Bogor Ojek (Bojek) Gandeng Ojek Pangkalan Jadi Driver Ojek Online

Besarnya animo masyarakat terhadap ojek online rupanya direspons positif oleh para pelaku usaha dengan semakin banyaknya bermunculan ojek aplikasi, salah satunya adalah Bogor Ojek (Bojek). Ojek online yang diprakarsai oleh Yogie Pribadi dan Kusumah Hadi Winata ini menawarkan jasa transportasi murah bagi warga Bogor. Meski banyak yang ingin menjadi driver, namun Bojek hanya menerima driver yang pernah jadi tukang ojek pangkalan. Seperti apa sepak terjang Bojek yang tidak ingn memberikan promo pada pelanggannya?

Awal Usaha Bogor Ojek

Tingkat kemacetan yang semakin tinggi serta melambungnya tarif angkutan umum membuat masyarakat mencari alternative jasa transportasi murah. Tidak heran bila kini banyak bermunculan moda transportasi umum dengan harga terjangkau, contohnya ojek berbasis aplikasi. Adalah dua sekawan Yogie Pribadi dan Kusumah Hadi Winata yang tertarik mengembangkan ojek online di daerah Bogor dengan mendirikan Bogor Ojek atau yang dikenal dengan sebutan Bojek.

Namun lewat sebuah acara reunion, Yogie bertemu dengan kawan lama semasa SMA yaitu Kusumah yang kebetulan berprofesi sebagai seorang tukang ojek. Yogie lantas menceritakan soal idenya unutk membuat usaha ojek online, yang ternyata sudah dilakoni Kusumah.

Tak hanya berdua, bahkan ada beberapa teman yang bersedia bergabung membantu. Untuk mendirikan Bojek Yogie mengaku tidak banyak mengeluarkan modal, hanya sekitar Rp 3 juta yang digunakan untuk membuat rompi dan helm berlogo Bojek.

Bogor Ojek Merangkul Ojek Pangkalan

Sebelum mendirikan Bojek, baik Yogie dan Kusumah terlebih dahulu melakukan proses merekrut pengemudi. Yogie dan Kusumah bersama-sama blusukan ke pangkalan-pangkalan ojek yang ada di Bogor menawarkan kesempatan menjadi driver Bojek. Yogie mengaku banyaknya bentrokan yang terjadi antara ojek online dengan ojek pangkalan sempat membuatnya sedikit was-was.

Bogor Ojek (Bojek) Gandeng Ojek Pangkalan Jadi Driver Ojek Online

Bahkan ada beberapa pengojek yang terpaksa berbohong memiliki smartphone, namun begitu sampai di kantor akhirnya mereka mengakui tidak punya smartphone. Sayang karena keterbatasan modal, Yogie belum bisa menyediakan smartphone bagi semua calon driver Bojek.

Yang menarik para driver Bojek yang notabene merupakan ojek pangkalan masih diperbolehkan untuk mangkal dan menarik penumpang di luar Bojek. Menurut Yogie dengan bergabung dengan Bojek, mereka jadi bisa mendapatkan penghasilan tambahan di luar waktu menunggu penumpang.

Tidak hanya para tukang ojek pangkalan yang tertarik menjadi driver Bojek, tetapi banyak warga biasa maupun karyawan yang mendaftar menjadi driver Bojek agar memperoleh penghasilan tambahan. Namun tidak seperti ojek online lainnya. Bojek hanya menerima driver yang berprofesi sebagai tukang ojek.

Bogor Ojek Tawarkan Tarif Terjangkau

Sama seperti ojek online umumnya, Bojek menawarkan berbagai layanan seperti jasa ojek, pemesanan kuliner, shopping, hingga pengiriman barang (kurir). Tarif yang ditawarkan juga sangat terjangkau. Untuk jasa ojek dan kurir, pelanggan akan dikenakan tarif sebesar Rp 15 ribu untuk 3 km pertama, berikutnya pelanggan akan dikenakan biaya sebesar Rp 2.500/km.

Sedangkan untuk kuliner dan shopping dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 10 ribu untuk 2 titik lokasi dengan maksimal pembelanjaan sebesar Rp 1 juta. Dikatakan Yogie jasa ojek dan kuliner yang paling diminati masyarakat, khususnya kaum ibu.

Dari tarif tersebut driver akan mendapatkan sharing profit sebesar 85% dari tarif yang dibayarkan pelanggan. Selain itu driver Bojek juga diberikan proteksi berupa asuransi jiwa bila terjadi kecelakaan, tidak heran bila driver Bojek menyarankan pelanggan memesan jasanya lewat Bojek karena dengan begitu mereka merasa sudah terlindungi oleh asuransi yang diberikan Bojek.

Buat Aplikasi Khusus

Tidak seperti ojek online ternama yang sudah memiliki aplikasi khusus pemesanan yang dapat diunduh pelanggan dari Android, Bojek masih menggunakan aplikasi chatting WhatsApp untuk proses pemesanan. Dikatakan Yogie untuk membuat aplikasi tersebut dibutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Berbekal keahliannya di bidang IT, Yogie mengaku sudah membuat aplikasi Bojek yang sudah dijalankan mulai tahun 2016 ini.

Yogie menambahkan meski aplikasi tersebut telah launching, Bojek akan tetap menerima pemesanan via WhatsApp. Menurutnya warga Bogor masih banyak yang belum melek soal aplikasi terutama para ibu-ibu.

Tanpa Promo

Berbeda dari kebanyakan ojek online yang menawarkan tarif promo yang sangat murah dan terkesan tidak masuk akal, Bojek tidak memberikan tarif promo pada para pelanggan. Yogie beralasan tidak ingin menyakiti perasaan ojek pangkalan dengan tarif yang sangat murah.

Pernyataan Yogie juga diamini Kusumah yang juga berprofesi sebagai seorang tukang ojek pangkalan. Kusumah mengaku pendapatan ojek pangkalan menurun drastis semenjak muncul ojek online yang menawarkan tarif yang sangat murah.

Tidak heran bila ada saja pelanggan yang menganggap tarif Bojek mahal. Meski begitu Yogie dan Kusumah tetap optimis Bojek mampu bersaing di dunia ojek online.

Info lebih lanjut mengenai usaha ojek online ini, hubungi:

Graha Arsimaya, Jl. Kalayo Raya No. 2 Bandar Jati Bogor
WhatsApp :  0811 985 5000
Call Center: 0811 872 2000
SMS Center: 0811 849 900

Baca juga:

4 thoughts on “Bogor Ojek (Bojek) Gandeng Ojek Pangkalan Jadi Driver Ojek Online

Leave a Reply