Fendra Agoprilla Putra ~ Sukses Usaha Mie Nyonyor, Omset 90 -100 juta/ Bulan

Bosan dengan olahan mie yang biasa-biasa saja? Kenapa tidak Anda coba menikmati mie dengan penyajian yang berbeda, Mie Ramen Nyonyor misalnya Mie Nyonyor yang menawarkan sajian Mie ramen 5 level kepedasan. Ikuti kisah sukses usaha Mie Nyonyor yang dimiliki oleh Fendra Agoprilla Putra di sini.

Awal Usaha Mie Nyonyor

Bisnis kuliner masih menjadi primadona untuk mendulang rupiah asalkan berani mencoba, tekun dan jujur. “Sebenarnya saya ingin bisnis makanan bakso karena memang doyan makan bakso. Saat masih kuliah sering ikut bazar makanan dari resep bakso hasil resep sendiri. Namanya bakso cinta. Di dalamnya berisi potongan sayur serta buah. Kuahnya juga warna warni karena campuran dari tomat dan beberapa sayuran. Tapi saya berpikir bakso saya tidak bisa dijual secara berkelanjutan karena tidak bertahan lama,” jelas lelaki lulusan terbaik di kampus Untag Banyuwangi.

Hal inilah yang menjadi prinsip Fendra Agoprilla Putra yang telah sukses mengembangkan Mie Nyonyor dengan omset Rp 90 juta – Rp 100 juta per bulan.

Dari otak atik di dapur selama dua minggu, akhirnya Ago berhasil menciptakan menu Mie Nyonyor yang mempunyai level pedas 1-5. Dia meminta teman-teman dikampusnya untuk mencoba dan mereka memberikan respon positif.

Modal Uang Patungan Dengan Pacar

Dengan modal Rp1.5 juta rupiah, akhirnya Ago memberanikan diri membuka warung Mie Nyonyor pertama kalinya di teras rumah dengan dua meja kecil bekas kos-kosan. “1.5 juta itu yang saya pribadi dan uang mantan pacar yang sekarang sudah jadi istri saya. Uang itu juga termasuk uang jaga-jaga kalau gagal,” ungkapnya.

Fendra Agoprilla Putra ~ Sukses Usaha Mie Nyonyor, Omset 90 -100 juta/ Bulan

Ago masih ingat, di hari pertama ada sekitar 20 pelanggan yang sebagian besar kawan-kawan di kampusnya. “Setiap ada yang pesan saya lari di dapur yang ada di belakang rumah karena memang di sana masaknya. Dan sekarang sudah memanfaatkan garasi rumah yang dulu pernah jadi kamar saya untuk dijadikan dapur. Saya ya jadi kasir, jadi tukang masak, jadi tukang bersih-bersih dibantu sama ibu, istri yang saat itu masih jadi pacar,” kata Ago yang saat ini telah memiliki lebih dari 20 pegawai.

Selalu Menciptakan Menu Baru

Untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya, Ago selalu menciptakan menu-menu baru hasil kreasi dia sendiri selain Mie Nyonyor yang memiliki level kepedasan 1-5. “Ada Mie Nyonyor Saus Bolognese, Ramen Nyonyor, Club Sandwich Panggang dan Salad Buah. Yang mau tambah porsi dan tambah topping juga disediakan,” jelasnya.

Saat ditanya rahasia gurih dan pedas Mie Nyonyor kreasinya, Ago tidak pelit berbagi resep. “Mie yang saya buat tanpa MSG karena memang tidak baik untuk kesehatan. Pedasnya murni dari cabai yang dibuang bijinya jadi tidak akan menimbulkan penyakit usus buntu. Cabai tersebut diblender lalu direbus dengan bumbu hingga berubah menjadi pasta yang dijadikan campuran dalam mie. Selain itu, minuman di sini tidak ada yang mengandung soda karena saat makan pedas dilarang minum soda itu sudah saya coba sendiri,” tambahnya.

Pemasaran Melalui Media Sosial

Ia mengaku, selain mengenalkan Mie Nyonyor lewat teman-teman kampusnya, ia juga menggunakan media sosial dengan nama Mie Nyonyor dan sering menggelar kuis atau lomba foto ekspresi kepedasan makan Mie Nyonyor dengan hadiah makan gratis dan memberikan diskon bagi pelanggannya.

“Responsnya sangat baik, sehingga pelanggan bawa teman satu lainnya. Lewat mulut ke mulut promosinya,” jelasnya.

Lelaki lulusan Ekonomi Manajemen tersebut akhirnya memutuskan menjadi pedagang Mie Nyonyor dan menolak pekerjaan lain yang sudah di depan mata. “Sempat bermain di saham dan juga diterima lowongan kerja di salah satu bank. Tapi saya bulat memutuskan untuk tetap jualan mie,” tambahnya.

Hasil kerja keras Ago terbayar. Saat ini ia telah memiliki beberapa cabang. “Ada di Sukowidi, di Genteng dan di sini untuk wilayah Banyuwangi. Kalau di luar kota ada di Jember, Sidoarjo dan dua cabang di wilayah Surabaya. Sebagian besar keluarga sih yang mengelola dengan sistem persentase 3-4 persen dari omset setiap cabang,” jelasnya.

Informasi lebih lanjut mengenai usaha kuliner mie ini, hubungi:

Mie Nyonyor
Alamat : Jl. Medang Kamulan No. 8. Banyuwangi
No HP : 0877-5561 7752
Facebook : Mie Nyonyor

Baca juga:

Leave a Reply