Cara Membuka Usaha Toko Buku Online di Dunia Maya

Di era semua serba online, maka banyak bisnis yang ikutan jualan melalui dunia maya. Kalau dulu toko-toko buku banyak menghiasi pusat perbelanjaan, kini pelan-pelan toko-toko buku mulai mengurangi ekspansinya dalam bentuk gerai baru dan ikut berjualan dengan membuka usaha toko buku online.

Dengan membuka usaha toko buku online memang akan banyak memangkas biaya yang harus dikeluarkan. Potensi bisnis ini juga masih bagus di tengah tantangan perubahan zaman. Minat baca masyarakat Indonesia masih bisa dijaga oleh komunitas-komunitas yang terus bertumbuh.

Program pemerintah juga masih terus membangun budaya membaca pada masyarakat Indonesia. Sehingga ini menjadi peluang usaha tersendiri bagi pebisnis toko buku online.

Nah, menjual buku secara online memang tidak begitu mudah, karena banyak hal yang perlu disiasati. Apalagi sudah banyak perusahaan maupun perorangan yang sudah lebih dulu memulai bisnis ini. Namun tak ada kata terlambat untuk memulai sebuah usaha.

Muhammad Syafiq Ali’elha, pemilik Khatulistiwa.net, menceritakan, saat memulai bisnisnya pada tahun 2007 lalu, internet masih merupakan barang yang mahal.

Saat memulai, ia pun masih harus keluar masuk warung internet (warnet) untuk menjalankan bisnisnya, namun, karena memiliki hobi membaca buku dan menulis, ia pun menjalankan bisnis ini dengan penuh semangat.

Pelan-pelan, Syafiq pun berhasil menjalankan bisnisnya hingga saat ini. Saat memulainya hanya sendirian, kini ia sudah memiliki tiga karyawan dan sebuah gudang buku yang juga dijadikan kantor.

Margin lumayan

Lain lagi ceritanya dengan Setiawan, salah satu pemilik Bukukita.com. Ia menceritakan, saat memulai bisnis pada tahun 2006 lalu bersama temannya, niat Setiawan hanya menjadikan bisnis toko buku online ini sebagai bisnis sambilan. Sebelum memulai bisnis toko buku online, Setiawan bersama temannya adalah seorang web developer. Ia kerap memberi pelatihan komputer pada perusahaan dan instansi pemerintah.

Nah, salah satu rekannya juga sering membuat buku-buku tentang komputer. Temannya itu pun sering mendapatkan buku contoh dari penerbit. Buku-buku contoh tersebut kerap kali terbengkalai begitu saja. Setiawan pun terpikir untuk menjualnya.

Nah, karena mempunyai latar belakang web developer, Setiawan bersama temannya langsung kepikiran untuk membuat website penjualan toko buku online. Hasilnya, saat ini sudah ada 18 orang yang menjadi karyawan. Keanggotaan Bukukita.com pun terus naik, saat ini tercatat ada 145.000 anggota.

Aulia Halimatussadiah, pemilik toko buku online Kutukutubuku.com, mengatakan, ia merintis toko buku online karena lebih memilih berbisnis ketimbang jadi karyawan perusahaan. Aulia yang saat itu masih menjadi karyawan pun mendirikan toko buku online bersama rekan sekantornya di 2006 silam. Modalnya kurang dari Rp 10 juta. Hanya dalam tiga bulan, Kutukutubuku.com ramai dikunjungi calon konsumen.

Berbicara keuntungan, margin berjualan buku online memang tak terlalu besar. Syafiq menceritakan bisnis buku online merupakan kerjasama penjual dengan penerbit. Biasanya, penerbit member diskon hingga 30% dari harga jual buku.

Dari diskon itu, penjual buku online bisa member diskon 10%-15% ke pembeli. diskon inilah yang merangsang konsumen membeli melalui online. Jadi, harga buku lebih murah dibanding di toko buku biasa. Marginnya antara 10% hingga 20% per buku.

Namun jangan melihat kecilnya margin itu. Karena jika penjualan sudah semakin besar maka keuntungan pun bisa semakin besar. Syafiq menceritakan, dalam sehari Khatulistiwa bisa menjual 30 buku. Sedangkan Setiawan mengatakan bisnisnya memang terus bergerak dinamis sekitar 200-300 buku per hari.

Nah, pengalaman Setiawan dan Syafiq ini menunjukkan kalau ada kemauan pasti ada jalan. Latar belakang Syafiq yang hobi membaca dan Setiawan yang web developer memang membantu mereka memulai bisnisnya. Tetapi memulai dari nol pun tak masalah.

Cara Membuka Usaha Toko Buku Online di Dunia Maya

Langkah Membuka Usaha Toko Buku Online

Berikut ini beberapa langkah untuk memulai / membuka  bisnis toko buku online.

1. Membuat website

Pertama kali yang perlu dilakukan adalah membuat website. Nantinya, tampilan website ini bisa ikut menentukan pemasukan buat si pebisnis. Buatlah desain situs yang menarik dan mengakomodasi gambar-gambar sampul buku yang dijual.

Selain itu, penting juga membuat tampilan situs yang user friendly. Tampilan situs sebaiknya memudahkan konsumen mencari buku yang mereka inginkan. Di sini butuh kejelian programmer dalam membuat tampilan situs.

Jika Anda tidak bisa membuat halaman situs sendiri, Anda bisa menggunakan jasa seorang programmer utnuk membuat situs. Tentu saja, Anda bebas menggunakan jasa desainer situs freelance. Tetapi supaya pengembangan situs toko buku online bisa lebih terjamin, Anda sebaiknya menjadikan programmer tadi sebagai karyawan.

Setiawan menceritakan ia mempunyai programmer tersendiri yang siap untuk menjaga keberlangsungan situs. Terutama pada saat traffic di situs sedang banyak, maaka biasanya agak berat saat dibuka.

Berbicara soal traffic situs, Anda juga perlu mencari cara agar kunjungan ke situs Anda tinggi. Salah satu caranya adalah menggunakan sinopsis. Kebanyakan, penjual hanya menyalin ulang sinopsis yang terdapat di bagian belakang buku.

Tetapi Syafiq punya kiat tersendiri dalam membuat synopsis ini. Menurut dia, dengan menulis synopsis yang menarik, maka toko buku online yang dikelola bisa muncul di urutan teratas mesin pencari.

Ia berkisah, saat menjual salah satu buku Andrea Hirata, ia menulis sendiri sinopsis untuk buku tersebut. Dia menggunakan kata-kata yang memiliki asosiasi kuat dengan buku tersebut dalam sinopsisnya. Hasilnya, situsnya selalu berada di urutan paling atas mesin pencari saat orang mencari informasi tentang buku tersebut. Hasilnya saat itu Khatulistiwa kebanjiran order buku Andrea Hirata.

Sedangkan Setiawan menceritakan, dari 50.000 pengunjung yang masuk BukuKita.com setiap harinya, sebagian besar masuk melalui Google. Hal ini diakui Setiawan adalah dampak positif dari kerja sama dengan Google Asia Pasifik yang dijalin dari tahun 2009 lalu.

Tentu saja buat yang ingin memulai bisnis kerjasama dengan Google ini harus mengeluarkan biaya lagi. namun biaya ini bisa tertutupi jika penjualan meningkat, dibantu traffic yang tinggi di situs tersebut.

2. Hubungi Penerbit

Setelah membuat situs, maka langkah kedua adalah mendatangi penerbit untuk bekerjasama dalam menjual buku. Pekerjaan ini memang harus ada tawar-menawar antara kedua belah pihak. Penjual buku online berharap mendapatkan diskon buku yang lumayan besar, sedangkan penerbit ingin bukunya terjual lebih banyak lagi tanpa embel-embel diskon yang besar.

Di sinilah strategi yang bakalan menentukan prestasi mendapatkan diskon besar. Penerbit biasanya tidak berani memberikan diskon besar bagi pemain buku online yang tidak terlalu besar. Makanya penting untuk terus menggenjot penjualan sembari terus memperbaiki tampilan situs. Kerjasama dengan penerbit ini, selain membicarakan diskon, juga bakalan menentukan stok buku yang bisa diambil terlebih dahulu tanpa harus membayar. Istilahnya dalam dunia dagang disebut sistem konsinyasi. Kalau penerbit sudah percaya dengan Anda, maka banyak buku yang bisa dititipkan ke Anda. Jadi, Anda tak perlu keluar uang untuk mendapatkan stok barang.

Setiawan mengaku di gudangnya ada sekitar 80.000 buku yang siap dijual. 80%-nya memakai sistem konsinyasi. Saat ini Bukukita menjalin kerja sama dengan 300 penerbit di seluruh Indonesia dan beberapa distributor buku impor.

Namun jangan khawatir, buat Anda yang belum mempunyai bargaining power dengan penerbit, maka bisa mengakali dengan mencoba mengetahui buku-buku mana yang layak untuk dibeli dan dijadikan stok. Biasanya buku dari penulis terkenal itu bisa dibeli untuk dijadikan stok.

Syafiq yakin behubungan dengan penerbit juga tak akan terlalu sulit, karena sama-sama membutuhkan. Penerbit membutuhkan penjual buku online untuk menjadi saluran distribusi, sedangkan penjualan buku online membutuhkan penerbit untuk meningkatkan penjualan.

3. Pemasaran Toko Buku Online

Di lini bisnis apapun, bagian pemasaran adalah organ terpenting. Karena pemasaran ini merupakan pintu unutk meningkatkan penjualan. Jika situs sudah menarik, maka perlu satu tool lagi untuk menarik minat orang membuka situs toko buku online yang Anda miliki. Salah satu caranya adalah memasarkan lewat media sosial. Ada beberapa media sosial yang sekarang sedang naik daun seperti Facebook, Twitter, dan Line. Dari situ, calon konsumen akan terbawa untuk masuk ke situs Anda.

Agar pemasaran selalu berhasil, penjual sebaiknya menggunakan strategi marketing yang fleksibel dengan mengikuti tren yang ada. Perhatikan media-media sosial mana saja yang bisa menjadi sarana efektif unutk mempromosikan produk. dengan demikian, penjualan juga bisa meningkat.
Biar kepercayaan tumbuh, kata Aulia, perlu juga memasang testimony para pelanggan. Bagaimana Anda tertarik membuka toko buku online?

Baca juga:

Leave a Reply