Cara Budidaya Buah Naga Hitam ala Kusumaningrat

Kegigihan Kusumaningrat membudidaya buah naga hitam dan memasarkan hasil panen sejak tahun 2000, kini hasil panennya sudah dipasarkan  di seluruh Indonesia.  Seperti apa cara budidaya buah naga hitam secara organik yang ternyata bisa ditanam dalam media pot (Tabulampot) ini?

Budidaya Buah Naga Hitam Ala Kusumaningrat

Syarat Tumbuh

Buah naga hitam red tumbuh baik pada ketinggian daerah 0-1000 mdpl, sedangkan jenis buah naga kulit kuning daging putih hanya tumbuh baik di dataran tinggi minimal 800 mdpl.  Tanaman buah naga lebih menyukai daerah kering dibanding lembab/basah dengan curah hujan rendah berkisar 720 mm/tahun.  Sebaiknya gunakan lahan yang sinar mataharinya penuh alias tanpa naungan.  Suhu yang ideal untuk tanaman ini yakni 26-36°C.  Pilih tanah yang berpori serta banyak mengandung bahan organik.  Derajat keasaman tanah (ph) yakni 6-7

Bibit

Cara Budidaya Buah Naga Hitam ala Kusumaningrat

Kriteria bibit yang bagus, yakni berasal dari tanaman indukan yang telah 3 kali berbuah atau usia 3 tahun, batang berwarna hijau kebiruan dan kekar alias tidak lemek/benyek.  Bibit yang siap tanam adalah bibit yang berusia 3 bulan pasca perbanyakan.

Siapkan Tiang Panjatan

Tanaman ini merambat ke atas sehingga diperlukan tiang panjatan untuk menopang pertumbuhan batang.  Bisa dibuat dari semen beton atau pipa PVC setinggi 2-2.5 m.  Disekitar 1 tiang panjatan akan ditanam 4 batang bibit.  Tancapkan tiang panjatan sedalam 50 cm agar tiang berdiri kokoh dan kuat menyangga.  Pada ujung tiang bagian atas diberi besi melingkar berdiameter 50-60 cm berbentuk seperti stir mobil. Berfungsi sebagai tempat menopang cabang.

Persiapan Lahan

  • Mulai dengan pembersihan gulma, semak atau sampah dilahan.
  • Jika sudah bersih, lahan bisa dicangkul agar tanah menjadi gembur. Buat jarak tanam 2 x 2.5 m, 2 x 3 m atau 3 x 3 m sesuai keinginan.
  • Buat lubang tiang panjatan berukuran 10 x 10 x 50 cm
  • Pasang tiang pada lubang tersebut dengan ditancapkan. Padatkan tanah sekitar agar membantu tiang menjadi kokoh.
  • Buat lubang tanam ukuran 40 x 40 cm dengan kedalaman 30 cm di sekitar tiang panjatan.
  • Masukkan media tanam ke setiap lubang tanam. Media bisa berupa campuran tanah, pupuk kandang, pasir/sekam dengan perbandingan 1:1:1
  • Siram media tanam dan biarkan terpapar sinar matahari selama 1 minggu. Kemudian buat saluran pembuangan/drainase/parit antar baris sedalam 20 cm

Penanaman

  • Siapkan 4 batang bibit hasil stek untuk setiap tiang panjatan
  • Hati-hati saat memindahkan bibit dari polybag. Usahakan jangan sampai banyak akar yang rusak
  • Tanam bibit dengan kedalaman 20% batang bibit. Tanam dengan jarak sekitar 10 cm dari tiang panjatan.
  • Keempat bibit tersebut ditanam mengelilingi tiang panjatan.
  • Padatkan media tanam agar bibit kokoh berada di posisinya
  • Ikat keempat bibit tersebut pada tiang panjatan namun jangan terlalu erat karena akan melukai batang.
  • Jangan lupa sirang setelah tanam.

Pemeliharaan

  • Di hari biasa penyiraman cukup 1 minggu sekali, tetapi pada musim kemarau penyiraman bisa dilakukan 3-4 hari sekali. Jika tanaman kekurangan air maka bunga dan buahnya bisa rontok. Namun jika berlebihan atau terlalu sering bisa menyebabkan buah kurang manis dan mudah pecah.  Volume air yang cukup yakni 3-5 liter/lubang tanam.
  • Lakukan pengikatan cabang/batang untuk mengatur pertumbuhan. Pengikatan perlu setiap 20-25 cm pada cabang/batang mengarah ke atas.  Bahan pengikat bisa berupa kawat aluminium,tali raffia atau tali lainnya.
  • Berikan pupuk susulan berupa pupuk organic dari kotoran kambing, sapi atau kompos sebanyak 2-5 kg per tanaman dengan interval pemberian 2-3 bulan sekali. Segera lakukan penyiraman agar pupuk mudah terserap.
  • Pemangkasan berguna untuk membuang cabang yang tidak produktif atau kerdil. Perlakuan ini juga bertujuan untuk membentuk tanaman guna menunjang pertumbuhan.
  • Bunga akan muncul lebih dari 1 pada tiap cabang produktif. Seleksi saat buang masih kecil. Secara tidak langsung ini merupakan seleksi buah.  Cukup pertahankan 2-3 bunga per cabang dengan jarank antar kuntum 30 cm.  Bunga yang dipertahankan adalah bunga yang besar, sehat, warna bunga cerah dan segar serta usahakan yang menghadap ke matahari.
  • Usahakan selalu menjaga sanitasi kebun agar tidak mudah terserang penyakit. Kebun yang kotor bisa memacu datangnya lalat buah atau busuk batang.  Rumput juga perlu disiangi secara teratur sekitar tanaman dan jangan biarkan bekas pangkasan menumpuk di areal penanaman.  Sebab tumpukan pangkasan bisa menjadi sarang lalat buah dan bekicot.
  • Serangga yang paling sering menyerang adalah semut terutama saat tanaman berbunga, karena bunga buah naga mengeluarkan aroma yang khas. Bakal buah juga menghasilkan zat yang rasanya manis.  Untuk mencegahnya bisa dengan penaburan kapur di sekeliling batang utama buah naga.  Serangan hama lain berupa tungau yang menyebabkan bintik-bintik kuning/coklat pada batang buah naga dan pada serangan berat menyebabkan batang buah naga tidak normal.  Pengendaliannya dengan menyemprot pestisida nabati, seperti daun nimba, tagetes, enceng gondok atau rumput laut.

Panen

  • Panen bisa dilakukan sejak tanaman berusia 1 atau 1.5 tahun. Umur produktif tanaman ini bisa sampai 15-20 tahun.  Adapun cirri-ciri buah naga yang siap panen, bisa diketahui dari umur sejak kuntum bunga mekar, biasanya 1 bulan setelah bunga mekar.  Warna kulit buah sudah merah mengkilap dengan jumlah sisik berubah warna dari hijau menjadi kemerahan.  Ciri lainnya yakni mahkota buah telah mengecil, pangkal buah keriput (kering) serta bentuk buah bulat sempurna dan besar buah naga yang dihasilkan rata-rata berbobot 400-460gr.  Namun ada juga yang mencapai 1.1 kg.
  • Lakukan proses panen pada pagi atau sore hari. Gunakan gunting stek saat memotong buah dari batang.  Potong buah pada tangkainya tanpa merusak percabangan yang merupakan letak buah tersebut.  Jangan sampai buah terjatuh. Bungkus buah yang telah dipanen dengan Koran atau langsung dimasukkan dalam kotak keranjang untuk mencegah gesekan atau benturan.  Letakkan buah pada posisi berdiri dengan tangkai menghadap ke bawah.  Lapisi tumpukan dengan bantalan yang sama.  Usahakan tumpukkan buah tidak terlalu tinggi, cukup 2-3 susun saja.

Tabulampot Buah Naga

Bertanam buah naga tidak harus selalu dikebun.  Tetapi bisa dilakukan di pot untuk menghiasi depan rumah anda.  Berikut cara membuat tabulampot buah naga:

Cara Budidaya Buah Naga Hitam ala Kusumaningrat

  • Siapkan pot berbahan semen, plastic, tanah liat atau drum bekas dengan diameter misalnya 40-50 cm. Pastikan bagian dasar pot berlubang sebagai saluran drainase.
  • Siapkan tiang panjatan untuk menopang pertumbuhannya yang merambat keatas. Bahan yang digunakan bisa berupa pipa PVC, balok kayu atau besi. Tinggi tiang 150-200 cm atau disesuaikan dengan besar pot.
  • Media tanam yang digunakan bisa berupa campuran pasir, tanah, pupuk kandang dan kompos dengan perbandingan 1:1
  • Pilih bibit yang mau ditanam, yakni sehat, besar, berasal dari batang tua yang berwarna hijau keabuan, serta bebas hama penyakit. Panjang bibit minimal 30 cm.  Tanam dalam media tanam sedalam 10 cm.
  • Siram 1-2 hari sekali. Sedangkan pemupukan bisa dilakukan 3 bulan sekali kompos sebanyak 2-5 kg/tanaman.
  • Selama pemeliharaan lakukan pemangkasan batang maupun cabang produktif. Batang utama dipangkas sepanjang 5-10 cm setelah tingginya mencapai 2 m, sedangkan tiap cabang produktif dipertahankan 2-4 cabang yang sehat dan kokoh.  Jika cabang buah mencapai 80-100 cm, bisa dipangkas sepanjang 5-10 cm.
  • Jaga kebersihan tanaman dengan membuang gulma yang ada agar tidak saling kompetisi dalam mendapatkan unsur hara.

Demikian informasi mengenai “Cara Budidaya Buah Naga Hitam ala Kusumaningrat” semoga bermanfaat dan sukses dalam bisnis Anda.

Baca juga:

Leave a Reply