Bagaimana Memulai Usaha Toko Komputer Online dan Berbagai Perangkatnya di Jagad Maya?

Prospek usaha toko  komputer online masih terbuka lebar. Masih banyak celah pasar yang kosong karena keragaman produk. Usaha ini sangat cocok bagi mereka yang punya jam terbang di toko komputer konvensional.

Semua ada. Begitu kira-kira inti tagline dari berbagai mal online yang kini memenuhi jagad internet kita. Camilan khas nusantara, tumbler, memori handphone, hingga mobil sekali pun bisa kita lihat menyesaki etalase mal online yang populer belakangan ini.

Kehadiran berbagai mal online dengan etalase yang penuh sesak menjadi bukti pesatnya pertumbuhan e-commerce di Indonesia selama lima tahun terakhir. Indonesia sejatinya sudah mengenal perdagangan dunia maya sejak awal abad ke 21. Namun, karena di tahun-tahun awal infrastruktur dan ekosistem belum mendukung perkembangannya jadi sangat lambat.

Baca juga: Berjualan di Marketplace Online Masih Menjadi Cara yang Paling Ampuh Menarik Pembeli

Situs Bhinneka.com yang didirikan Hendrik pada 1999 itu, termasuk generasi awal website niaga lokal. Hendrik yang sudah memiliki toko komputer konvensional sejak 1993, merambah dunia maya demi mencari peluang baru. Maklumlah, kondisi ekonomi Indonesia saat itu lesu terjepit krisis nilai tukar rupiah sekaligus krisis politik.

Pilihan Hendrik untuk merambah perdagangan digital tak keliru. Target yang dipasang Kementrian Komunikasi dan Informatika, nilia e-commerce yang tahun lalu baru US$ 12 miliar, bakal berlipat ganda menjadi US$ 130 miliar di 2020.

Memulai Usaha Toko Komputer Online dan Berbagai Perangkatnya di Jagad Maya

Komputer dan berbagai kerabatnya, seperti printer, serta aneka komponennya, termasuk barang yang punya prospek menarik diperdagangkan secara digital. Mengapa? Pertama karena komputer barang yang teknologinya masih berkembang. Itu berarti, selalu ada produk baru yang menarik untuk dibeli. Alasan lain, produk komputer memiliki begitu banyak merek di pasar.

Keragaman barang dagangan semakin menjadi-jadi karena orang di sini masih terbiasa membeli komponen demi komponen untuk dirakit sendiri. Untuk merakit satu unit komputer, paling tidak orang akan membeli mainboard, memory, processor, storage, input-output, dan monitor. Jika satu komponen saja bisa punya lebih dari lima merek, bisa dibayangkan berapa banyak merek yang bisa ditawarkan. Belum lagi, jika kita bicara tentang aksesoris komputer.

Mengingat kebanyakan orang yang membutuhkan komputer tidak asing lagi dengan jagad internet, jangan heran jika mereka akan terlebih dulu meriset kebutuhannya dari berbagai sumber di internet, seperti membaca review produk atau testimoni pengguna, sebelum mengambil keputusan.

Setelah tahu merek idamannya, baru si calon pembeli berburu komputer. Langsung ke sentra perdagangan komputer? Bisa saja kalau mau membuang waktu hingga berjam-jam untuk berkeliling dari satu toko ke toko yang lain.

Cara lain yang bisa ditempuh calon pembeli adalah mencari terlebih dulu di toko-toko komputer online. Memastikan toko mana saja yang menjual, katakanlah mainboard merek B atau processor merek A.

Prospek berdagang komputer secara online paling gamblang terlihat dari banyaknya toko yang menawarkan aneka produk komputer berikut komponen dan aksesorisnya di internet saat ini. Selain Bhinneka, ada belasan toko komputer digital lain yang eksis. Dan jangan kaget banyak dari toko komputer digital yang kini nilai omzetnya terbilang miliaran rupiah.

Bagaimana, tertarik untuk membuka toko komputer online? Jika ya, ada baiknya Anda mempertimbangkan unutk membuka toko konvensional terlebih dahulu. Mengapa demikian? Kenyataannya, para pemilik toko komputer online saat ini memulai dari toko konvensional sebelum menerjuni lahan e-commerce.

Kehati-hatian itu tentunya semakin tinggi jika barang yang hendak dibeli nilainya berkisar jutaan rupiah, seperti harga kebanyakan komputer dan keluarganya. Nah, keraguan itu biasanya akan pupus jika si calon pembeli melihat situs itu punya toko fisik.

Manfaat Gudang

Mereka yang punya jam terbang berdagang komputer secara konvensional akan terbantu saat membuka gerai digital. Pemilik toko tidak akan kesulitan untuk mencari pemasok untuk, katakan, monitor merek Z dengan harga termurah.

Pengalaman mengelola toko konvensional juga akan membantu pemilik toko komputer online untuk menentukan segmen pasar yang akan diincarnya. Jangan lupa komputer, peripheral, dan komponen punya produk yang sangat beragam. Membutuhkan modal yang sangat besar, baik dalam bentuk uang maupun jaringan, untuk membuka toko yang menyediakan seluruh produk komputer.

Dengan menentukan segemen pasar yang akan dibidik, pebisnis komputer online akan lebih mudah merancang berbagai strategi usahanya, seperti dalam pengelolaan stok, pemasaran dan tentu, permodalan.

Ambil contoh, situs jakartanotebook.com yang fokus pada barang-barang yang susah dicari di pasar dan memiliki harga miring. Sejak tahun 1999, Rudy Wijaya, pemilik jakartanotebook.com, merintis berdagang notebook secara perorder. Baru pada 2003, ia membuka situs jakartanotebook.com.

Anda juga bisa memilih segmentasi sesuai dengan jenis pelanggan seperti yang dilakukan oleh Irul, panggilan akrab dari Sachirul. Saat ini, toko online Irul menyasar korporat sebagai pasar utamanya.

Lokasi juga bisa digunakan sebagai pedoman menentukan segmen pasar. Oliver Setiawan, pemilik situs anugrahpratama.com menyasar para pembeli di Surabaya dan kota-kota besar di kawasan Timur Indonesia sebagai pasar utamanya. Maklumlah, Oliver mengoperasikan toko komputer konvensional dengan nama serupa di Kota Pahlawan.

Jika penentuan celah pasar telah ditetapkan, menghitung kebutuhan modal akan lebih mudah. Saat ini, memang sudah agak sulit menempuh strategi berhemat yang pernah dipakai Rudy saat meluncurkan jakartanotebook.com.

Rudy yang sudah berjualan offline, mengaku Cuma menggunakan keuntungan dari hasil penjualan tokonya. Ia hanya butuh dana tambahan, sebesar Rp 50.000 per bulan, untuk hosting website toko komputernya.

Di masa kini, nilai dana yang Anda harus siapkan untuk membangun toko komputer online jelas lebih besar. Jika ingin membuka toko konvensional plus toko online, kebutuhan dananya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Angka itu yang dikeluarkan Irul, pemilik manggaduakomputer.com, saat mengawali bisnisnya.

Bagian terbesar dari modal itu terpakai untuk barang dagangan. Sisanya utnuk membiayai kebutuhan operasional toko konvensional yang juga menunjang toko online, seperti biaya karyawan, sewa tempat penyimpanan barang, dan berbagai biaya utilitas, semacam lisrik dan telepon.

Nilai modal untuk toko konvensional tentu bergantung pada skala usaha yang diinginkan. Cuma ada beberapa yang harus dipertimbangkan.

Saat memulia usaha, paling tidak Anda memiliki karyawan yang khusus menangani pelanggan, mulai menerima order hingga menindaklanjuti keluhan. Kalau tak paham pembukuan, Anda seharusnya merekrut karyawan yang mahir administrasi.

Sebisa mungkin Anda juga mengalokasikan modal untuk menyiapkan ruang penyimpan barang. Gudang ini bisa saja berbagi lokasi dengan toko konvensional.

Promosi online

Ada juga bagian modal yang dialokasi untuk kebutuhan toko online. Peruntukannya seperti biaya merancang dan membangun situs, sewa atau hosting website dan biaya pemasaran.

Kegiatan pemasaran yang menjadi standar banyak toko online saat ini adalah beriklan di situs media sosial dan melakukan search engine optimization alias SEO. Untk yang pertama, minimal Anda beriklan di Facebook. Untuk memenuhi agenda kedua, Anda bisa menggunakan jasa pihak ketiga dalam melakukan SEO. Trik ini memungkinkan situs Anda akan mudah ditemukan oleh mereka yang menggunakan mesin pencari seperti google.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Jualan Online Melalui Media Sosial

Nah, berapa nilai pasti kebutuhan dana untuk membangun toko online memang sukar dirinci. Maklumlah, kebanyakan investasi itu terserap untuk jasa yang nilainya bervariasi. Kalau Anda jago pemrograman, bukan tak mungkin investasi yang dibutuhkan hanyalah waktu. Namun sekadar member ilustrasi saja, Oliver mengeluarkan sekitar Rp 50 juta unutk membangun situs Anugrahpratama, yang sudah termasuk sistem pembayarannya.

Selain anugrahpratama.com, jakartanotebook.com dan bhinneka.com juga telah menyediakan pilihan membayar secara online ke pelanggan. Pilihan metode pembayaran terbanyak ditawarkan bhinneka.com. Pembeli di situs itu biasa membayar mulai dengan cara paling sederhana, transfer bank, baik yang melalui internet ataupun ATM, menggunakan kartu kredit, kartu debit dan uang elektronik alias e-money.

Namun kalau modal Anda masih terbatas, bisa juga gunakan cara yang umum digunakan pebisnis online kelas menengah ke bawah, yaitu transfer antar rekening bank. Situs milik Irul termasuk yang masih menggunakan metode klasik tersebut.

Baca juga: Menimbang Berbagai Model Pemrosesan Pembayaran yang Sesuai Di Bisnis Online

Andai si pembeli telah membayar, tahap berikut yang harus anda cermati untuk menjaga kepuasan pelanggan adalah memastikan barang dagangan sampai ke pembeli dalam kondisi baik, dan dalam waktu secepat mungkin.

Jika pembeli yang Anda sasar membeli dalam jumlah pasar, atau segmen korporat, dan terbiasa membayar saat menerima barangnya, ada baiknya membangun tim kurir sendiri. Selain bisa menjaga kondisi barang, ini juga memungkinkan sistim cash on delivery.

Namun pastikan jumlah karyawan yang Anda rekrut untuk urusan ekspedisi ini tidak akan membebani di saat pasar sedang lesu. Nah, apabila tenaga ekspedisi yang tersedia tidak memadai, saat order sedang tinggi-tingginya, Anda bisa menggunakan jasa kurir pihak ketiga.

Baca juga: Hal / Faktor Apa Yang Menjadi Pertimbangan Jasa Pengiriman Barang Dalam Bisnis Online?

Menimbang beberapa faktor di atas, mudah-mudahan Anda bisa mulai merancang toko komputer online sendiri. Asal cermat menentukan segmen, membangun jaringan pemasok, dan mengelola stok, Anda pasti bisa menjaring pembeli.

Begitu mendapat satu pelanggan, jangan lupa untuk menjaga kepercayaannya. Niscaya, Anda cepat balik modal dalam waktu kurang dari lima tahun seperti yang dialami Hendrik, Rudy, Irul dan Oliver. Selamat membuka toko komputer online.

Baca juga:

Leave a Reply