Analisis Perhitungan Menu Makanan Jepang “Sushi Dragon”

Sushi, siapa yang tidak mengenal makanan ini. Makanan khas dari Negara anime Jepang ini sangat “hits” ditelinga pecinta kuliner di Indonesia. Makanan yang terbuat dari nasi yang diisi dengan beberapa macam sayuran dan ikan lalu digulung dengan Nori atau rumput laut kering yang di bumbui dengan berbagai macam sauce seperti sauce wasabi dan minyak ikan.

Dengan banyaknya peminat Sushi ini menjadi peluang usaha yang menguntungkan tetapi juga harus menggunakan hitungan yang cermat juga agar usaha yang dijalankan membuahkan keuntungan.

Jika kita perhaikan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat suhi ini sangat sederhana, kita hanya membutuhkan nasi, ikan segar, sayuran segar dan beberapa bumbu dari Jepang yang sudah ada banyak di Indonesia. Bahan yang digunakannya pun mudah didapat. Ini bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan dengan pangsa pasar dari semua kalangan.

Cara Menentukan Harga Sushi Dragon

Harga jual produk juga menjadi suatu hal yang sangat sensitif untuk keberlanjutan usaha dan bisnis anda, ada banyak hal yang akan terpengaruh dengan harga jual produk yang anda tentukan. Jadi jika anda asal dalam menentukan harga, maka akan meningkatkan resiko kerugian yang dapat anda alami. Setidaknya ada beberapa hal yang harus anda perhatikan sebelum menentukan harga jual suatu produk. Hal-hal yang harus anda perhatikan diantaranya adalah faktor pelanggan, pesaing, biaya, dan juga kemanfaatan untuk usaha anda sendiri.

Faktor Penting Dalam Menentukan Harga Jual

  1. Pelanggan, tidak bisa dipungkiri bahwa pelanggan merupakan prioritas anda, jadi pastikan bahwa harga jual yang anda tetapkan akan dapat diterima oleh pelanggan.
  2. Pesaing, perlu juga untuk melihat harga jual yang ditawarkan oleh pesaing yang memiliki produk yang sama, pastikan bahwa harga jual produk anda dapat bersaing dengan harga jual produk pesaing. Artinya anda harus memperhatikan tingkat keuntungan, jika tingkat keuntungan yang telah ditetapkan menyebabkan harga terlalu mahal, ada baiknya anda menurunkan tingkat keuntungan.
  3. Biaya, faktor ini merupakan faktor utama dalam menentukan harga jual produk, jangan sampai harga jual yang ditetapkan tidak dapat menutup biaya-biaya yang telah terjadi. Ini artinya anda harus benar-benar jeli dan teliti dalam menghitung biaya yang terjadi, pastikan bahwa tidak ada biaya yang tidak anda masukkan dlam perhitungan. Jika saja ada biaya yang tidak anda hitung, akan menyebabkan harga yang tidak tepat, sehingga akan berpengaruh terhadap tingkat keuntungan, atau lebih parahnya akan menyebabkan kerugian.
  4. Kemanfaatan untuk usaha, ini artinya apakah harga jual sudah pantas atau belum, dinilai pantas jika harga dapat memberikan keuntungan yang diharapkan. Seandainya saja kentungan yang anda harapkan dapat tercapai, tentu saja hal ini akan mempermudah dalam ekspansi perkembangan usaha dan bisnis yang anda miliki.

Analisis Perhitungan Menu Makanan Jepang “Sushi Dragon”

Perhitungan harga penjualan produk (HPP) berdasarkan pada biaya bahan baku (BB) untuk produksi (bahan yang digunakan, listrik, gas untuk memasak) yang ditambahkan dengan beberapa komponen biaya lainnya, yaitu :

  1. TENAGA KERJA 15-25% dari biaya bahan baku
  2. BIAYA OPERASIONAL 10-20% dari biaya bahan baku
  3. BIAYA MARKETING 30-50% dari biaya bahan baku
  4. RISIKO (risk)* Minimal 10% dari bahan baku
  5. PROFIT (P) 30-50% dari bahan baku
  • Rumus ini digunakan untuk pemasaran produk di market premium (menengah ke atas). Jika ingin menjual produk produk kepasar mengengah ke bawah komponen C dan E bisa tidak digunakan. Profit tetap didapatkan dari nilai resiko (10%) dengan asumsi semua produk anda habis terjual.
  • Perhitungan ini tidak mengikutsertakan biaya investasi (seperti alat masak dan tempat usaha) dengan asumsi usaha yang menggunakan fasilitas yang ada dirumah tangga. Cara ini masih dapat dilakukan dengan syarat kapasitas alat dapur anda memadai.
  • Khusus untuk bisnis kuliner, biaya resiko wajib diperhitungkan dalam HPP sebab makanan/minuman yang hasil diproduksi yang tidak habis terjual tidak bisa disimpan untuk dijual keesokan harinya. Bisnis kuliner masih dikatakan sehat jika resikonya tak lebih dari 10. Adanya beberapa produk reject atau gagal selama proses produksi, juga sudah di perhitungkan dalam komponen resiko ini.

CONTOH PERHITUNGAN ANALISIS SUSHI DRAGON (10 PORSI)

  1. Total Biaya Bahan Baku (BB)

DAFTAR BELANJA BAHAN DASAR

– Nasi Pulen : Rp.      30.000,00 – Tempura ikan : Rp.               10.000,00
– Nori : Rp.      20.000,00 – Wortel : Rp.                 5.000,00
– Ikan tuna : Rp.      30.000,00 – Bengkuang : Rp.                 5.000,00
– Mentimun : Rp.        5.000,00 – Saus mayonnaise : Rp.               10.000,00
– Alpukat : Rp.      10.000,00 – Wasabi : Rp.               25.000,00
TOTAL : Rp.          150.000,00

 

  1. Tenaga kerja : 25% x Rp. 150.000,00 = Rp. 37.500,00
  2. Biaya Operasional : 20% x Rp. 150.000,00 = Rp. 30.000,00
  3. Biaya Marketing : 50% x Rp. 150.000,00 = Rp. 75.000,00
  4. Risiko : 10% x Rp. 150.000,00 = Rp. 15.000,00
  5. Profit : 50% x Rp. 150.000,00 = Rp. 75.000,00

HPP = Total biaya BB+Tenaga Kerja+Biaya Operasional+Biaya Marketing+Risiko+Profit

=Rp. 150.000 + Rp. 37.500 + Rp. 30.000 + Rp. 75.000 + Rp. 15.000 + Rp. 75.000

=Rp. 382.500

Harga jual per porsi     = Rp. 382.500 : 10 loyang

= Rp. 38.250 dibulatkan

                                    = Rp. 39.000

Jadi harga jual per porsi Sushi Dragon Tuna yaitu Rp. 39.000,-

Baca juga:

Leave a Reply