Antariksa ~ Sukses Usaha Penyediaan PLTS, Hemat Listrik Hingga 50%

Makin mahalnya tarif dasar listrik dan masih banyaknya daerah yang belum teraliri listrik menjadi alasan Antariksa S. Puspanegara terjun ke usaha Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Dengan pengalaman dua tahun bekerja sama membuka usaha PLTS bersama tiga orang rekannya membuat usaha yang dijalankan Antariksa dapat berkembang pesat. Seperti apa usahanya?

Awal Usaha Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Saat ini listrik menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Namun, ketersediaan tenaga listrik yang terbatas membuat banyak masyarakat di daerah harus menunggu untuk bisa menikmati aliran listrik. Bukan hanya itu, di daerah yang sudah dialiri listrik pun, pemadaman bergilir hingga tarif dasar listrik yang terus naik menjadi salah satu masalah yang belum bisa terselesaikan hingga saat ini.

Salah satu solusinya menggunakan energi alternatif yang dihasilkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Dengan memanfaatkan tenaga matahari sebagai salah satu sumber energi, membuat daerah yang belum teraliri listrik bisa menikmati penerangan listrik sedangkan bagi masyarakat perkotaan bahkan perusahaan besar maupun kecil bisa menekan biaya listrik yang semakin mahal. Dari pengalaman masyarakat yang telah menggunakan solar cell dengan memanfaatkan panas matahari bisa menghemat penggunaan listrik PLN hinga 50%.

Melihat hal tersebut, Antariksa S. Puspanegara memutuskan untuk terjun ke usaha jasa penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada tahun 2010. “Kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang besar, membuat peluang usaha ini sangat menjanjikan untuk digarap,” ungkap Antariksa.

Sadar tidak memiliki pengetahuan di usaha ini, Antariksa memilih untuk lebih dulu bergabung dengan tiga orang temannya yang mencoba mendirikan usaha jasa Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Namun karena terjadi perselisihan membuat usaha tersebut hanya berjalan dua tahun, sehingga Antariksa yang sudah merasa cukup memiliki pengalaman di bidang ini memutuskan untuk membuka usahanya sendiri.

Antariksa ~ Sukses Usaha Penyediaan PLTS, Hemat Listrik Hingga 50%

Berbekal modal Rp 50 juta, Antariksa mulai membangun usahanya. Modal tersebut digunakan untuk membeli berbagai peralatan untuk merakit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan menyewa tempat usaha. Benar saja, di awal usahanya Antariksa langsung mendapatkan respons positif dari masyarakat terutama mereka yang belum terjamah oleh listrik pemerintah seperti di Kalimantan bahkan Papua.

Sempat Rugi Ratusan Juta

Bisa dibilang perjalanan Antariksa dalam membangun usaha di bawah bendera PT. Green Energy Nusantara tidak semulus yang dibayangkan. Salah satunya adalah kerugian ratusan juta rupiah yang sempat dialami Antariksa. Kerugian tersebut terjadi ketika Antariksa mendapatkan proyek penerangan jalan di Kalimantan pada tahun 2011. Karena belum banyak pengalaman dan Antariksa salah dalam perhitungan dalam pengiriman barang dan pemasangan unit lampu.

Namun hal tersebut tidak membuat Antariksa menyerah, dan dijadikannya sebagai sebuah pelajaran berharga agar lebih berhati- hati dalam  menjalankan usahanya. “Untung rugi dalam berbisnis itu hal biasa, jadi kita jadikan hal tersebut sebagai pelajaran,” jelasnya.

Penghematan Hingga 50%

Matahari merupakan salah satu sumber energi yang sangat besar yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung kehidupan. Karena itu tidak heran, seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan tenaga matahari ini kebutuhan akan PLTS atau yang akrab disebut solar cell semakin meningkat.

Selain menjadi sumber energi yang berlimpah dan ramah lingkungan, solar cell juga memiliki banyak kelebihan yang bisa dirasakan oleh para penggunanya. Beberapa kelebihan yang ada pada solar cell antara lain lebih praktis karena dapat dipasang secara modular di setiap lokasi yang membutuhkan. Bisa bertahan hingga jangka waktu yang lama sekitar 25 tahun dan yang paling penting masyarakat dapat mengheat biaya listrik hingga 50%. “Yang sudah dialiri listrik PLN dan memasang solar cell dapat berhemat hingga 50%, karena memang modal hanya dikeluarkan di awal saat pemasangan setelah itu mereka tinggal menggunakannya,” ungkap Antariksa.

Ada dua sistem kerja dalam solar cell, yang pertama adalah Off Grid dan yang kedua On Grid. Pada sistem Off Grid atau Stand-Alone PV System, tenaga matahari yang diserap akan disimpan atau dipergunakan untuk mengecas baterai yang ada di dalam accu. Setelah matahari tidak bersinar listrik yang ada di dalam accu digunakan dapat digunakan untuk penerangan atau semacamnya selama sekitar 12 jam. Sedangkan untuk sistem On Grid, sinar matahari langsung dimanfaatkan sebagai sumber listrik tanpa harus disimpan ke dalam accu (hanya bisa digunakan siang hari). “Dari kedua sistem tersebut, kebutuhannya hampir sama sehingga tidak ada yang lebih diminati masyarakat,” terangnya.

Solar Panel

Dalam Pembangkit Listrik Tenaga Surya, komponen utama adalah solar panel atau yang kerap disebut panel surya. Panel surya bertugas untuk mengonversi tenaga matahari menjadi listrik. Biasanya panel surya ini disusun hingga membentuk persegi panjang atau yang biasa disebut Array.

Produk yang ditawarkan Antariksa terbagi dalam beberapa paket mulai dari Solar Home System (SHS) yang diperuntukkan bagi perumahan mulai dari harga Rp 3,045,000 kapasitas 20wp (watt peak) dan bisa digunakan untuk 5 lampu sampai Rp 13,525,000 kapasitas 200wp untuk menjalakan 3 lampu, televisi dan beberapa peralatan electronik lainnya selama 12 jam. “Meski terkesan mahal didepan, tapi selama 20-25 tahun pengguna sola cell bisa menghemat hingga 50% penggunaan listrik tiap bulannya. Jadi hemat dalam jangka panjang,” jelasnya.

Ada juga paket PJUTS (Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya) mulai dari harga Rp 14,350,000 sampai dengan Rp 24,450,000 harga tersebut sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan, tinggi tiang, jenis battery, lampu, semua spesifikasi PJUTS sudah memenuhi standar klasifikasi tender yang berlaku, memenuhi syarat SNI dan TKDN, dan yang terakhir paket lampu taman tenaga surya, mulai dari Rp 8,060,000 sampai dengan Rp 12,300,000 sesuai dengan tipe atau model tiang yang diinginkan konsumen.

PT Green Energy Nusantara Mandiri juga mempunyai kemampuan untuk memproduksi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terpusat mulai dari 5 Kwp (kilo watt peak) dan kelipatannya serta memproduksi PLTS sesuai dengan kebutuhan. Misalnya untuk puskesmas, rumah ibadah, kantor desa di daerah –daerah terpencil dan mempunyai kemampuan untuk meng-install pompa air tenaga surya untuk memenuhi kebutuhan irigasi, pertanian, pompa air minum dan lain sebagainya. “Kita berikan garansi 1-2 tahun serta ada layanan call center untuk konsumen,” tambahnya.

Dengan kebutuhan solar cell yang semakin besar membuat usaha yang dijalankan Antariksa terus berkembang. Tercatat setiap bulan Antariksa mampu menginstal puluhan paket solar cell dengan omset rata-rata Rp 100 juta per bulan.

Keuntungan tersebut tidak lepas dari pemasaran yang dilakukan, mulai dari pemasaran langsung dengan menawarkan pada perusahaan atau instansi yang membutuhkan solar cell dan menggunakan media internet. Bukan hanya di Jabodetabek, pasar usaha solar cell yang dijalankan sudah menyebar hingga beberapa daerah diseluruh Indonesia mulai dari Aceh, Kalimantan, Sumatera hingga Papua.

Stabilitas Rupiah dan Pengiriman

Karena peralatan usaha ini masih merupakan barang impor, maka kendala yang dirasakan Antariksa ialah dalam hal stabilitas nilai tukar rupiah. Seperti contohnya nilai tukar yang terus melemah seperti sekarang akan membuat harga membengkak dan pastinya akan berpengaruh pada jalannya usaha.

Solar sell hanya cocok dipasang pada meteran PLN sistem lama, karena meteran PLN baru sistem token tidak bisa mengurangi laju keluarnya listrik meski sedang menggunakan solar cell. “Jalan keluarnya instalasi listriknya dipisah antara yang pakai token dan solar cell sehingga penghematan sangat nyata,” jelasnya.

Selain itu kendala yang juga dirasakan ialah dalam hal pengiriman produk ke daerah pemesan. Karena solar cell mudah pecah, maka untuk pengirimannya harus dilakukan secara hati-hati bial tidak akan mengakibatkan kerusakan dan pastinya akan mendatangkan kerugian.

Informasi lebih lanjut mengenai usaha jasa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ini, hubungi:

Antariksa S. Puspanegara (PT Green Energy Nusantara Mandiri)
Jl. Haji Dahlan No. 42 Lt 2 Rawa Domba, Duren Sawit, Jakarta Timur
Telp : 081315385365
Email : antariksa.puspanegara@yahoo.com
Website : www.green-energy-nusantara.com, http://pjusurya.wordpress.com

Baca juga:

Leave a Reply