Eco Power Booster ~ Alat Penghemat Bahan Bakar Minyak (BBM) Berbahan Baku Air

Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) membuat sebagian besar masyarakat pengeluh. Betapa tidak, kenaikan BBM jadi pemicu kenaikan berbagai macam produk, jasa, bahan pangan, transportasi dan ongkos produksi. Karena itu hadirnya penghemat BBM jadi buruan masyarakat untuk bisa menghemat pengeluaran sehari-hari. Ajat Sudrajat bersama beberapa dosen dan mahasiswa di Universitas Nasional, Jakarta mengembangkan alat penghemat BBM berbahan baku air yang diberi nama Eco Power Booster. Seperti apa alat yang mampu menghemat hingga 40% penggunaan bahan bakar berbagai kendaraan termasuk genset ini?

Awal Terciptanya Eco Power Booster

Bisa dibilang Bahan bakar Minyak (BBM) menjadi salah satu barang kebutuhan pokok masyarakat saat ini. Hal tersebut bisa dilihat dari dampak yang ditimbulkan akibat kenaikan harga BBM yang juga memicu kenaikan berbagai kebutuhan masyarakat. Maklum BBM naik semua harga kebutuhan pokok ikut naik, transportasi naik, hingga ongkos produksi juga ikut naik yang dikeluhkan banyak pelaku usaha kecil menengah (UKM). Tak ayal masyarakat pun berlomba mengencangkan ikat pinggang dan melakukan penghematan di mana-mana.

Gejolak akibat kenaikan harga BBM menjadi keprihatinan para akademisi. Salah satunya pengajar di Universitas Nasional, Jakarta Ajat Sudrajat. Bersama beberapa akademisi lainnya seperti Profesor Sunartoto Gunadi, M. ENG, Eddy Arifin, Imanuel Setiadi, dan para mahasiswa mencoba mengembangkan alat penghemat BBM berbahan baku air. “Keprihatinan naiknya harga BBM mendorong akademisi dan mahasiswa di UNAS untuk mengolah air menjadi bahan bakar,” ujarnya.

Menurut Ajat, penelitian dilakukan sejak pertengahan tahun 2008 hingga 2010 dengan bahan baku air dan metode konvensional hingga ditemukan alat yang bisa menghemat BBM 15%-35%. “Pada tahun 2011 kita patenkan teknologi ini karena ini merupakan penemuan pertama di dunia,” ungkapnya pria yang mengaku menghabiskan dana yang tidak sedikit untuk penemuan ini.

Setelah dilakukan berbagai percobaan baik dikendaraan roda dua, roda empat, genset hingga kapal nelayan di tahun 2012, akhirnya alat penghemat BBM yang diberi nama Eco Power Booster (EPB) ini diproduksi dibawah PT. Tatalepa Energi Teknolog. Nama Eco Power Booster sendiri berasal dari Eco artinya ekonomis dan efisien. Sedangkan Power Booster artinya dapat memacu kecepatan kendaraan.

Eco Power Booster ~ Alat Penghemat Bahan Bakar Minyak (BBM) Berbahan Baku Air

Bahan Baku Air

Dipilihnya air sebagai bahan baku alat penghemat BBM ini karena unsur hidrogen yang terkandung dalam air bisa menjadi sumber bahan bakar. Menurut Ajat pada produk Eco Power Booster, air digunakan untuk membangkitkan energi listrik dengan H-H-O (H2O) menggunakan dry cell yang nantinya akan membantu mengurangi penggunaan BBM sebagai bahan bakar.

Eco Power Booster akan menghasilkan gas Oksigen dan Hidrogen. Kedua gas tersebut akan disalurkan ke ruang bakar melalui saringan udara. Campuran gas hidrogen dan bahan bakar standar mesin (bensin/solar) menjadi sangat mudah terbakar sehingga meningkatkan efisiensi mesin dan memberikan tenaga lebih besar serta jarak tempuh bertambah.

Berbagai Kendaraan hingga Genset

Alat penghemat BBM ini bisa digunakan di berbagai jenis kendaraan seperti motor, mobil, kapal nelayan hingga mesin genset. Dengan dipasangnya alat penghemat berbahan baku air ini mampu menghemat pengeluaran karena jarak tempuh per liter BBM semakin besar dan biaya yang dikeluarkan masyarakat pastinya dapat ditekan. Bila teorinya penghemat BBM ini bisa menghemat 15%-35%, namun pada prakteknya penghematan bisa lebih besar hingga lebih dari 40%. “Mobil saya (jenis medium MPV) sebelum dipasang alat ini jarak tempuhnya 1 liter untuk 7 km, setelah menggunakan alat ini bisa mencapai 12 km,” jelasnya Ajat.

Selain itu, EPB juga dapat meminimalkan emisi gas buang (gas CO dan CO2) yang berbahaya bagi lingkungan hingga 50 persen. Hal ini menjadikannya ramah lingkungan. Performa kendaraan meningkat dan mampu menurunkan suhu kerja mesin dan menurunkan panas yang terpapar ke udara, serta membersihkan mesin dari deposit karbon.

EPB dijual dengan harga Rp 500 ribu untuk motor dan Rp 5,5 juta untuk mobil. Harga tersebut bisa dibilang akan terus dikoreksi seiring dengan penelitian yang terus dilakukan. Karena memang hingga saat ini Eco Power Booster yang dipasarkan sudah masuk pada generasi ke-7. “Kita akan terus kembangkan untuk mencari bahan baku yang lebih murah dan sistem yang lebih baik sehingga harganya terjangkau dan bisa dinikmati seluruh masyarakat,” terangnya.

Ajat mengatakan jika alat penghemat ini tidak akan merusak mesin sehingga aman untuk digunakan. Untuk memastikan hal tersebut, ia menggaransi produk penghemat BBM karya anak bangsa ini hingga satu tahun sejak pembelian. Tak heran, permintaan terus meningkat.

Pemasangan dan Perawatan

PemasanganEco Power Booster tidak sulit terutama di kendaraan roda empat yang hanya membutuhkan waktu 1 jam sedangkan untuk sepeda motor diperlukan waktu lebih dari 1 jam karena harus mencari tempat yang pas untuk memasang alat ini. “Untuk input kita sambungkan dengan bagian elektrikal sedangkan output alat ini kita sambungkan dengan filter udara dari kendaraan maupun genset,” ungkapnya.

Karena berbahan baku air, untuk merawat Eco Power Booster konsumen hanya harus mengisi ulang air yang berada ditabung Eco Power Booster bila sudah melewati batas ukur yang ditentukan. Namun bila air dalam tabung habis, secara otomatis alat ini akan tidak berfungsi sehingga tidak menimbulkan efek apapun pada kendaraan. Karena itu, harus selalu diperhatikan air dalam tabung.

Permintaan Eco Power Booster

Walau hanya memanfaatkan pemasaran dari mulut ke mulut dan memanfaatkan pameran, saat ini Eco Power Booster (EPB) sudah banyak dikenal masyarakat. Hal tersebut bisa dilihat dari pesanan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia yang mencapai 500 unit untuk sepeda motor dan sekitar 25 unit untuk mobil setiap bulannya. Dengan demikian omset mencapai Rp 300 jutaan. “Untuk sekarang kita sedang banyak pesanan untuk genset di beberapa perusahaan besar baik di Jawa, Sumatera dan beberapa daerah lainnya. Karena produk ini sangat dibutuhkan oleh para pelaku usaha untuk mengurangi beban pengeluaran,” terang Setiadi.

Walaupun sudah dikembangkan sejak 7 tahun yang lalu, namun Ajat dan tim masih terkendala pada pola pikir masyarakat yang masih khawatir tentang keamanan alat Eco Power Booster terhadap kendaraan mereka, karena itu, pihaknya terus melakukan edukasi terhadap alat yang dibuat pada masyarakat.

Informasi lebih lanjut mengenai alat penghemat Bahan bakar Minyak (BBM) Eco Power Booster ini, hubungi:

PT. Tatalepa Energi Teknologi
Jl. Haji Montong No. 64, Ciganjur, Jakarta Selatan
Telp. (021) 93515787

Baca juga:

Leave a Reply