Bagaimana Strategi Meyakinkan Pemodal Mau Menginvestasikan Uangnya Pada Usaha Anda?

Peningkatan omset usaha adalah tolak ukur kemajuan usaha, pengusaha mana pun pasti berharap usahanya maju. Pengusaha tak bisa berpangku tangan menunggu pelanggan datang, berharap dengan sendirinya terjadi peningkatan penjualan. Kualitas produk harus ditingkatkan bahkan kalau bisa menciptakan inovasi baru agar produk yang ditawarkan baik jasa maupun barang lebih bervariasi. Semakin beragam produk yang ditawarakan tentunya semakin menarik minat masyarakat lebih luas.

Promosi juga harus makin gencar agar usaha semakin dikenal orang. Dari mulai memperbaiki penampilan toko, memasang iklan, membeli mesin-mesin dan peralatan usaha, sampai menambah jumlah pegawai. Ini semuanya tentu membutuhkan alokasi dana dari pemasukan usaha untuk digunakan kembali dalam pengembangan usaha.

Terutama kalau Anda mendapatkan order besar, yang tentunya harus dilayani dengan cepat dan penuh kecermatan. Kesempatan besar tentunya tidak boleh ditolak. Melayani pesanan jumlah besar apalagi pemesannya adalah pihak yang sudah punya nama besar juga. Ini akan memberikan dampak promosi yang luar biasa. Kemungkinan Anda harus membeli mesin-mesin, peralatan usaha, bahan baku atau bahkan sampai menambah jumlah pegawai.

Proyek besar di awal usaha terjadi sesekali saat kita belum memiliki cukup cash, sehingga kita membutuhkan tambahan modal untuk membuat pesanannya atau melakukan pekerjaannya. Apalagi pembayaran biasanya tidak sekaligus, umumnya kita menerima pembayaran uang muka dulu. Sisa pembayaran dilunasi setelah pekerjaan selesai. Inilah mengapa dibutuhkan penambahan modal ketika modal awal usaha dan cash yang ada tidak mencukupi untuk meningkatkan omset usaha.

Ketika hendak menggalang permodalan maka sudah saatnyalah Anda mulai memahami cara bank dan pemodal. Jika Anda berharap pengajuan permodalan berjalan mulus, maka Anda mesti mengetahui kenapa mereka mau meminjamkan uangnya kepada peminjam atau mau memodali suatu usaha. Yang pasti pinjaman harus dikembalikan berikut keuntungannya. Para pemodal juga berharap keuntungan dari modal yang ditanamkan. Pemikiran ini juga tentunya sangat masuk akal dari sisi pengusaha sendiri. Pada dasarnya tak seorang pun ingin terjerat utang, task mampu mengembalikan pinjaman. Reputasinya sebagai pengusaha akan rusak, tak seorang pun yang ingin berteman dengan orang yang bermasalah.

Bagaimana Strategi Meyakinkan Pemodal Mau Menginvestasikan Uangnya Pada Usaha Anda

Baca juga: Bagaimana Cara Mengatasi Piutang Macet Dalam Bisnis Anda?

Adapun bagi pemberi pinjaman dan pemodal, ada 5 hal yang dipertimbangkan dalam menentukan apakah seorang pengusaha atau sebuah usaha layak diberikan pinjaman/pemodalan atau tidak :

1. Pemodalan sendiri sebagai jaminan likuiditas.

Berapa jumlah modal sendiri yang saat ini tersedia untuk keperluan operasional usaha dalam jangka pendek. Anda terlebih dulu harus memiliki jumlah dana minimal untuk berjaga-jaga. Ini bisa dihitung dari aset lancar (kas dan yang setara seperti saldo rekening bank). Pemberi pinjaman akan sangat mempertimbangkan keberadaan modal ini sebagai likuiditas usaha. Sebab tanpa likuiditas atau persediaan cash yang cukup sementara sudah terlanjur mengambil pinjaman, jika terjadi gejolak ekonomi maka pengusaha tentunya akan semakin kesulitan membayar kewajiban.

2. Reputasi usaha dan pengusahanya juga akan mempengaruhi keputusan calon peminjam memberi pinjaman.

Tentunya calon pemodal akan memeriksa bagaimana reputasi Anda di mata supplier atau pelanggan maupun pihak bank lain jika Anda pernah jadi nasabahnya. Persiapkan saja beebrapa surat referensi dari ketiga pihak tersebut sebagai bukti yang meyakinkan bahwa Anda adalah pengusaha potensial.

3. Kondisi ekonomi.

Kondisi makro dan mikro tentunya secara langsung maupun tidak akan berdampak kepada kinerja usaha. Misalnya kondisi mikro persaingan usaha antar usaha yang sejenis apakah akan berdampak buruk pada usaha Anda, atau berdampak kecil saja. Jadi Anda harus yakin betul dan mampu meyakinkan pemodal bahwa usaha Anda cukup tangguh dalam kondisi apapun.

4. Kemampuan manajemen usaha.

Pada umumnya bank memberikan pinjaman untuk usaha yang sudah berjalan lebih dari dua tahun. Masa tersebut dianggap bahwa usaha sudah cukup stabil pendapatannya dan tim pengelolalnya juga sudah kompak. Ini artinya pertimbangan mengenai kemampuan Anda dan tim dalam mengelola usaha juga menjadi faktor yang dianalisis.

5. Jaminan berupa aset, sebenarnya ini bukan hal yang prinsip.

Namun calon pemodal berusaha untk meminimalkan risiko usaha dan gagal bayar dengan adanya jaminan aset.

Pertimbangan yang sama juga diperlukan ketika Anda menggalang permodalan dalam bentuk selain utang, misalnya :

a. Kerja sama permodalan dalam proyek tertentu.

Misalnya Anda mendapat order besar dan mengundang pemodal luar untuk membiayai order besar tersebut. Setelah mendapatkan pembayaran dari pemesan maka modal pokok pemodal luar dikembalikan berikut keuntungannya. Ini adalah kerja sama permodalan terbatas.

b. Kepemilikan bersama dengan bagi hasil usaha.

Ini berarti Anda mengundang pemodal baru untuk ikut memiliki usaha Anda. Keuntungan usaha setiap tahun dibagi secara proposional sesuai dengan kontribusi masing-masing pihak. Keterbukaan dan akses terhadap laporan keuangan harus dikomunikasikan dengan baik, sebab data keuangan tersebut menjadi dasar perhitungan bagi hasilnya.

Ke-5 faktor kunci permodalan tersebut sebaiknya dipahami dan persiapkan dengan baik agar Anda bisa meyakinkan para pemodal untuk mau menginvestasikan uangnya pada usaha Anda.

Baca juga:

Leave a Reply