Dragon Power ~ Alat Penghemat Listrik Hingga 35% Dengan Teknologi Jerman

Di era serba modern seperti sekarang ini di mana hampir semua peralatan baik rumah tangga maupun industri membutuhkan listrik, membuat kebutuhan akan listrik terus bertambah. Celakanya hampir setiap tahun tarif dasar listrik selalu mengalami kenaikan yang tentu memberatkan masyarakat. Peluang bisnis ini yang ditangkap Ali Hendrawan dengan menciptakan alat penghemat listrik Dragon Power. Apa saja kelebihannya dan seperti apa perjalanan usaha Ali mengembangkan Dragon Power?

Awal Mula Terciptanya Dragon Flower

Listrik sudah seperti kebutuhan hidup. Pasalnya di zaman serba modern seperti saat ini banyak masyarakat yang menggunakan peralatan guna meringankan pekerjaannya yang membutuhkan listrik seperti misalnya mesin cuci, magic jar, kulkas, dispenser, komputer, hingga peralatan produksi. Sayangnya dalam beberapa tahun terakhir pemerintah selalu kesulitan memenuhi kebutuhan masyarakat akan listrik lantaran terus menghadapi krisis energi. “Padahal di luar negeri sudah banyak teknologi untuk mengefisiensi energi, salah satunya adalah Jerman teknologi,” ujar Ali Hendrawan.

Pria yang akrab disapa Ali ini mengatakan mahalnya harga penghemat listrik dari luar negeri tersebut menginspirasinya untuk membuat alat sejenis. Kebetulan ada salah seorang rekannya yang memiliki alat penghemat listrik teknologi Jerman dan bersedia meminjamkannya kepada Ali untuk dipelajari. “Alat tersebut saya bongkar dan saya mempelajari cara kerjanya,” terangnya.

Butuh waktu 5 bulan bagi Ali untuk mempelajari dan membuat bagan serta mengungkap rahasia penghemat listrik teknologi Jerman namun dengan harga yang lebih terjangkau. Yakin dengan kualitas alat penghemat listrik buatannya, Ali memutuskan untuk memasarkan alat penghemat listriik tersebut dengan merek dagang Dragon Power pada Agustus 2005. “Saat itu alat penghemat energi berteknologi Jerman sangat mahal, namun saya berhasil menciptakan alat serupa yang jauh lebih terjangkau,” ujarnya bangga.

Dragon Power menawarkan 3 tipe alat penghemat listrik yaitu Tipe R1 untuk listrik kapasitasss 450-1300watt seharga Rp 250 ribu/unit, Tipe R2 kapasitas 2200-4400 watt seharga Rp 300 ribu/unit, dan Tipe R3 untuk kapasitas 5500-7700 watt dengan harga Rp 500 ribu/unit. Dengan teknologi yang berkualitas dan harga yang terjangkau, Dragon Power cepat mendapat respons dari masyarakat. Tidak heran Ali mengaku mampu menjual hingga 1000 pcs setiap bulannya dengan omset mencapai Rp 250 juta/bulan.

Dragon Power ~ Alat Penghemat Listrik Hingga 35% Dengan Teknologi Jerman

Dragon Power, Alat Penghemat Listrik

Tahukan anda bahwa dalam tagihan listrik yang dibayarkan setiap bulannya terdapat berbagai biaya, salah satunya adalah biaya induksi. Biaya induksi merupakan hasil dari pemakaian listrik semu atau biasa disebut induksi listrik yang biasanya terjadi pada pemakaian peralatan yang menggunakan dinamo seperti AC, kulkas, pompa air, mesin cuci, maupun kipas angin.

Nah, dikatakan Ali secara garis besar alat penghemat listrik merupakan sebuah kapasitor yang berfungsi mengeliminir bahkan menghilangkan daya listrik semu tersebut, sehingga dapat mengurangi tagihan listrik tiap bulannya. Hanya saja Ali mengingatkan kalau setiap kapasitor tersebut memiliki nilai yang menentukan kualitas dan kinerja kapasitor itu sendiri. Dragon Power mengacu pada nilai kapasitor alat penghemat listrik teknologi Jerman yang telah terbukti kualitasnya.

Dengan menggunakan Dragon Power, Ali mengklaim mampu menghemat 10-35% tagihan listrik tergantung dari seberapa banyak pemakaian peralatan yang berinduksi. Tidak hanya menghemat, Dragon Power juga dapat memaksimalkan daya yang terpasang di rumah atau tempat usaha. Seperti kita ketahui PLN mendistribusikan arus listrik dari gardu ke pelanggan menggunakan penghantar yaitu kabel.

Semakin jauh jaraknya maka semakin besar hambatan yang ditimbulkan sehingga banyak arus listrik yang terbuang (losses). Dengan menggunakan Dragon Power maka akan menguntungkan kedua belah pihak baik pelanggan maupun PLN. Pelanggan akan mendapatkan daya listrik sesuai daya yang terpasang, sedangkan PLN dapat menekan losses energy sehingga tidak perlu membangun gardu baru.

Selain itu Dragon Power juga dilengkapi voltase meter untuk memantau tegangan listrik serta sekring yang berfungsi mencegah terjadinya konsleting jika terjadi kerusakan pada komponen Dragon Power sehingga relatif aman digunakan. “Banyak kasus kebakaran terjadi karena konsleting listrik akibat menggunakan alat penghemat listrik. Maka dengan adanya sekring tersebut membuat Dragon Power aman untuk digunakan meski dipasang 24 jam non stop,” ujarnya.

Sertifikasi Dragon Power

Tidak seperti alat penghemat listrik lainnya, Dragon Power telah melalui uji coba dan telah mendapatkan sertifikasi dari LIPI dengan nomor registrasi No 8TP-025-PC-TP-006-10/B yang menerangkan bahwa Dragon Power mampu mengefisiensi pemakaian listrik sehingga membuat tagihan listrik pelanggan menjadi lebih hemat. Selain itu Dragon Power juga telah sesuai dengan SK Menteri PU No. 23/PRT/78 tentang penggunaan kapasitor bank.

Menurut Ali, Dragon Power juga turut mendukung inpres No 10 tahu 2005 tentang penghematan energi. Dragon Power juga legal di mata hukum karena tidak mencuri arus listrik karena tidak merusak segel KWH milik PLN. “Dragon Power sangat mudah untuk digunakan serta tidak perlu membongkar rangkaian listrik dan meteran milik PLN yang sudah terpasang di tempat pelanggan. Caranya cukup menghubungkan Dragon Power dengan stop kontak listrik terdekat dengan meteran,” ujarnya.

Meski telah memiliki sejumlah sertifikasi, Ali tetap mengharapkan dukungan dari pemerintah untuk mempermudah proses sertifikasi produk buatan anak bangsa agar dapat bersaing dengan produk luar negeri. “Saya pernah mengajukan proposal untuk sertifikasi namun dikenakan biaya yang tidak murah, belum lagi prosesnya yang lama. Padahal banyak produk anak bangsa yang tidak kalah kualitasnya dengan produk impor,” terangnya.

Keagenan Dragon Power

Bagi Anda yang tertarik memasarkan produk penghemat energi Dragon Power, Ali membuka kerja sama keagenan. Kini Dragon Power telah memiliki 7 mitra di Bekasi, Cikarang, Medan, Surabaya, Bandung, Semarang, hingga Batam.  “Sejak awal saya sudah membuka kerja sama keagenan dalam memasarkan Dragon Power,” ujarnya.

Ada 4 pilihan kerja sama keagenan yang ditawarkan yaitu Reseller dengan minimal pembelian awal 12 pcs. Sub Agen minimal pembelian 100 pcs, agen dengan minimal pembelian 200 pcs, dan Distributor dengan minimal pembelian 1000 pcs. Khusus untuk distributor diberikan proteksi wilayah 1 provinsi. Selanjutnya mitra akan mendapatkan diskon sebesar 10%-30% dari harga jual yang sudah ditentukan. “Harga jual sengaja sudah saya tetapkan agar tidak terjadi persaingan antar agen,” ujarnya.

Kendala dan Promosi

Ali tidak memungkiri jika setiap usaha pasti mengalami kendala, begitu juga dengan usaha Dragon Power yang tengah digelutinya. Ali mengatakan kenaikan kurs dolar menjadi kendala tersendiri. Pasalnya hampir semua komponen Dragon Power menggunakan komponen impor. Dengan kenaikan kurs dolar maka membuat harga komponen menjadi semakin melambung. “Daya beli masyarakat juga semakin berkurang jika bisanya saya mampu menjual 1000pcs/bulan, kini hanya sekitar 700pcs/bulan,” keluhnya.

Selain itu agar Dragon Power lebih  cepat dikenal masyarakat Ali gencar melakukan promosi mulai dari promosi dari mulut ke mulut, hingga membuat website dengan alamat http://pilihanhemat.blogspot.co.id Guna mendongkrak penjualan, Ali juga gencar membuka lapak di berbagai situs e-commerce. “Ada juga agen yang bekerja sama dengan koperasi dengan sistem pembayaran mundur dan hasilnya cukup efektif,” pungkasnya.

Info lebih lanjut mengenai alat penghemat listrik ini, hubungi:

Dragon Power
Perum Ciater Permai Blok C9, No. 9, Serpong, Tanggerang Selatan
Telp : 0813993482275
Website : http://pilihanhemat.blogspot.co.id

Baca juga:

Leave a Reply