Bisnis Produk Clothing: Desain Eksklusif dan Limited Lebih Diminati

Prospek bisnis produk clothing sangat menjanjikan karena merupakan produk fashion yang selalu diminati khususnya oleh kalangan distro (distribution store) dengan konsumen didominasi kalangan muda. Produk clothing yang dipasarkan di distro memiliki ciri khas yang berbeda dengan  dengan produk fashion di pasaran. Maraknya distro sebagai toko yang menerima titipan clothing berbagai merek juga membuat peluang bisnis ini semakin besar.

Bertahan dalam persaingan

Brand clothing bisa sukses diterima oleh distro, jika produk tersebut karya produsen lokal, bukan import dengan jumlah yang limited agar tidak terkesan pasaran. Biasanya satu desain hanya dibuat maksimal sebanyak 10 lusin saja. Selain itu brand clothing tersebut harus memiliki karakter yang diwakili oleh komunitas tertentu.

Semakin banyak distro yang bermunculan di berbagai daerah, sudah pasti membuka persaingan di kalangan pelaku usaha kaos distro. Hal ini memang wajar dan pelaku usaha pun tidak perlu was-was dalam menjalankan bisnisnya. Yang penting mereka harus tetap berkreasi membuat desain-desain kreatif yang mampu menarik perhatian konsumen dan sebisa mungkin dalam sebulan mengeluarkan desain terbaru, minimal lima desain sebagai pilihan bagi konsumen dengan tetap menjaga kualitas produk. Untuk membedakan produk dengan pesaing, berikan ciri khas khusus di dalam kemasan seperti sematkan gelang, gantungan kunci atau yang lainnya.   Selain itu, dengan menggandeng atau membuat komunitas dari kalangan anak muda akan memberikan ciri tersendiri bagi kaos distro yang dibuatnya.

Bisnis produk clothing: kaos dengan konsep front arabic

Sistem pemasaran produk clothing

Sistem pemasaran produk clothing biasanya ke kalangan distro dengan sistem penjualan beli putus atau titip jual. Hal ini tergantung dari kesepakatan antara kedua pihak. Biasanya besaran fee bagi pemilik distro bisa sampai dengan 40% dengan pembayaran satu bulan setelah produk terjual. Pelaku usaha clothing juga bisa menawarkan sistem reseller dengan syarat satu kota hanya ada satu reseller saja untuk menjaga eksklusivitas produk. Saat ini perkembangan produk clothing mulai bergesar dari market di kota propinsi ke kota kabupaten, karena di kota-kota besar sudah banyak brand impor.

Baca juga:

Pemasaran lainnya yang bisa dilakukan yaitu dengan bergabung dengan komunitas distro, promosi usaha di beberapa media, seperti majalah, tabloid hingga brosur, serta pemasaran online lewat Facebook, Twitter, dan lainnya. Dengan pemasaran yang aktif, terlebih dengan pemasaran dengan jemput bola, membuat produk tersebut cepat dikenal konsumen. Apalagi pelaku usaha mengikuti event bertema fashion atau anak muda, pasti akan mendongkrak penjualan.

Dari beberapa produk clothing, yang paling banyak diminati masih produk T-shirt atau kaos, karena pemakaiannya lebih sering dibandingkan dengan yang lainnya. Bahan yang digunakan untuk membuat produk clothing juga harus diperhatikan agar nyaman dikenakan, seperti T-shirt harus menggunakan bahan kain cotton combed dengan ketebalan benang 30-40s. Tren model produk clothing juga selalu berubah, seperti saat ini sedang trend untuk T-shirt dengan model vintage (klasik) dan bertema fotografi, dengan warna-warni bumi (krem, cokelat, abu tua, hijau army). Untuk saat ini memang tengah trend kaos dengan konsep front arabic.

Kendala

Kendala usaha clothing ini terutama pada problem internal seperti manajemen skill, administrasi, finance, hingga HAKI untuk merek dan desain karena sering terjadi pembajakan desain yang sulit diberantas karena dibatasi oleh umur desain itu sendiri. Selain itu, kenaikan harga baku yang bisa diatasi dengan mencari supplier bahan baku dari berbagai tempat.

Leave a Reply