Abdul Chafid, Pembudidaya Indukan dan Benih Lele Burma ~ Omset Hingga Rp 250 Juta/Bulan

Pada saat ini mulai banyak petani beralih membudidayakan strain lele baru bernama lele Burma yang mempunyai keunggulan ketahanan dibanding lele jenis lain. Abdul Chafid, salah seorang pembudidaya indukan sekaligus benih lele Burma bahkan mampu mencapai omset sampai Rp 250 juta/bulan. Seperti apa teknik budidayanya?

Keunggulan ikan lele sebagai komoditas ikan air tawar membuat lele sangat populer di kalangan masyarakat. Jika belakangan para pelaku bisnis perikanan ramai-ramai membudidaya lele Masamo, kini kepopulerannya ikan berkumis satu itu mulai tergeser dengan strain lele baru, yakni lele Burma. Salah satu pembudidaya lele asal Pasuruan, Jawa Timur yang cukup sukses mengembangkan lele Burma adalah Abdul Chafid. Pria yang akrab disapa Chafid ini meski tak memiliki basic perikanan murni, mampu menghasilkan strain lele Burma dari beberapa trial bersama timnya.

Awal Usaha Lele Burma

Tren lele Burma menurut Chafid populer setelah lele Masamo. Ia bersama tim Masamo awalnya mencoba menyilangkan Clarius gariepinus dari Belanda (ex universitas Brawijaya, Malang) dengan Claries gariepinus dari hatchery Namsay di Thailand yang didatangkan pada tahun 2009. Setelah melakukan trial kurang lebih 2-3 tahun ternyata hasilnya bagus, kemudian lele jenis baru tersebut diberi nama Burma.

Lele Burma dikembangkan pertama kali sekitar bulan November 2013 lalu. Mengenai sertifikasi SNI, Chafid masih mempersiapkan hatchery dan targetnya setelah 2 tahun ke depan baru ia akan melakukan sertifikasi terhadap Lele Burma tersebut. Menurut Chafid, ia memulai usaha ini tanpa modal.

Dalam budidaya lele Burma, Chafid bekerja sama dengan beberapa petani plasma. Lahan digunakan sebagian miliknya sendiri dan sebagian lagi milik plasma. Syarat yang ditetapkan Chafid untuk petani plasma yang ingin bekerjasama dengannya adalah minimal pernah memijahkan lele selama lebih kurang 3 tahun saja. Sementara itu, untuk membantu produksi dan pemasaran, Chafid dibantu oleh 15 orang pekerja yang terdiri tim packing, tim armada pengiriman, pembenih, dan marketing.

Abdul Chafid, Pembudidaya Indukan dan Benih Lele Burma ~ Omset Hingga Rp 250 Juta/Bulan

Keunggulan Lele Burma

Lele Burma merupakan strain lele baru dari hasil kawin silang Clarius gariepinus dari Belanda (ex universitas Brawijaya, Malang) dengan Claries gariepinus dari hatchery Namsay di Thailand yang didatangkan pada tahun 2009, yang disilangkan olehnya serta tim lele Masamo. Masa panen benih lele Burma seitar 45 hari s/d 2 bulan, dan FCR (feed convertion ration) atau perbandingan antara pakan dan bobot ikan lele Burma sekitar 0,8 – 1, berbeda dengan jenis lele lainnya yang memiliki FCR biasa di atas 1.

Harga Indukan Lele Burma

Chafid menjual indukan lele Burma di harga Rp 1, 175 juta/paket isi 16 ekor, dengan berat indukan lebih kurang 4 ons dan per paket isi 10 ekor dengan berat indukan 0,8 ons – 1 kg. Harga tersebut belum termasuk ongkos kirim. Sepasang indukan lele Burma dengan berat lebih kurang 1 kg bisa menghasilkan benih sekitar 80-120 ribu ekor. Dan lele Burma yang pertama kali memijah bisa menghasilkan benih sekitar 30-45 ribu ekor dengan berat indukan 4-5 ons.

Dari mulai November 2013 lalu hingga sekarang sedikitnya Chafid telah menjual sekitar 5 ribu ekor indukan Burma. Saat ini Chafid memiliki stok indukan Burma sekitar 3-4 ribu ekor. Lebih lanjut Chafid mengatakan, benih dan indukan lele Burma sudah menyebar hampir ke seluruh Indonesia. Permintaan benih lele Burma saat ini sekitar 2-4 juta ekor benih per bulan, dengan ukuran badan 2,3,4, dan 5 cm. Chafid mengaku masih kewalahan karena baru bisa memenuhi sekitar 1 juta ekor benih/bulan, itu pun dengan bantuan dari plasma pembenihan miliknya.

Pemasaran Lele Burma

Sistem pemasaran di awal usaha ini melalui media online via blog dan FB. Seiring berjalan waktu, kalangan petani lele tahu info mengenai lele Burma dari promosi mulut ke mulut. Saat ini pemasaran lele Burma yang dibudidayakan Chafid sudah merata hampir ke seluruh Indonesia, bahkan lele Burma ini pun diminati konsumen asal negara Laos.

Chafid tak menerapkan pembelian minimum kepada konsumen, meskipun pembelian satu paket induk dan satu box benih lele Burma akan ia layani. Hanya saja jika permintaan ke luar pulau, harga yang dipatok berbeda dibandingkan pembbelian sebanyak empat box. Satu box benih yang dikirim ke luar pulau biasanya selisih harga Rp 20/ekor dibandingkan pengiriman di pulau Jawa.

Chafid juga memberlakukan sistem pemasaran lewat Agen dengan minimal pengambilan khusus, baik benih maupun indukan. Saat ini Agen Burma Catfish sudah mencapai 30 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Bagi calon member atau Agen, minimal pengambilan benih atau indukan Burma sebanyak 50 ribu ekor atau 8 box. Chafid jufa memberikan kartu member khusus berlogo dan bertuliskan Burma Catfish, nama Agen, serta nomor keanggotaan Agen. Bagi para pembeli Indukan Burma, Chafid juga tak luput memberikan sertifikat/surat keterangan asal indukan atau fish certificate of origin. Tak hanya itu, ia pun memanjakan konsumen indukan serta benih Burma dengan memberikan kaus khusus Burma Catfish.
Melihat kapasitas penjualan indukan sebesar 50 paket per bulannya serta penjualan benih sekitar 1 juta ekor/bulan, tak heran omset yang diraup Chafid pun cukup fantastis, yakni sebesar Rp 208.750.000 dengan keuntungan bersih 25% atau sekitar Rp 52.187.500.

Kendala Usaha

Salah satu faktor penghambat dalam budidaya lele Burma adalah faktor cuaca, apalagi jika terjadi hujan terus-menerus. Lele Burma dapat berkembang dengan baik dalam kondisi suhu air kolam antara 25 hingga 28 derajat, serta pH sekitar 7. Di bawah atau di atas suhu tersebut perkembangan lele cukup lambat.

Ke depan Chafid ingin segera memiliki sertifikan SNI untuk lele Burma yang ia kembangkan. Karenanya saat ini ia sedang mengembangkan kolam dan hatchery pemeliharaan lebih luas lagi agar bisa masuk kategori SNI

Info Lebih Kanjut Dapat Menghubungi:

Abdul Chafid
Telepon: 081335300553
Jl. Masjid Kemantren, Purwosari, Pasuruan, Jawa Timur
Jl. Tambak Cemandi No. 15 Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur

Baca juga:

2 thoughts on “Abdul Chafid, Pembudidaya Indukan dan Benih Lele Burma ~ Omset Hingga Rp 250 Juta/Bulan

Leave a Reply