Bagaimana Cara Budidaya / Memelihara Ikan Mas Koki Ala Mutia?

Ikan mas koki yang Mutia budidayakan menggunakan akuarium ukuran 1 m x 50 cm x 30 cm untuk perkawinan (pemijahan), kolam semen ukuran 5x 3 m untuk pembesaran ikan kualifikasi kontes atau perlombaan, kolam ukuran 3 x 2 m untuk pembesaran, dan kolam ukuran 2 x 1,5 meter untuk pembesaran dengan kedalaman 30 – 50 cm yang menampung sekitar 100-200 ekor. Perkawinan (pemijahan) ikan mas koki bisa dilakukan dalam akuarium dengan perbandingan 2 jantan dan 1 betina maka durasi bertelurnya lebih lama tetapi kualitasnya lebih bagus. Ciri telur yang bagus persentase tetasnya sekitar 60%.

Membedakan antara ikan jantan dan betina dapat diliihat dari bentuk sirip dayung yang terletak pada bagian bawah tubuhnya saat berumur dua bulan. Ikan jantan memiliki sirip dayungnya seperti butiran garam yang kasar saat diraba, sedangkan sirip ikan betina terasa halus tidak ada butiran garam. Induk yang siap dipijahkan biasanya yang telah berumur minimal 7 bulan untuk betina dan 4-5 bulan untuk jantan.

Penangkaran Ikan Mas Koki

Proses penangkaran dilakukan dengan mengondisikan sesuai ukuran kolam semen yang ia punya. Saat ini Mutia mempunyai hanya 1 buah kolam semen ukuran 5 x 3 meter untuk pembesaran ikan kualifikasi kontes atau perlombaan, 12 buah kolam ukuran 3 x 2 meter untuk pembesaran kualifikasi di bawah kontes, dan kolam ukuran 2 x 1,5 meter untuk pembesaran dengan kedalaman 30 – 50 cm yang menampung sekitar 100-150 ekor bibit mas koki ukuran 1-2 cm.

Breeding

Teknik breeding dapat dilakukan dalam skala akuarium. Kondisi air untuk breeding haruslah sedikit asam dengan pH 7 dan suhu 28 derajat celsius. Siapkan indukan telah siap, langkah berikutnya ialah memasukkan indukan jantan dan betina dalam satu wadah. Biasanya wadah yang digunakan adalah akuarium. Untuk satu akuarium ukuran 1 m x 50 cm x 30 cm bisa diisi dengan 1 ekor induk betina dan 2 induk jantan. Jumlah indukan jantan lebih banyak dari indukan betina bertujuan agar mencegah risiko telur busuk karena tidak terbuahi.

Perkawinan ikan mas koki biasanya terjadi pada malam hari. Jadi sebaiknya kedua indukan jantan dan betina disatukan pada sore hari dan pada keesokan paginya telur akan mulai muncul. Setelah itu, angkat indukan dari kolam pemijahan dan kembalikan ke tempat pemeliharaan. Sementara itu, diamkan telur di kolam pemijahan untuk proses penetasan yang memakan waktu minimal dua hari. Proses ini juga membutuhkan suhu air sekitar 28oC. Bila suhu di bawah 28 deraja celsius maka penetasan akan lebih lama dan bila di atas 28 derajat celsius penetasan akan lebih cepat. Dari satu kali perkawinan biasanya bisa menghasilkan hingga 2 ribu – 3 ribu telur. Namun jumlah tersebut tergantung dari ukuran tubuh induk betina, jika tubuh ikan besar maka telurnya semakin banyak. Indukan bisa dikawinkan kembali pada jarak 2-3 mingggu dari perkawinan terakhir dengan satu indukan bisa dikawinkan hingga 5-6 kali.

Cara Budidaya / Memelihara Ikan Mas Koki Ala Mutia
Ikan Mas Koki Calico

Pemeliharaan Ikan Mas Koki

Setelah telur menetas, ikan mas koki masuk ke tahap pembesaran. Dalam tahap ini, yang perlu dilakukan adalah pemberian pakan. Untuk burayak (anak ikan), pakan yang biasa diberikan adalah kutu air. Disarankan untuk menaruh kutu air dalam jumlah yang cukup banyak dalam akuarium untuk menjaga pasokan pakan supaya tetap terpenuhi. Pakan berupa kutu air ini diberikan hingga ikan berusia satu bulan. Namun saat anakan berusia dua minggu bersamaan dengan pemindahan ikan dari tempat pemijahan ke kolam pembesaran pemberian kutu air dikurangi dan sebagai gantinya ditambah dengan pakan lain berupa cacing sutra. Pemberian pakan ini harus berwujud cacing sutra yang masih hidup karena ikan mas koki lebih suka memakan makanan yang masih hidup dan bergerak. Setelah memasuki usia 1 bulan hingga 2 bulan, pemberian pakan sudah berupa cacing sutra 100%. Hal ini dilakukan karena kandungan protein pada cacing sutra sangat baik untuk pertumbuhan ikan.

Selain pemberian pakan, sirkulasi air juga perlu dijaga, karena ikan mas koki baik dipelihara di dalam air yang terus bergerak atau mengalir. Pergantian air (pengurasan kolam) ini sangat penting untuk mencegah timbulnya penyakit yang bisa menyebabkan kematian pada ikan dan sebaiknya dilakukan setiap empat hari sekali.

Pada proses pemeliharaan, penyortiran/seleksi ikan sangat penting dilakukan untuk memilih ukuran ikan yang seragam sehingga kualitas akan fisik dan ukuran ikan yang seragam. Penyeleksian ikan ini dilakukan beberapa kali, yaitu pada usia 2 minggu dan 3 minggu. Ikan-ikan yang harus dipisahkan adalah ikan yang kurang baik penampilannya seperti tidak punya sirip ekor, siripnya rusak atau warnanya kurang indah. Proses penyortiran ini rata-rata akan menghasilkan ikan yang berkualitas bagus sebanyak 50%.

Penyakit dan Pengobatan

Mutia sering menghadapi penyakit white spot (flu ikan) pada ikan mas kokinya karena iklim pancaroba. Untuk menanggulangi penyakit tersebut, ia menjaga kebersihan kolam pembesaran dengan cara menguras kolam tiga hari sekali. Ketika melakukan pengurasan, ikan mas koki dipindahkan terlebih dahulu ke akuarium sebagai tempat karantina yang telah diisi dengan 150 liter air, 100 gram metilen blue dan 20 sdm garam ikan (garam non yodium). Perlakuan semacam itu bisa dibilang sangat efektif untuk mengobati ikan yang terserang penyakit white spot (bintik putih yang menyerang sisik ikan).

Pengemasan

Setelah 5-6 bulan, ikan mas koki yang telah ditangkarkan sudah berukuran 7-8 cm dan telah siap dijual/dikirim. Dalam pengiriman perlu diperhatikan pengemasan. Mutia menetapkan prosedur pengemasan/packing menggunakan kantung plastik es dengan kapasitas 1 kg dengan ditambahkan oksigen, yang setiap kantungnya diisi 1 ekor, lalu dimasukkan ke dalam karung atau Styrofoam. Dalam pengiriman jarak jauh, ikan mas koki bisa berisiko mati selama perjalanan.

Baca juga:

2 thoughts on “Bagaimana Cara Budidaya / Memelihara Ikan Mas Koki Ala Mutia?

Leave a Reply