Bagaimana Cara Menjadi Eksportir Kerajinan Tangan Yang Sukses?

Ekspor kerajinan tangan Indonesia dari tahun ke tahun terus tumbuh. Tak heran produk kerajinan tangan (handicraft) menjadi salah satu komoditas ekspor potensial kita. Peluang bisnis menjadi eksportir kerajinan tangan pun terbuka.

Tahapan Sebelum Ekspor Kerajinan Tangan

Lalu, bagaiman caranya agar bisa menjadi eksportir kerajinan tangan yang sukses?

Ada beberapa tahapan yang harus dilewati sebelum mengekspor produk kerajinan tangan. Berikut prosesnya :

1. Ketersediaan dan kualitas barang

Langkah pertama, tentu menjamin ketersediaan barang. Bila ingin serius menjadi eksportir, pengiriman produk ke luar negeri harus dilakukan terus-menerus sesuai pesanan.

Di samping itu, kualitas produk juga sudah barang tentu harus diperhatikan. Bukan cuma kualitas terbaik yang harus dikejar, juga yang sesuai dengan kebutuhan pembeli. Pastikan juga produk yang akan dikirim selalu tersedia. Anda bisa bekerjasama dengan pengepul yang bertugas untuk mengumpulkan produk-produk yang sudah dipesan.

2. Promosi produk

Jika kualitas dan kontinuitas mengirimkan produk tak jadi masalah, ada tahap selanjutnya yang perlu diperhatikan yaitu adanya pasar atau pembeli. Tanpa ini, rencana ekspor sia-sia.

Mencari pembeli bisa dengan berbagai jalan salah satunya dengan bantuan internet, batas antarnegara menjadi sangat sempit. Untuk mempromosikan produk, eksportir bisa menciptakan platform seperti situs atau blog untuk menampilkan berbagai produk kerajinan tangan. Tampilkan juga alamat e-mail atau nomor telepon yang jelas, supaya calon pembeli mudah untuk menghubungi.

Promosi produk bisa dilakukan lewat jaringan sosial, seperti Facebook dan Instagram, bergabung dengan organisasi atau asosiasi usaha kerajinan tangan sehingga akses untuk mendapat bantuan pemerintah lebih mudah.

Bagaimana Cara Menjadi Eksportir Kerajinan Tangan Yang Sukses?

Cara lainnya ialah sering mengunjungi Dinas Perdagangan dan Perindustrian pemerintah daerah (pemda) setempat. Bawa saja sampel produk dan profil usaha supaya lebih dikenal. Sebab, pemda punya fasilitas seperti pameran usaha di dalam atau luar negeri.

Berbagai jalur ini patut dicoba untuk mempromosikan produk. Meski sebenarnya, produk kerajinan tangan di dalam negeri sudah punya ciri khas. Alhasil, dari segi keunikan dan nilai jual tidak menjadi masalah. Tambah lagi, importir luar negeri sangat menyukai produk kerajinan tangan yang memang dibuat secara manual tanpa bantuan mesin. Nilai jualnya bakal semakin tinggi. Tapi, eksportir tetap harus rajin-rajin mempromosikan supaya pengenalan calon pembeli akan produk mereka bertambah.

3. Pembayaran produk

Tahapan yang tidak kalah penting, yaitu masalah pembayaran produk. Apalagi, antara penjual dengan pembeli sudah ada syarat dan ketentuan yang disepakati bersama. Informasi mengenai metode pembayaran bisa dilihat di sini: 4 Metode Pembayaran Dalam Perdagangan Internasional (Ekspor Impor) Serta Keunggulan & Kelemahannya

Contohnya, saat ada transaksi order, pembeli harus membayar uang muka sebesar 50%. Selanjutnya, penjual mesti memperbaharui informasi tentang tahapan pengiriman, agar pembeli menepati kewajiban pembayaran.

Sedangkan untuk cara pengiriman produk dan regulasi, baca:  Mengenal Seluk-Beluk Pengiriman Barang Untuk Ekspor dan Impor Barang

Perlu diingant, setiap produk memiliki potensi kerusakan saat pengiriman. Untuk menekan risiko ini, pengemasan produk kerajinan tangan dilakukan sesuai bahan pembuatan. Misalnya, produk dari kaca lebih dulu harus dikemas dan dibungkus dengan palet kayu plus isian guntingan kertas seperti rumput di dalamnya. Ini untuk mencegah kerusakan. Jangan lupa diberi label, supaya pembeli dengan mudah mengenali produk ketika sampai.

Semoga informasi “Bagaimana Cara Menjadi Eksportir Kerajinan Tangan Yang Sukses?” bisa bermanfaat.

Baca juga:

Leave a Reply