Deni Hadian, Pembibitan Jeruk Dekopon ~ Kewalahan Penuhi Permintaan Hingga 2000 Bibit per Bulan

Melihat peluang usaha yang menjanjikan di bidang agribisnis khususnya tanaman buah menarik Deni Hadian banting setir menjadi petani tanaman buah. Dari 700 meter persegi lahan yang ditanami, tanaman jeruk Dekopon, varietas asal Jepang yang merupakan salah satu varietas terbaru. Tiap bulan Deny bisa menjual 500 bibit tanaman jeruk Dekopon. Pangsa pasar yang luas membuat prospek agribisnis budidaya dan pembibitan jeruk Dekopon terbuka lebar. Seperti apa budidayanya?

Awal Usaha Pembibitan Jeruk Dekopon

Deni Hadian begitu nama lengkap pria yang akrab dipanggil Deni ini. Sebelumnya Deni bekerja di salah satu perusahaan supplier bibit tanaman buah hortikultural di Bogor, Jawa Barat. Tak puas hanya menjadi seorang pekerja, Deni memutuskan berhenti dan memilih menjadi petani tanaman buah sejak bulan Juni 2012. Di atas lahan sewaan seluar 700 meter persegi, Deni memulai usahanya dengan menanam berbagai jenis tanaman buah yang salah satunya jeruk Dekopon asal Jepang.

Di awal usahanya, Deni mengeluarkan modal hingga Rp 10 juta yang digunakan untuk membeli peralatan dan perlengkapan pertanian, bibit hingga menyewa lahan yang berlokasi di Perumnas Bantar Jati, Bogor, Jawa Barat. Deni mengatakan kebun seluas 700 meter persegi tersebut ditanami  berbagai macam tanaman buah namun yang terbesar adalah jeruk Dekopon yang diperoleh dari Lembang, Jawa Barat.

Menurut Deni, jeruk Dekopon bukan komoditi asli Indonesia, sejak awal jeruk Dekopon yang ditanam salah satu perusahaan agrobisnis di Lembang diekspor ke Jepang. Seiring waktu, buah tersebut pada akhirnya juga dipasarkan di Indonesia dengan harga yang mahal.

Sejak saat itu, mulai banyak petani yang melirik jeruk Dekopon sebagai salah satu komoditi utamanya terutama di daerah Bandung, Jawa Barat. Deni mengatakan bahwa sebenarnya pembibitan jeruk Dekopon sangat mudah, asalkan kita mempunyai basic di bidang pertanian.

Pembibitan Buah Jeruk Dekopon

Buah Premium

Jika jeruk biasanya dipenuhi dengan biji, lain halnya dengan jeruk Dekopon yang memiliki karakteristik berbeda. Selain tanpa biji, kulit yang tebal, rasa yang manis dan ukuran buah yang besar menyerupai buah pir menjadi pesona tersendiri bagi jeruk Dekopon.

Jeruk yang termasuk kategori langka ini merupakan persilangan antara jeruk Kiyomi dan Ponkan. Dibandingkan dengan jeruk pada umumnya, harga yang mencapai Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu per kilo ini menjadikan jeruk Dekopon sebagai salah satu buah premium, bahkan di negara asalnya Jepang, jeruk Dekopon tergolong jeruk dengan harga termahal.

Kelebihan lain yang menjadi daya tarik jeruk Dekopon adalah pertumbuhan yang cepat apalagi bisa dilakukan dengan perawatan dan pemeliharaan yang baik. Pohon buah jeruk Dekopon dapah berbuah perdana pada usia sekitar 2 tahun.

Selain harga buah yang mahal, harga bibit jeruk Dekopon pun sangat menjanjikan. Untuk pohon jeruk Dekopon berusia 4-6 bulan dijual dengan harga Rp 45 ribu. Sedangkan untuk pembelian dalam jumlah besar minimal 100 pohon akan mendapatkan harga Rp 25 ribu per pohonnya.

Baca juga: Hendi Rustandi, Pembudidaya Buah Jeruk Dekopon ~ Pasok ke Distrubutor Buah dan Swalayan Lokal

Pemasaran Usaha Pembibitan Jeruk Dekopon

Awalnya Deni hanya menyasar para penghobi tanaman buah maupun petani di daerah Bogor yang ingin menanam jeruk Dekopon. Namun seiring berjalannya waktu dan jumlah bibit yang mulai banyak. Deni juga menyasar berbagai instansi pemerintahan seperti Dinas Pertanian dan berbagai instansi lainnya. Besarnya kebutuhan jeruk Dekopon saat ini bisa dilihat dari permintaan pasar yang tinggi dalam satu bulan. Deni bisa menjual 500 bibit jeruk Dekopon dalam polybag. Sebenarnya permintaan akan bibit jeruk Dekopon lebih besar dari itu dan dia saat ini hanya bisa memenuhi sekitar 25% dari keseluruhan permintaan pasar.

Sistem pembayaran yang diterapkan Deni adalah tunai. Bibit jeruk Dekopon akan dikirim jika pembayarannya sudah lunas. Deni tidak mengsyaratkan retur untuk bibit yang dijualnya. Strategi yang ia gunakan untuk mempertahankan produknya agar bisa bertahan dan tetap bisa bersaing dengan pembudidaya jeruk Dekopin lainnya adalah menjaga kualitas bibit jeruk Dekopin. Jika perawatan kurang baik maka hasilnya tidak akan maksimal.

Kendala Usaha Pembibitan Jeruk Dekopon

Dalam melakukan budidaya jeruk Dekopon biasanyan yang menjadi kendala terbesar adalah serangan hama dan penyakit. Beberapa hama dan jenis penyakit yang kerap menyerang tanaman jeruk Dekopon adalah lalat buah yang bisa membuat buah tidak mulus, belalang/ulat yang memakan daun serta tungau  (sejenis kutu) bisa menjadi hama dan penyakit yang bisa merusak kualitas daun tanaman. Cara mengatasi serangan hama lalat buah biasannya dengan menyemprotkan insektisida.

Selain itu, keterbatasan lahan merupakan faktor penghambat kemajuan dalam budidaya tanaman bibit jeruk Dekopon sehingga tidak bisa memenuhi permintaan pasar yang melonjak. Rencana ke depannya, ia akan menambah lahan untuk menanam lebih banyak lagi sehingga kelak dapat memenuhi permintaan pasar yang tinggi.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Deni Hadian (Pembudidaya Bibit Jeruk Dekopon)
Jalan Palupuh Raya No.4
Perumnas Bandar Jati, Bogor, Jawa Barat.
Telp: 0853 1122 2900 atau 0878 600 700 55

Baca juga: Jemi Rikaldo ~ Miliki 1,5 Hektar Kebun Kopi Luwak Liar, Omset Ratusan Juta Setiap Bulan

6 thoughts on “Deni Hadian, Pembibitan Jeruk Dekopon ~ Kewalahan Penuhi Permintaan Hingga 2000 Bibit per Bulan

    • Ini kontaknya:

      Deni Hadian (Pembudidaya Bibit Jeruk Dekopon)
      Jalan Palupuh Raya No.4
      Perumnas Bandar Jati, Bogor, Jawa Barat.
      Telp: 0853 1122 2900 atau 0878 600 700 55

    • Ini kontaknya Pak:

      Deni Hadian (Pembudidaya Bibit Jeruk Dekopon)
      Jalan Palupuh Raya No.4
      Perumnas Bandar Jati, Bogor, Jawa Barat.
      Telp: 0853 1122 2900 atau 0878 600 700 55

      Semoga berhasil!!

Leave a Reply