dan mie ayam dengan cita rasa yang menggugah selera. “Bakso dan mie ayam serta makanan dengan rasa yang pedas punya banyak peminatnya, jadi saya menggabungkan kedua hal tersebut dengan menghadirkan bakso dan mie super pedas dengan nama Bakmi Ranjau,” ujarnya.

Dalam merintis usahanya, Puji tidak main-main. Ia mempersiapkan semuanya dengan sangat matang. Bahkan untuk mendapatkan cita rasa bakmi yang sesuai dengan selera pasar, ia harus melakukan uji coba selama tiga bulan. Guna mengetahui respons masyarakat, Puji membagikan bakmi buatannya pada keluarga, saudara hingga tetangga sekitar kediamannya sehingga didapat rasa yang benar-benar pas dan disukai banyak orang.

Setelah mendapat resep yang pas, Puji memutuskan membuka usaha bakmi berkonsep resto dengan nama Bakmi Ranjau. Modal yang dikeluarkan sekitar Rp 200 juta, yang digunakan untuk mempersiapkan usaha mulai dari peralatan, bahan baku hingga sewa tempat di salah satu mal di Bekasi.

Intip Peluang Bisnis Bersama Bakmi Ranjau ~ Waralaba Bakso Super Pedas

Bakmi Ranjau Hadirkan Bakso Super Pedas

Bagi Puji, membuat sesuatu yang beda menjadi keharusan untuk merebut pasar dan menang dalam persaingan. Karena itu ia menghadirkan bakso dengan cita rasa super pedas yang disukai masyarakat luas. Untuk menghadirkan sensasi pedas, Puji mencampurkan sambal rawit setan yang pedas pada adonan bakso. Tak heran rasa bakso menjadi sangat pedas. Rasa pedas bisa dilihat dari warna bakso yang kuning kemerah-merahan. “Tapi dalam satu porsi bakso ranjau hanya kita kasih satu buah, karena memang rasanya sangat pedas,” ungkapnya.

Selain menghadirkan Bakso Ranjau yang jadi andalan, Puji juga menawarkan menu lain seperti mie ayam dan siomay yang disajikan dengan mangkuk khusus pangsit yang juga bisa dimakan. Ada juga Mie Goreng, Pempek, Siomay, Nasi Goreng dan Mendoan. Nah guna menetralisir rasa pedas disajikan berbagai minuman segar seperti Es Salju atau Es Padang Pasir yang berisi aneka buah-buahan segar serta susu kental manis. Meski mengusung tema resto, namun harga yang ditawarkan sangat terjangkau. Untuk makanan dijual dengan harga Rp 18-30 ribu dan minumannya Rp 5-15 ribu.

Peluang Bisnis Bersama Bakmi Ranjau

Melihat respons yang baik dari konsumen dan banyaknya permintaan kerja sama, Puji memutuskan untuk membuka penawaran kerja sama waralaba setelah usaha berjalan satu tahun.

Ada dua paket yang ditawarkan yakni investasi Rp 125 juta untuk tipe Mini Resto dan investasi Rp 250 juta untuk Resto. Dengan investasi itu, calon mitra akan mendapatkan renovasi tempat dengan standar mie ranjau, paket menu dan berbagai peralatan seperti working table, kompor, noodle cooker, straw dispenser, dan berbagai peralatan usaha lainnya. Selain itu mitra juga akan dapat x-banner, daftar menu, seragam, brosur, dan bahan baku perdana senilai Rp 2 juta. “Untuk mempermudah kita kasih satu karyawan yang sudah di training sesuai SOP (Standard operating Procedure),” ujarnya.

Kerja sama berlaku selama lima tahun, tidak ada biaya royalti serta biaya perpanjangan kontrak pasca lima tahun usaha berjalan. Namun jika ingin memperpanjang kontrak harus melalui berbagai penilaian dari pihak pusat. Namun mitra diwajibkan membeli bahan baku seperti bumbu, mie dan bakso sesuai kebutuhan usaha. “Pembelian bahan baku dari pusat untuk menstandarkan rasa,” tambah Puji.

Puji memberi gambaran mitra bisa balik modal dalam waktu 19 bulan. Balik modal tersebut bisa tercapai dengan asumsi omset yang akan didapat mitra sekitar Rp 2,5 juta per hari atau Rp 75 juta per bulannya. Dengan asumsi pengeluaran per bulan untuk bahan baku Rp 41,2 juta, gaji bersih 5 orang karyawan Rp 6,8 juta, rincian sewa tempat Rp 9 juta, operasional Rp 3,75 juta dan penyusutan peralatan Rp 1,5 juta sehingga total pengeluaran per bulan sekitar Rp 62,3 juta. Dari pengeluaran tersebut bisa di dapat keuntungan bersih Rp 12,3 juta per bulannya.

Kendala Usaha

Selama lima tahun membangun usaha, Puji mengatakan dalam proses kerja sama kendala yang kerap datang dari mitra yang terkadang kurang berkonsentrasi dalam menjalankan usaha mulai dari pengontrolan usaha dan lain sebagainya. Hal tersebut akan berpengaruh pada pendapatan.

Pengiriman bahan baku pada mitra juga kerap menjadi kendala dalam usaha yang dijalankan. Terkadang biaya pengiriman bahan akan mempengaruhi pada pengeluaran usaha dan secara otomatis akan mempengaruhi pada harga jual produk kepada konsumen. Untuk itu sebisa mungkin pengiriman bahan baku akan ditekan agar tidak mempengaruhi harga. “Kadang harga bahan baku yang naik turun juga akan sangat mempengaruhi dari berlangsungnya usaha,” ujar Puji.

Info lebih lanjut mengenai peluang bisnis bakso dan mie ayam dengan cita rasa pedas ini, hubungi:

Puji Irwanto (Bakmi Ranjau)
Komlek Pelni Jaya Indah
Estate, Jl. Km Kambuna Blok A3 No 1, Bekasi Timur
Telp: 0218827903
Web: www.bakmiranjau.com

Baca juga:

Leave a Reply